DIARY ALYA

DIARY ALYA
85


__ADS_3

"Belum, aku masih belum bisa melupakan kamu."


Balasan dari Tiara yang membuat hati Angga bergetar kembali namun Dia sudah berusaha untuk melupakan semuanya walaupun kadang masih teringat kembali.


"Kisah Kita telah berakhir."


Balasan Angga yang membuat Tiara meneteskan air matanya di sana.


"😢😢😢, Aku masih Sayang sama kamu Ga."


Membaca balasan Tiara membuat Angga menghembuskan nafasnya berat.


"Kita sudah berakhir Tiara, jangan memaksakan takdir inilah yang terbaik untuk kita berdua."


Angga mencoba bijaksana.


"Apa rasa cinta mu kepada ku sudah hilang semua Ga."


"Perlahan rasa ini menghilang, Kita harus menatap ke depan jangan melihat kebelakang lagi."


"Aku mau tinggal sama kamu Ga, kalau kita menikah."


Tiara masih terus menyatakan perasaannya kalau dia masih mencintai Angga.


"Maaf Tiara, kalau seperti ini lebih baik kita jangan berhubungan lagi. Kita sudah berakhir jangan di bahas lagi."


Angga merasakan pikirannya kalut, Dia meninggalkan ponselnya begitu saja di dalam kamar dan keluar.


"Aku masih Sayang kamu Ga, kita masih bisa balikan Ga. Aku Sayang Kamu."


Pesan masuk lagi namun Angga sudah keluar dari kamarnya dan meninggalkan ponselnya di sana.


"Kenapa Mas."


Adiknya Angga melihat Kakaknya itu kusut wajahnya.


"Nggak papa."


Angga berlalu aja menuju ke kamar mandi.


"Nggak pergi Mas tahun baru."


"Malas, di rumah aja."


"Pasti nggak punya cewek, kalau punya pacar udah nggak di rumah itu."


celetuk Adiknya namun Angga tak mendengarnya karena sudah masuk duluan ke dalam kamar mandi.


🌹🌹🌹🌹🌹


Alya sudah sampai rumah Dia mengucapkan salam dan masuk ke dalam karena tidak ada yang menjawab.

__ADS_1


"Pada kemana sepi."


Alya melihat kamar ibunya ternyata ibunya tidur nggak tau Bapak sama adik - adiknya kemana nggak kelihatan di rumah.


Dia masuk ke kamarnya dan segera membersihkan badan untuk beristirahat.


Sore menjelang, Adzan Ashar berkumandang Alya terbangun dari tidurnya.


"Alhamdulillah."


Alya meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.


"Besok kerja lagi, kuliah lagi.. Semangat..."


Memang libur telah usai dan esok hari harus mulai beraktivitas kembali.


Alya keluar dari kamarnya dan mencium aroma yang sangat menggoda di hidung hingga membuat perutnya keroncongan.


"Masak apa Buk."


"Nih..."


Ibunya sedang bakar ikan.


"Beli ikan Bu."


"Bapak sama adik - adik kamu tadi habis mancing."


"Iya tadi Dani rajuk katanya tahun baru kok nggak kemana-mana terus diajak mancing sama Bapak."


"Alya mandi ya Buk."


"Iya buruan mandi sana terus sholat."


Malam hari Alya membuka laptopnya Dia akan menyelesaikan proposal nya setelah satu minggu dia libur untuk merefresh kembali pikirannya.


"Bismillah semangat Alya."


Bab demi Bab dia selesaikan hingga Dia merasakan matanya sudah tak kuat lagi.


"Alhamdulillah, besok lagi aja ngantuk banget."


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, laptop ia matikan dan segera membaringkan tubuhnya untuk beristirahat karena esok hari juga harus berangkat bekerja.


🌹🌹🌹🌹🌹


Adzan subuh berkumandang Angga terbangun dan segera ke kamar mandi merasakan perutnya yang sudah tidak bisa ditahan lagi.


Setelah selesai Dia segera membersihkan dirinya dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Angga termasuk orang yang rajin berolahraga, Dia mengenakan sepatu dan bersiap joging.

__ADS_1


Sebelum dirinya mulai untuk berlari tak lupa untuk melakukan pemanasan agar tidak terjadi kram otot.


Cukup berlari keliling mengitari desanya sambil menghirup udara pagi yang terasa segar, akhirnya dia pulang karena harus segera bersiap untuk berangkat kerja.


"Gimana kabar Bu Alya ya."


Angga bicara sendiri mengingat messenger-nya kemarin tak berbalas lagi dengan Alya.


Dia langsung mandi, sarapan dan segera ke sekolahan karena hari pertama masuk sekolah setelah libur dan dia nggak mau terlambat.


Angga sebagai seorang guru BK harus memberikan contoh yang baik untuk para siswa-siswinya.


Pukul 06.45 dia sudah berdiri di gerbang sekolahan, melihat kerapian siswa-siswinya yang masuk kedalam sekolahan karena kebiasaan setelah libur terutama siswa putra akan seenaknya sendiri berpenampilan.


Angga melihat sepeda motor Alya memasuki gerbang sekolahan, Dia membalas anggukan Alya dengan senyuman.


Setelah bel masuk berbunyi semua siswa siswi yang masuk ke dalam kelas masing-masing, dan Angga masih berurusan dengan siswa-siswi yang bermasalah serta yang datang terlambat.


Angga melihat Alya dengan menggendong ranselnya berjalan menuju ke lab komputer tapi dia juga sedang ngobrol dengan Joko.


Alya mendekati Joko karena ingin menanyakan sesuatu.


"Pak, lab nya sudah dibuka belum."


"Ini Bu kuncinya, tadi tak tinggal ke sini takut ada siswa yang main ke dalam. Kamu ngajar."


Mereka memang bersaudara namun kalau di lingkungan sekolah tetap profesional mengambil Pak dan Bu.


"Masih nanti, cuma mau di Lab aja nyari yang sepi."


"Hati - hati Bu."


Canda Angga dan Alya pun tersenyum saja.


"Memang ada apanya Pak di dalam."


"Ada komputernya Bu, he he he..."


Alya pun membalasnya dengan senyum saja, kemudian Dia langsung saja berjalan menuju ke lab komputer setelah menerima kunci dari Joko.


"Kenapa Pak, jangan di lihatin terus kalau suka buruan."


Joko meledek Angga yang dari tadi melihat Alya berjalan kearah lab tanpa dia sadari Joko ternyata memperhatikan dirinya.


"He he he.. Pak Joko ini ada - ada aja. Memang Bu Alya belum punya pacar Pak."


"Nggak paham kalau itu, dia anaknya rumahan jarang main paling kalau perlu keluar rumah ke warung."


Angga tersenyum menganggukkan kepalanya.


😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2