DIARY ALYA

DIARY ALYA
15


__ADS_3

"Al, Mas Rafi putus sama Mbak Nunik."


Sebuah pesan masuk di ponsel Alya dari Ana. Teman satu itu memang selalu update dengan berita-berita yang ada di sekolahan.


Alya diam membaca pesan itu, tapi entah dia tak merasa sedih ataupun bahagia. Dia hanya membacanya berulang di dalam hati pesan itu.


Kemudian masuk panggilan dari Ana yang penasaran apa yang dilakukan oleh Alya padahal chat nya terlihat online tapi tak di balas juga.


"Assalamualaikum, ya An kenapa."


"Kamu nggak papa Al atau jangan-jangan lagi senang banget ya sampai guling-guling, ha ha ha..." tawa Ana.


"Salam di jawab dulu Na."


"He he he.. iya Waalaikumsalam, terus gimana perasaan kamu sekarang."


"Gimana apanya biasa aja, mau putus mau nyambung mau balikan mau apalah terserah mereka apa hubungannya coba sama aku."


"Gimana sih Al, itu artinya kamu masih punya kesempatan dong."


"He. h.e.. he... kesempatan untuk apa, sudah lah Ana, itu hanya halu kemarin bukan perasaan cinta."


"Serius kamu Al, ya sudah kalau itu mau kamu, yang penting aku sudah sampaikan berita bahagia ha ha ha... semangat cantik besok tampil yang bagus ya. Oh .. ya Mas Rafi ada lho kemarin nonton kamu."


"Kan emang untuk semua siswa siswi di sana, jadi wajar aja kalau dia nonton dong."


"Ha ha ha... oke.. oke... yang penting sahabatku ini selalu semangat."


"Iya bawel, udah mau tidur. Assalamualaikum."


Selesai menelpon Alya mengambil gitarnya ingin berlatih Sebuah lagu yang sudah disepakati dengan Surya.


"Kenapa lagunya pas gini sih, bisa jadi bahan ledekan Ana nih besok."


Alya menggerutu sendiri melihat lagu yang dikirimkan oleh Surya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hari ini terakhir pensi dan akan ada band spesial yang di undang oleh OSIS untuk meramaikan pensi mereka.


"Penampilan selanjutnya, The Triples ft Alya.."


Tepuk tangan langsung bergemuruh, ini yang dinantikan.


"Selamat Pagi menjelang siang semuanya..." Sapa Surya yang flamboyan itu membuat siswi - siswi histeris.


Sedangkan Alya juga sudah di posisinya mengalungkan gitarnya dan di bantu Niko memasangkan mikrofonnya.


Ada Andre yang mempersiapkan pianonya, kali ini mereka akan akustikan saja jadi yang biasanya Andre menabuh drum kini menekan tuts-tuts piano saja.

__ADS_1


"Mari bernyanyi bersama dengan kita, Tentang Rindu."


Alunan piano mulai mengayun pelan.


(Di cetak miring suara cowok ya...


di cetak tebal suara perempuan...


yang biasa duet... ☺☺☺)


Pagi telah pergi


Mentari tak bersinar lagi


Entah sampai kapan ku mengingat


Tentang dirimu


Ku hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil namamu


Di Setiap malam


Ingin engkau datang dan hadir


Dan waktu kan menjawab


Pertemuan ku dan diri mu


Hingga sampai kini aku masih ada disini


Ku Hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil nama mu


Di setiap malam


Ingin engkau datang dan hadir


Di mimpi ku rindu...

__ADS_1


Dan bayang mu


akan slalu bersandar di hatiku


Janji ku pastikan pulang bersama mu


Ku hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil namamu


Di setiap malam


Ingin engkau datang dan hadir


Di Mimpiku


Kuhanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil nama mu


Di Setiap malam


Ingin engkau datang dan hadir


Di mimpiku


Slalu di mimpiku


Rindu......


Tepuk tangan menggema mengiringi akhir penampilan mereka.


"Lagi... lagi... lagi...."


teriak mereka, apalagi Mereka membawakan lagu itu penuh penghayatan.


Alya sangat meresapi apa yang dinyanyikannya seakan dia mengalami itu sendiri..


Ada yang rindu....


😉😉😉😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2