DIARY ALYA

DIARY ALYA
33


__ADS_3

"Al.."


Saat di depan baru saja absensi Alya ada yang manggil.


"Alya..."


Tri sambil berlari mengejar Alya yang berhenti menunggunya.


"Kamu dipanggil malah jalan terus."


"Kirain ada Al yang lain Mas."


Alya rasanya mau tertawa melihat Tri mengejarnya apalagi cuaca lagi panas.


"Mana ada, cuma kamu yang jalan." Tri nyengir aja.


"Iya maaf, ada apa Mas."


"Nih..."


Tri mengambil kertas dari tasnya dan memberikannya kepada Alya.


"Itu pendaftaran sudah buka. Aku baru ambil tadi dari kampus."


Alya menerimanya dan membaca sambil berjalan.


"Makasih ya Mas, nanti ngobrol lagi deh. Aku udah di tunggu."


"Oke Al."


Mereka berpisah menuju ke ruang kerja masing - masing.


Mereka kemudian kerja sesuai porsinya dan saling kerjasama untuk bisa mendapatkan hasil produksi yang bagus.


Saat sedang santai Alya mendekati Tri yang duduk santai sendiri, karena Alya nggak mau pembicaraan pribadi diketahui oleh banyak orang.


"Soal tadi Mas, jadi bisa mulai kapan aku daftar."

__ADS_1


"Secepatnya Al, itu sebenernya udah buka dari bulan kemarin Maaf ya aku baru sempet ambilkan brosur nya tadi.


"Enggak papa Mas, makasih sudah memberi informasi."


Alya membaca seksama kertas yang diberikan oleh Tri tadi dan memahaminya serta bertanya jika belum memahaminya.


"Pacaran mulu."


Teman Alya Yuli suka menggoda mereka berdua.


Yuli tau bagaimana hubungan Tri dan Alya hanya sebatas teman kerja dan saling berbagi informasi saja.


"Kamu itu Yul, iri ha ha ha..." tawa Alya.


Mereka suka bercanda, sebenarnya Yuli dulu juga satu SMA dengan Alya cuma beda kelas dan tidak terlalu saling kenal mereka baru mulai dekat ketika Mereka kerja bareng di tempat yang sama.


"Mau dong ha ha ha..."


tawa Yuli.


"Kamu Yul, itu dipanggil Mandor kamu." Tri juga suka mengerjai Yuli.


"Enggak ada ya Mas, sudah beres kerjaan Ku. Mau istirahat."


Yuli duduk bergabung dengan Mereka.


"Kamu mau kuliah Yul, bareng yuk." ajak Alya.


"Mau sih Al, tapu gimana kerjanya. Kalau kamu enak bagiannya, lha Aku.."


Yuli menunjuk dirinya sendiri.


"Bisa lah Yul, tinggal tukar shift aja." saran Tri.


"Nyatanya aku bisa, bisa lah Yul tinggal deketin aja itu Bu mandor kamu bisa tuh shift sama ma temen kamu kalau pas ada jam kuliah." tambah Tri.


"Iya aku pikir dulu deh, mana brosur nya."

__ADS_1


"Nih...." kasih Alya.


"Mau jurusan apa kamu."


"Lihat dulu lah Al, kamu sih pintar Al dari sekolah dulu. Aku ini yang pas-pasan pokoknya asal berangkat rajin aja.. Ha ha ha..."


"Modal bagus itu."


Tri dan Yuli malah tos tangan dan tertawa bersama.


"Kayak kamu ya Mas, ha ha ha.. paling cuman berangkat absen duduk di dalam dengerin dosen pulang, ha ha ha.." ledek Yuli.


"Kok tahu kamu, ha ha ha..."


Alya melihat kedua temannya tertawa-tawa hanya tersenyum saja dan menggelengkan kepalanya.


"Sama kalian ini, bobrok aku kalau kumpul sama kalian."


Alya beranjak bangun ingin kembali bekerja karena pekerjaannya sudah menumpuk.


"Kemana Al."


Tri melihat Alya pergi.


"Kerja.. woy... Kerja.. kerja... ha ha ha..." tawa Alya.


"Kedip Mas, kenapa suka ya sama Alya ha ha.." ledek Yuli Saya mau lihat terima mengamati Alya yang pergi.


"Rese kamu Yul, kerja...!!!"


teriak Tri di telinga Yuli sambil bangun.


"Rese Kamu Mas, aku bilangin Alya nanti."


"Bilang aja sana, ha ha ha..."


☺☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2