
"Sayang.."
Angga meraih tangan Alya, mereka saat ini sedang makan siang sebelum pulang.
"Iya Mas."
Angga mengusap tangan Alya yang terdapat cincin di jari manisnya sambil tersenyum.
"Mas seneng banget sudah melamar kamu."
"Makasih ya Mas, Mas ingat nggak ini berapa bulan kita jalan."
"Berapa Sayang, he he he.."
Angga memang orangnya tidak terlalu mengingat tanggal dan waktu mereka jadian yang penting dia membuktikan kalau dia serius dengan Alya.
"Mas itu nggak pernah ingat ya kapan jadian." Kata Alya sambil cemberut.
"Bukannya Mas enggak mengingatnya sayang, tapi Mas suka lupa yang penting buat Mas itu Mas akan membuktikan keseriusan cinta Mas kepada kamu sayang."
Alya tersenyum di gombal Angga.
"Mas suka gombal."
"Serius Sayang."
"Ini tepat enam bulan Mas kita jalan."
Angga tersenyum.
"Makasih ya Mas, rasanya cepat banget kayaknya baru kemarin kita jalan sekarang Mas Angga sudah melamar Alya."
"Sebentar lagi kita menikah Sayang."
"Ibu sama Bapak mau bicara dulu sama Pakde Mas untuk menentukan hari pernikahan."
"Iya Sayang."
Selesai makan mereka berdua pulang, Angga memberhentikan sepeda motornya di tempat penitipan kemudian Alya turun dan mengambil sepeda motornya untuk pulang ke rumah sendiri.
"Sayang hati - hati ya."
"Iya Mas, Alya pulang. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Alya manajemen sepeda motornya ke arah jalan menuju ke rumahnya, Angga memperhatikan tubuh calon istrinya itu hingga tak terlihat lagi baru dia pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Angga masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan tasnya kemudian berganti baju dan segera membersihkan diri.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri dia merebahkan tubuhnya di depan televisi dan mengirimkan pesan ke Alya.
"Sayang, sudah sampai."
Tak lama balasan masuk dari Alya. "Sudah Mas, Alya ngantuk mau tidur ya Mas."
"Oke Sayang."
Angga sendiri juga merasakan matanya semakin lengket dan akhirnya ia tertidur.
Sore menjelang Alya sudah bangun dan saat ini berada di teras rumah memperhatikan sepeda motor yang berlalu lalang di depan rumahnya.
"Kak.." Panggil Dani.
"Kenapa."
"Beli jajan Kak yuk."
"Jajan apa."
"Martabak, lama nggak beli."
"Kemarin baru aja dibawain Mas Angga."
"Udah lama Kak, yuk beli."
Dani duduk di samping Alya dan merayunya.
"He he he.. Nggak ada beliin dong Kak."
"Enak ya kamu, itu bukan mau beli jajan tapi beliin jajan Kak gitukan maksud kamu."
"Ha ha ha.. Cerdas Kak Alya."
Alya pun merasa bosan juga menunggu waktu magrib, dia masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci sepeda motornya.
"Yuk jadi nggak."
"Jadi dong."
"Boncengin.." Alya memberikan kunci sepeda motornya dan Dani yang di depan.
"Oke."
"Kalian mau kemana." Tanya Ibunya.
"Mau beli jajan Buk, bentar aja." Ucap Dani.
Dani melajukan sepeda motor sambil memboncengkan Alya menuju pusat jajanan yang tak jauh dari tempat mereka.
__ADS_1
Sekitar 15 menit mereka telah sampai banyak sekali berjejer penjual jajanan sore hari itu tinggal pilih aja mau beli yang mana.
"Itu Dan martabak."
Dani menuju ke penjual martabak dan Alya memesannya.
Sambil menunggu Alya membuka ponselnya, dia memfoto beberapa penjual jajanan dan mengirimkannya ke Angga.
Ponselnya langsung berdering panggilan video call masuk.
"Assalamualaikum Mas."
Nampak wajah Angga habis mandi kayaknya masih basah rambutnya.
"Waalaikumsalam, dimana Sayang."
"Itu ada yang minta pajak."
Alya mengarahkan kameranya ke wajah Dani.
"Hai Mas.."
"Beli apa Dan."
"Martabak Mas, ada yang ngiler nih." Dani melirik ke Alya yang menatapnya tajam.
"Apaan kamu yang malak Kakak tadi."
Angga terkekeh mendengar mereka bercanda.
"Sudah, nggak usah ribut. Padahal kalian berdua sama - sama mau makan." kata Angga.
"Iya Mas, Kak Alya itu mau tapi nggak mau ngaku." Ledek Dani.
"Mas, udah dulu ya mau pulang itu pesanannya sudah selesai."
"Oke, hati - hati sayang."
Alya dan Dani pulang ke rumah dengan membawa beberapa bungkus kantong plastik karena mereka tidak hanya membeli martabak saja.
"Jajan apa kalian."
Tanya Bapaknya begitu sampai rumah.
"Enak - enak Pak, Bapak mau yang mana."
"Apa aja Bapak mau."
Ikhsan juga tidak mau ketinggalan, Mereka membuat keceriaan sore itu.
__ADS_1
Sesederhana itu ya bahagia 😁😁😁😁😁