
Hari yang ditunggu datang, Alya akan makan berdua dengan Mang Ahsan.
Dia saat ini di kampus karena kuliah pagi dan nanti akan ketemuan setelah jam kuliah selesai.
"Al, makan yuk nanti habis kuliah." ajak Vera.
"Maaf ya Ver, aku nggak bisa udah ada janji."
"Ciye.. mau ngedate ya."
Ledek Vera.
"Cuma makan ngedate apaan Ver."
"Ya cowok ngajak cewek makan mau apalagi sih Al kalau enggak mau PDKT."
ucap Vera dengan sedikit menggoda Alya.
"Terserah dia Ver, aku itu sampai bosan mendengarkan permintaan Dia ngajak keluar terus."
"Kok kamu iyakan sekarang."
"Sama Ibu boleh, kalau Ibu bilang enggak boleh aku yang enggak bakal mau Ver."
Vera nampak mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ibu kamu suka sama Dia."
"Kalau menurut aku sih dari saran ibu kemarin, Ibu aku tuh cuman penasaran aja sama dia kok bisa-bisanya dia berani ngajak aku makan keluar."
"Emang Ibu kamu bilang apa."
"Katanya aja coba sekali ini dia maunya apa sama kamu, gitu.
Tapi Ibu udah pesan sama aku jangan kebawa perasaan alias baper kalau semua cowok memang seperti itu manis di mulutnya."
"Bener kata Ibu kamu. Buktinya udah ada itu Si Mantan kamu."
Kata Vera dengan menggerakkan bibirnya menuju ke suatu arah.
"Kenapa kamu Ver."
__ADS_1
"Itu lihat ke arah kanan kamu."
Alya menengok ke arah kanan dan melihat Tri yang keluar dari mobil bersama seorang perempuan yang kemarin Alya lihat.
"Biarin aja Ver, namanya juga mantan."
Alya santai saja melihat mereka berdua bagi dia sekarang Tri tidak ada apa-apanya.
"Bagus, itu dong move on."
"Masuk yuk Ver, itu dosen udah datang."
Mereka menuju ke kelas karena dosen juga sudah datang.
Selesai juga jam kuliah mereka, Alya keluar dari ruangan dengan memegang ponselnya karena tadi mendengar ada notifikasi pesan masuk.
"Aku tunggu di luar."
pesan dari Mang Ahsan.
"Sekarang manggilnya udah aku kamu."
"Dia aja yang lama-lama jadi sok akrab."
"Udah buruan di balas, lumutan dia nanti nungguin kamu di depan."
"Ha ha ha... biarin aja."
tawa Alya sambil membalas pesan.
"Ya baru keluar kelas Mang, tunggu sebentar."
balasan Alya kemudian segera mengambil sepeda motornya di parkiran.
"Aku sampai gerbang aja Al, mau beli makan dulu."
kata Vera yang ikut sampai depan aja yang biasanya diantar sampai kos.
"Ikut aku aja."
"Nggak mau, jadi obat nyamuk nanti aku."
__ADS_1
"Ha ha ha ha.. bukan obat nyamuk tapi katanya kalau bertiga itu satunya berati setan."
"Kurang asem kamu Al, ha ha ha."
Sesampainya di gerbang Alya dan Vera melihat seorang laki-laki yang duduk di atas motornya dan mengenakan helm.
Begitu melihat Alya yang berhenti dan Vera pun turun dari atas motor laki-laki itu membuka helmnya dan tersenyum ke arah Alya.
"Mbak Alya."
Sapanya.
"Mang Ahsan kirain siapa."
"Masa pangling."
Katanya dengan tersenyum manis.
"Kan nggak kelihatan wajahnya."
"Mau buka helm malu."
"Al, aku duluan ya.. Bye, makasih ya. Have Fun."
Vera meninggalkan Alya dengan melambaikan tangan.
"Hati - hati Ver, Maaf ya enggak aku anterin sampai kos."
"It's Ok."
Setelah Vera pergi Alya dan Mang Ahsan malah jadi canggung walaupun bukan kali ini saja mereka bertatap muka tapi kali ini suasananya beda mereka hanya berdua dan diluar.
"Kita mau kemana Mang."
"Yang enak makan dimana, aku ikut aja."
"Oke kalau gitu, ke arah barat aja ya."
Mang Ahsan pun setuju dan Alya pun menjalankan sepeda motornya menuju ke arah barat dan diikuti oleh Mang Ahsan dari belakang.
Sesampainya di sebuah kedai makan yang sederhana tetapi terkenal di kalangan mahasiswa Alya membelokan sepeda motornya dan diikuti oleh Mang Ahsan.
__ADS_1