DIARY ALYA

DIARY ALYA
96


__ADS_3

Setelah dari jalan bareng, Alya dan Angga masih sering kirim pesan baik lewat ponsel maupun sosial media kalau pas mereka online bareng.


Alya sekarang ini fokus untuk bisa segera menyelesaikan skripsinya, hari ini Alya akan bimbingan pertama skripsinya setelah kemarin proposal penelitiannya sudah ACC.


Vera pun sama pokoknya mereka berdua itu berjuang bersama supaya bisa wisuda bersama.


Alya sedang menunggu dosen pembimbingnya yang masih ada jam di depan ruang dosen di temani Vera yang tadi sudah bimbingan dan mukanya terlihat lesu karena skripsinya dicoret-coret oleh dosen pembimbingnya.


"Ver, nih coklat."


Alya mengeluarkan coklat dari dalam tasnya dia memang sering membawa untuk berjaga jika mood-nya nanti akan jelek.


"Nggak selera."


Vera masih lesu membolak-balik tumpukan kertas yang ada di tangannya.


"Makan aja biar nggak di tekuk terus itu muka."


"Rese kamu Al, huuh... huhhh... Perjuangan ku seminggu kenapa jadi gambar-gambar begini dicorat-coret."


Alya sebenarnya ingin tertawa namun dia tahan.


"Sabar ini makan, minum nggak usah sedih terus. Nanti aku temani kalau revisi."


Vera langsung menatap kearah Alya.


"Serius, kamu nginep rumahku kan."


"Ya kamu lah, yang tidur di rumahku. Aku kan kerja bisa dipecat aku nanti izin gak berangkat."


"Sama aja, nggak jadi ngerjain kalau sama kamu."


"Kok bisa."


"Kamu nya kalau lagi ngerjain itu sambil senyam-senyum sendiri nggak jelas."


"ha ha ha ha... Itu mood booster Ver."


"Kamu ada mood booster nya, lha aku."


Vera manyun lagi, Alya memang sering senyum-senyum sendiri kalau lagi ngerjain revisi soalnya sambil chat sama Angga.


"Tapi Al, ngomong - ngomong gimana kelanjutannya habis jalan bareng."


Vera menelisik wajah Alya yang tersenyum aja.


"Tau Ver, jalani aja buat penyemangat."


Itu di mulut saja tapi dalam hati Alya berharap akan lebih dari sekedar teman saja dengan Angga.


"Masa nggak ada kejelasan Al, kalian udah jalan berdua terus tiap hari chatting masa iya Dia cuma mau gantung kamu Al."


"Hufft... "


Alya mengembuskan napasnya yang terasa berat.


"Tau Ver, pokoknya jalani aja."


Katanya dengan tersenyum namun Vera tentu paham senyum yang hanya di bibirnya saja.

__ADS_1


"Aku juga mau kejelasan Ver, tapi apa daya ku.. Sudah lah.."


Dalam hati Alya pun berharap dengan adanya kejelasan hubungan mereka berdua.


"Semangat Al, anggap aja penghibur ya ha ha ha.."


"Siip.."


Dosen pembimbing Alya pun keluar dari dalam kelasnya dan menuju ruangannya Alya pun bersiap karena memang sudah membuat janji.


"Masuk dulu ya Ver, nitip tas."


"Semangat Al."


Alya tersenyum dan masuk ke dalam ruang dosen untuk menemui dosen pembimbingnya.


Sekitar setengah jam Alya sudah keluar dari ruangan itu dengan senyum yang sumringah.


"Gimana Al."


Vera sudah bisa menebak pasti temannya itu mendapatkan respon yang bagus.


"Alhamdulillah Ver, bab 1 dan bab 2 ACC ini tinggal revisi sedikit di bab 3 dan bisa lanjut bab 4."


"Kamu beruntung Al, dapat dosen pembimbing yang mudah."


"Tapi justru ini bumerang untuk aku Ver, nanti kalau dapat dosen pengujian lumayan ketat aku bisa kelimpungan."


"Pokoknya semangat."


Mereka memasukan berkasnya ke dalam tas dan segera pulang ke rumah Alya.


Vera hanya mampir sebentar saja karena dia langsung pulang ke kotanya.


"Kamu nggak nginep sini Ver."


"Aku langsung pulang aja ya Al, supaya bisa mengerjakan itu coret - coret dari dosen.."


"He he he.. Sabar. Tiga hari lagi kita maju ya untuk menyelesaikan sampai bab 3, karena setelah itu bab 4 kita harus membuat analisis dan program jadi membutuhkan waktu yang agak lama."


"Oke..."


Vera setelah berpamitan dengan ibunya Alya dia pun segera melajukan sepeda motornya untuk pulang ke rumah takut keburu sore dan cuaca sudah mulai mendung.


Habis maghrib Alya merasakan matanya mengantuk mungkin kalau terlalu capek seharian di kampus belum lagi lelahnya kemarin untuk menyelesaikan sampai bab 3 hingga harus berdagang.


Alya masuk ke dalam kamar dan tak terasa dia terlelap sendiri ke alam tidur.


tok...tok...tok...


"Alya, jangan lupa sholat isya bangun dulu."


Ibunya mengetuk pintu kamar Alya yang dikunci dari dalam.


"Al.. Bangun dulu sholat."


Lagi dan diulangi lagi oleh ibunya karena belum ada jawaban dari dalam.


"Al.. Alya..."

__ADS_1


"Hmmmm...."


"Sholat dulu nanti tidur lagi."


"Iya Buk.."


Alya bangun dan bersandar di tempat tidurnya untuk menyadarkan dirinya dulu.


"Jam berapa sih.."


Alya mengambil ponselnya dan melihat jam menunjukkan pukul 9 malam.


Dia segera bangun dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan salat Isya.


Dia melihat rumah sudah sepi hanya Ikhsan yang masih nonton televisi kedua orang tuanya pun sudah istirahat di kamar mereka begitu pula dengan Dani.


Alya berlalu ke kamar mandi dan segera mengambil air wudhu dan melaksanakan salat.


Selesai sholat mata Alya malah terjaga, Dia membuka laptopnya ingin membaca kembali file skripsinya daripada hanya bengong.


Sudah kebiasaan Alya dia pasti sambil mengerjakan juga sambil membuka media sosialnya sekalian browsing untuk mencari referensi.


Ting...


Masuk notifikasi pesan ke Messenger Alya setelah beberapa menit Alya online.


"Gimana bimbingannya tadi."


pesan dari Angga.


bibir Arya lalu tersenyum seperti mendapatkan mood booster.


"Alhamdulillah, jadi kayak buku gambar 😥😥😥."


balas Alya.


"Semangat dong ☺☺☺."


"☺☺☺, harus semangat."


Balas Alya.


"Mau lembur lagi malam ini, apa belum ngantuk jam segini."


Segitu perhatiannya Angga, bagaimana Alya tidak salah paham coba.


"Baru bangun tidur kok, capek banget habis salat magrib langsung tidur sekarang malah melek nih."


"Jangan malam - malam kalau tidur, aku malah ngantuk nih."


Balas Angga lagi.


"Tidur aja Pak."


"Nanti kamu nggak ada yang nemenin."


"Biasanya juga sendiri berani 😃😃😃😃."


Lama tak ada jawaban lagi tidur beneran si Angga.

__ADS_1


😆😆😆😆😆


__ADS_2