DIARY ALYA

DIARY ALYA
133


__ADS_3

"Kamu bohong ya, sakit kamu itu. Tadi minum sama makan apa. Atau jangan-jangan kamu ikutan minum es ya sama Dani."


"he he he.. Dikit Mas, lihat Dani seger banget."


Angga mukanya langsung berubah agak kecewa Alya tidak mendengarkan ucapannya.


"Mas marah ya."


"Mas nggak marah, cuma kecewa aja sama kamu. Mas peduli sama kamu sampai melarang kamu minum es tapi kamu sendiri enggak sayang sama diri kamu sendiri Alya."


"Maaf Mas."


"Nggak perlu minta maaf, kamu harus sayang sama diri kamu sendiri. Sekarang kalau sakit siapa yang merasakan kamu sendiri kan. Buat khawatir orang - orang yang sayang sama kamu, Alya jangan pikirin kesenangan diri sendiri."


"Iya Mas, Alya nyesel."


"Nyesel tapi nanti diulangi lagi."


"Nggak Mas, Alya janji."


Alya menunjukan dua jarinya tanda damai.


"Jangan janji sama Mas, janji sama diri kamu sendiri nggak akan mengulangi dan akan lebih sayang sama diri kamu."


"Iya Mas, Alya nyesel nggak akan mengulangi. Udah ya Mas."


"Kenapa udah bosan diomelin ya, kamu bandel, keras kepala kalau di bilangin."


Alya diam saja memasang muka memelas, tapi Angga masih ngomel terus biar Alya jera dan lebih sayang sama dirinya sendiri.


"Mau nangis kalau di bilangin."


"Hiks...hiks... Udah Mas, iya Alya janji nggak ngulang ini lagi."


Alya meneteskan air matanya beneran.


"Periksa besok, nggak usah berangkat kerja."


Angga mulai melunak, dia nggak bisa lihat Alya nangis.


"Iya Mas, aku mau istirahat."


Alya masih menyeka air matanya.


"Bilangnya istirahat nanti malah nggak tidur."


Angga menggoda Alya lagi, tapi itu semua juga demi kebaikan Alya.


"Nggak Mas, Alya beneran tidur. Mas nggak percaya."


"Mas cuma mengingatkan kamu."


"Iya Mas, makasih perhatian sama Alya."


"Sayang udah jangan nangis, maafin Mas ya keras sama kamu, masalahnya kamu bandel di bilangin nggak bisa."


"Hiks.. hiks.. Iya Mas, Alya mau tidur pusing."


"Ya udah beneran tidur ya, jangan main ponsel terus."


"Iya Mas, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, selamat beristirahat tidur yang nyenyak Sayang."


Alya menganggukkan kepalanya kemudian mengakhiri panggilan video call mereka.


Tak mau mengecewakan Angga lagi Aly meletakan ponselnya kemudian pergi tidur supaya besok badannya segar kembali.


Esok menjelang, Alya terbangun mendengar adzan subuh. Dia merasakan badannya demam dan rasanya semakin berat saja kepalanya.

__ADS_1


"Ya Allah maafkan hamba yang dzolim dengan diri hamba sendiri."


Sekarang baru menyesal Alya, ternyata nikmat sehat itu luar biasa tak ada bandingannya.


Alya keluar dari kamarnya mencari ibunya yang biasanya berada di dapur.


"Buk.."


Ibunya menoleh ke belakang.


"Kenapa Al."


"Pusing, panas badan Alya."


Ibunya meletakkan sayur yang tadi dia potong mendekati Alya dan memegang dahinya.


"Ya Allah Al, pergi periksa ya biar di antar Ikhsan."


"Ikhsan nggak sekolah Bu."


Alya kalau sudah seperti itu jatuh sakit pasti memeluk ibunya.


"Dia kan PKL berangkatnya juga agak siang."


"Ya Bu."


"Udah sholat dulu sana, terus nggak usah berangkat kerja badan kamu kayak gitu nanti malah tambah drop."


"Iya Bu."


Alya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Dia tidak berani mandi pagi karena badannya terasa panas. Dia langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan salat subuh.


Selesai sholat subuh Alya mendengar HP-nya sudah bergetar.


Angga pagi - pagi sudah menelponnya.


" Waalaikumsalam, gimana keadaan kamu."


Suara Angga terdengar khawatir.


"Badan Alya panas Mas, ini mau periksa."


Layar ponsel Alya langsung berubah ada permintaan panggilan video call.


"Jilbab mana jilbab."


Alya menarik jilbab instan yang ada di kursi dan langsung memakainya.


"Ya Mas."


"Kok lama ngapain."


Nggak sabaran banget Angga ini.


"Baru melepas mukena Mas."


Angga memperhatikan wajah Alya.


"Kenapa Mas."


"Mau periksa sama siapa."


"Ikhsan."


"Dia nggak sekolah, mau Mas anterin."


"Nggak usah Mas, makasih. Mas Angga harus kerja. Ikhsan kan lagi PKL berangkatnya siang."


"Hati - hati ya. Bilang sama Ikhsan naik motornya pelan-pelan saja."

__ADS_1


"Iya Mas."


Terdengar ketukan pintu kamar Alya.


tok..tok..


"Alya minum teh hangat dulu sama makan roti sebelum periksa." Suara Ibunya memanggil.


"Iya Bu."


"Mau berangkat sekarang."


"Bentar lagi Mas."


"Ya udah diminum dulu itu teh hangatnya sama diisi perutnya, biar ada tenaga badannya."


"Iya Mas, udah dulu ya Mas. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, hari ini kamu harus istirahat total jangan buka laptop ataupun mikirin kerjaan."


Angga langsung memperingatkan keras.


"Iya Mas, Mas berangkat kerja hati-hati ya."


"Iya Sayang, Miss U."


Alya tersenyum saja, kayaknya virus bucin sedang menyerang Angga.


Alya keluar dari kamar kemudian menikmati teh hangat yang sudah disiapkan oleh ibunya dan memakan roti supaya badannya ada tenaga.


"Hati - hati ya San."


Pesan ibunya saat Alya dan Ikhsan akan berangkat.


"Iya Bu."


Mereka berdua berangkat ke dokter, Alya hanya diam saja dibonceng oleh Ikhsan dan tak begitu lama mereka pun sudah sampai.


Antrian lumayan panjang, Alya menunggu dengan sabar. Sambil mengantri di panggil Dokter Dia mengirimkan pesan kepada bapak wakil kepala sekolah untuk meminta izin tidak masuk hari itu.


Sekitar 30 menit akhirnya ia pun dipanggil dan melakukan pemeriksaan di dalam. Alya disarankan untuk beristirahat dan meminum obat yang telah diresepkan oleh dokter.


Sesampainya di rumah, Alya sarapan dan segera mengkonsumsi obat itu supaya badannya kembali Fit.


Angga walaupun jauh dia Alya dia terus memberikan perhatiannya dengan mengirimkan pesan, menanyakan keadaannya dan selalu mengingatkannya untuk beristirahat.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kalau sakit gini kasihan juga semalam aku marahi dia."


Angga sembari mengaca di depan cermin dan akan segera berangkat bekerja.


"Cepat sembuh Sayang, sepi kalau nggak ada kamu di sekolah."


Angga mengenakan jaketnya kemudian mengambil tas dan berangkat kerja.


Sesampainya di sekolahan Dia berpapasan dengan bapak wakil kepala sekolah yang sudah menerima izin dari Alya.


"Pak Angga, Bu Alya sakit apa."


"Kecapekan, terus jadinya radang dan sekarang badannya panas. Pak."


"Semoga cepat sembuh ya Pak, Bu Alya."


"Iya Pak, Aamiin."


Angga menuju ke ruangannya kemudian melepaskan jaket dan menanggalkan di kursinya segera keluar untuk menertibkan siswa.


☺☺☺☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2