
~Alya PoV~
Halu Kamu Al...
Selama ini Mas Rafi cuma anggap kamu biasa aja, sakit kan kamu sekarang...
Nangis kan, harusnya kamu nggak usah mengikuti perasaan..
Sekarang jadi makan hati sendiri, sakit kan....
Aku hanya ingin sendiri sekarang, pingin nangis tapi bingung kenapa aku nangis. Ini kan salah ku sendiri terlalu baper sih...
Bingung kenapa aku kayak gini, sesak banget rasanya, kecewa dan marah dengan diri ku sendiri yang terlalu berharap.
Alya.. bangun lanjutkan mimpi Mu, suatu saat pasti akan ada kebahagiaan yang menghampiri mu.
Sekarang fokus belajar untuk Olimpiade tingkat provinsi, harumkan nama sekolah buat bangga kedua orang tuamu.
Begitulah aku saat kecewa ngomel sendiri supaya bisa lega pikiran ini, hari masih harus berlanjut, mimpi dan cita - cita harus tetap diraih.
Masih banyak hal yang penting yang bisa aku pikirkan tak perlu terlalu meratapi perasaan ini yang terbawa oleh halusinasi sendiri.
Semangat Alya.. Semangat...
😊😊😊😊😊
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Esok hari Alya bangun dengan semangat baru setelah semalaman menangis dan mengintropeksi dirinya sendiri.
"Alya semangat,..."
Selesai sholat subuh seperti biasa Alya akan membantu ibunya di dapur.
__ADS_1
Setelah itu dia bersiap untuk mandi, sarapan bersama dan berangkat ke sekolah.
Saat mereka sarapan ada tamu datang, " Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam." jawab mereka semua yang ada di dalam rumah.
"Al, coba lihat siapa yang datang." pinta ibunya.
Alya ke depan menemui orang yang mengucapkan salam tadi.
"Mbak Saroh, ada apa."
Tanya Alya, Saroh itu ibunya Ida yang biasanya bareng dengan Alya berangkat dan pulang sekolah.
"Al, Ida enggak masuk ini sekalian nitip surat izinnya dia sakit."
"Iya Mbak, nanti Alya sampaikan."
"Makasih Mbak, Alya bareng sama Bapak aja kebetulan masuk pagi."
"Ya udah, Makasih ya Al jangan lupa nanti sampaikan sama wali kelasnya Ida."
"Iya Mbak."
Setelah Mbak Saroh pulang, Alya segera menghabiskan sarapannya dan bersiap berangkat ke sekolah bareng dengan Bapaknya yang akan masuk kerja shift pagi.
Sesampainya di sekolahan Alya turun di depan gerbang dan tak lupa mencium tangan bapaknya.
"Pak Alya pulang sore, ada persiapan untuk lomba."
"Ya Al, nanti Bapak jemput tunggu saja di sekolahan."
"Ya Pak."
__ADS_1
Kemudian Bapaknya Alya sekolah juga sepeda motornya menuju ke tempat kerjanya.
Alya berjalan menuju ke kelasnya, dan berpapasan dengan Rafi yang juha baru datang namun lewat gerbang belakang dari arah parkiran sepeda motor.
"Alya..."
Panggil Rafi.
"Iya Mas, ada apa."
Alya berusaha untuk tetap biasa saja, dan dia sudah bertekad untuk melupakan perasaan itu.
"Soal proposal sudah ACC, kamu bisa fokus sama persiapan lomba kamu."
"Ya Mas makasih, Maaf gak bisa bantu persiapan untuk pelantikan."
"Enggak masalah, masih banyak anak-anak yang lain semoga kamu sukses ya membawa nama baik sekolah kita."
"Makasih Mas, Saya permisi."
Alya berlalu dari hadapan Rafi yang masih melihatnya.
"Kamu beda Al, maaf bukannya aku tidak mengerti tapi perasaan ini meminta ku untuk memilih yang lain. Aku hanya ingin bisa berada di dekat mu jika kita punya hubungan mungkin setelah putus, kita akan saling bermusuhan dan ada rasa canggung."
batin Rafi.
"Ngelamun aja, ngapain.."
Wahid mengagetkan Rafi yang masih diam berdiri memandang Alya berjalan menuju ke kelasnya
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, KASIH HADIAH JUGA DONG ☺☺☺☺
VOTE.. boleh juga gaysss 🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1