DIARY ALYA

DIARY ALYA
135


__ADS_3

Pagi itu Angga sudah bersiap untuk berangkat menuju ke stasiun dengan diantar adik iparnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan kereta akan berangkat pukul 10.


Setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya Angga pun menuju ke stasiun, dia tak mau ketinggalan kereta.


Sesampainya di sana Angga melakukan check in tiket dan menuju ke kereta untuk mencari tempat duduknya. Sambil menunggu keberangkatan kereta Angga mengambil ponselnya kemudian mengambil gambar dirinya dan mengirimkannya kepada Alya.


"Miss you Sayang, jaga diri baik - baik ya 😘😘😘."


Tak lama ada panggilan di ponsel Angga.


"Halo, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, Mas sudah di kereta ya."


"Iya Sayang, kamu lagi istirahat."


Alya sudah masuk kembali untuk bekerja.


"Iya Mas, Mas hati-hati di sana jaga diri baik-baik jangan lupa kasih kabar."


"Iya Sayang Ku, pesannya banyak banget. He he he... Kamu yang harus jaga diri, kalau naik motor jangan ngebut."


Angga terkekeh.


"Iya Mas, Alya nggak ngebut cuma cepat aja he he he.."


"Kalau dibilangin gitu, Mas pulang nih kalau nggak nurut."


"Pulang aja, weekkk.."


Alya malah bercanda.


"Beneran."


"Iya pulang aja Mas, nggak usah berangkat ha ha ha..." Tawa Alya.


"Ya tiga hari lagi Mas pulang, Awas ya udah gemes nih sama kamu."


"Mau diapain Alya."


"Kamu mintanya diapain hayo.."


"Dibawain oleh-oleh dong, ha ...ha...ha..."


"Minta apa Sayang."


"Minta Mas selamat dong sampai rumah kita jumpa lagi."


"Oke tunggu Mas ya . Awas kalau di kampus jangan deket-deket cowok lain."


"Ha ha ha... Suka cemburu nih Mas Angga."


" Cemburu itu tanda sayang."


"Hmmm.. Iya Alya juga cemburu kalau Mas Angga di sana deket-deket sama cewek lain."


"Mas malah seneng kamu cemburu."

__ADS_1


"Udah dulu ya Mas, Anak - anak udah pada masuk. Assalamualaikum, hati-hati ya di jalan jangan lupa kabari kalau sudah sampai."


" Waalaikumsalam kamu jangan capek - capek habis sakit, Miss you."


"Miss U too."


Dunia terasa hanya milik mereka berdua.


Kemudian terdengar peringatan jika kereta akan berangkat dalam waktu 5 menit lagi.


Semua penumpang sudah naik ke atas kereta, Angga duduk di sebelah jendela memandang ke luar jendela melihat pemandangan yang terhampar di depan matanya.


Perjalanan yang akan ditempuh sekitar 3 jam, kemudian akan dilanjutkan dengan perjalanan darat untuk menuju ke hotel.


🌹🌹🌹🌹🌹


Alya sendiri sibuk di sekolahan, Dia masih ada jam mengajar hingga pulang.


"Kapan ke kampus lagi ya."


Alya berbicara sendiri di dalam hatinya. Dia kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Vera.


"Ver gimana selesai belum program kamu."


"Belum Al, gimana ya Al kita minta tolong siapa gitu yuk kepala aku sudah pusing."


"Betul Ver, aku aja sampai drop kemarin."


"Gimana kalau kita minta tolong kakak kelas kenalan ku."


"Boleh Ver, memang kamu ada kenalan Kakak Kelas."


"Ada Dia jago banget buat program kayak gini, tapi dia cowok kamu bilang dulu sama pacar kamu itu nanti cemburu lagi."


"Wah bebas dong kamu Al, ha ha ha..." tertawanya Vera terdengar puas sekali.


"Wah, punya teman satu tapi saraf ini. Suka banget kalau aku nanti dimarahin sama Mas Angga ya."


"Ha ha ha... Oke aku hubungin dia dulu ya nanti kita janjian bisa ketemu kapan."


"Oke, Makasih ya Ver."


"Yang penting cepat selesai kita bisa segera daftar sidang."


"Sip.. Temen ku satu ini pokoknya the best."


Bel pulang sudah berbunyi Alya bersiap untuk kembali ke rumah.


Dia membereskan semua peralatannya mengajar namun tiba-tiba ponselnya pun bergetar.


Senyumnya berkembang di bibirnya begitu melihat pesan masuk dari Angga.


"Mas, udah sampai Sayang. Ini baru Check in di hotel."


"Iya Mas Alhamdulillah. Alya pulang dulu ya Mas nanti teleponnya kalau udah sampai rumah."


"Hati - hati Sayang."


"Oke."

__ADS_1


Alya segera mengambil sepeda motornya dan melajukannya menuju ke rumah.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit dan lalu lintas di siang hari itu juga lumayan lengang Alya telah memarkirkan sepeda motornya di teras rumahnya.


" Assalamualaikum." Ucap Alya.


" Waalaikumsalam, udah pulang Al."


Alya meraih tangan Ibunya dan mencium tangannya.


"Sudah Bu."


" Ya udah bersih-bersih sana terus makan."


"Iya Bu."


"Angga udah berangkat ke luar kota Al."


"Udah tadi pagi Bu, ini tadi sudah sampai hotel."


"Ya sudah sana istirahat, jangan lupa obatnya dihabiskan kebiasaan kamu kalau minum gak dihabiskan mentang-mentang badan yang sudah terasa enak."


"Iya Buk."


Alya mana gambarnya untuk segera berganti baju, setelah itu membersihkan tangan dan kakinya segera makan siang.


Alya membawa piringnya ke depan dia ingin makan sambil nonton televisi bersama ibunya.


"Al, ada undangan tadi."


"Dari siapa Bu."


"Ini mantan kamu he he he..."


Ibunya walah terkekeh sambil memberikan undangan dari Tri.


"Dia ke sini Bu."


Alya mengambil undangan yang ada di depannya dan membacanya.


"Nggak."


"Tadi temen kamu perempuan, siapa ya namanya Yuli kalau nggak salah."


"Yuli."


Alya meletakkan undangan itu begitu saja dan melanjutkan makannya.


"Kamu mau ke sana."


"Belum tau Bu, bilang Mas Angga dulu."


"Nanti Angga cemburu."


"Yang penting Alya cerita dan jujur, kalau dia nggak kasih ijin ya nggak pergi Bu."


"Ya sudah, yang penting kamu ngomong apa adanya sama Angga."


"Iya Bu, Alya dan Mas Angga sudah janji untuk saling jujur."

__ADS_1


"Bagus lah."


😱😱😱😱😱


__ADS_2