
Satu minggu menjelang wisuda Alya dan Vera akan ke kampus karena ada gladi bersih yang harus mereka ikuti.
Saat ini Alya masih di sekolahan baru selesai mengajar dan masih membereskan laptopnya.
"Assalamualaikum." Angga terlihat tersenyum di pintu Lab dan masuk mendekati Alya.
"Waalaikumsalam."
Jawab Alya yang tersenyum balik kepadanya.
"Jadi ke kampus."
Angga berdiri di samping Alya dan mengusap kepalanya.
"Jadi Mas, masih sibuk Mas buat acara besok."
"Iya, kamu nggak papa kan pulang sendiri."
"Nggak papa, biasanya juga pulang sendiri." Alya tersenyum.
"Hati - hati ya, Mas masih lembur."
"Iya, Alya pulang duluan ya Mas."
Alya mengenakan jaketnya dan bersiap pulang.
"Hati - hati kalau sampai rumah kabari."
"Oke."
Alya berjalan ke parkiran tanpa Angga karena dia masih ada pekerjaan tadi hanya memastikan melihat Alya sebelum dia pulang.
Alya menaiki sepeda motornya meninggalkan lokasi sekolahan menuju ke rumahnya. Dia akan berangkat ke kampus nanti sore bersama dengan Vera.
Sesampainya di rumah, Alya mengucapkan salam dan kemudian berlalu ke kamarnya untuk berganti pakaian dan beristirahat tak lupa Dia mengabarkan ke Angga jika sudah sampai rumah.
Alya merasakan perutnya keroncongan, setelah membersihkan diri dia mengambil makan siang dan menyantapnya.
Selesai makan Alya beristirahat di kamarnya dan tak terasa Dia pun tertidur hingga sore hari, Dia terbangun saat mendengar adzan Ashar.
Alya bangun dan segera mandi dan melaksanakan kewajibannya.
Tok..tok...tok...
"Al.. Alya ada Vera."
Ibunya mengetuk pintu kamar Alya memberitahu jika Vera sudah datang.
__ADS_1
Belum ada jawaban dari Alya karena sedang sholat.
"Ver tunggu dulu ya, Alya mungkin lagi sholat tadi sudah mandi kok."
"Iya Bu."
Vera duduk di ruang tamu dan tak lama Alya pun keluar dan menemuinya.
"Berangkat sekarang atau nanti Ver."
"Besok aja gimana."
"Ha ha ha..." Tawa Alya.
"Beneran malahan tidur lagi aku." Alya bercanda aja dan duduk di samping Vera.
"Ya udah tidur aja yuk." Tambah Vera mereka berdua malah bercanda aja tidak segera berangkat ke kampus.
"Lho belum berangkat."
Ibunya Alya keluar dan melihat mereka berdua masih duduk di sana.
"Vera ngajak tidur lagi Bu." Celetuk Alya dan mereka berdua bergegas untuk berangkat ke kampus.
"Alya itu Bu."
"Hati - hati kalian."
"Iya Bu, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Alya membonceng Vera dan Mereka melaju ke kampus.
Tak butuh waktu lama mereka telah sampai dan bergabung bersama teman - teman mereka.
Raut wajah gembira tergambar di wajah mereka, segera akan sah mereka menjadi seorang sarjana komputer.
Acara segera di mulai untuk gladi bersih setelah panitia dari pihak kampus mengundang para mahasiswa untuk masuk ke aula yang nantinya akan dijadikan tempat wisuda.
Mereka semua antusias untuk mensukseskan wisuda, supaya berkesan nantinya jika sudah tidak menjadi mahasiswa di sana lagi.
Adzan maghrib berkumandang, latihan gladi bersih hari itu di akhir. Mereka semua keluar dari ruangan Aula dan akan dilanjutkan esok hari lagi untuk gladi bersihnya.
Alya dan Vera menuju ke masjid untuk sholat berjamaah, setelah selesai mereka masih berada di serambi dan mengobrol dengan teman - temannya.
"Al.."
__ADS_1
"Kenapa Ver."
Alya sedang membalas pesan dari Angga.
"Gimana rencana kamu setelah ini apa masih mau kerja di sekolahan."
"Iya dijalani aja Ver, aku rasanya kok nggak tega ya mau meninggalkan siswa-siswi ku. Ada rasa bahagia dan senang aja kalau sedang mengajar mereka. Rasanya itu bisa bermanfaat untuk orang lain itu menyenangkan."
"Apa karena Mas Angga di sana."
"He he he... itu bonus Ver, tapi jujur ya Ver memang rasanya itu seneng kalau kumpul sama anak-anak."
"Gimana kelanjutan hubungan kalian."
Alya meringis ke arah Vera, Ia memang belum cerita jika Angga sudah menyatakan keseriusannya bahkan kepada kedua orang tua Alya.
"Ngapain kamu."
Vera curiga ada sesuatu yang disembunyikan oleh Alya.
"Doakan ya Ver, semoga diberi kemudahan."
"Kalian sudah serius."
Vera langsung menatap ke arah Alya yang hanya tersenyum saja.
"Mas Angga udah melamar aku Ver, bahkan kan sudah bilang sama bapak dan ibu."
"Wah.. Jahat kamu nggak cerita sama aku." Vera pura-pura merajuk.
"Doakan saja Ver, kita berjodoh."
"Aamiin.. Semoga aku juga bisa segera menyusul ya Al he he he..."
"Kenalin sama aku cowoknya."
"Kamu ke rumah ku sama Mas Angga."
"Kalau itu kita enggak bisa janji ya, Mas Angga sibuk."
"Kalau kamu yang ngomong Pasti Mas Angga langsung mengiyakan."
"He he.. Nanti ya aku coba."
Alya merasakan ponselnya bergetar, dan ia segera menjawab panggilan dari Angga.
😁😁😁😁😁
__ADS_1