DIARY ALYA

DIARY ALYA
73


__ADS_3

Alya bernafas lega, hari ini dapat dia lalui dengan penuh rasa syukur. Walaupun di pagi hari dia harus senam jantung sepeda motornya bocor dan harus mengisi jam mengajar pertama namun untung mempunyai rekan kerja yang baik dan mau memahaminya.


Alya selesai mengajar dia ingin beristirahat sebentar di ruang guru sambil bercanda dengan rekan-rekan guru lainnya.


"Bu Alya gimana, nggak papa kan cuma sepeda motornya aja kan yang bocor."


Bu Eni yang duduk di sebelahnya heboh.


Alya tersenyum dia merasa senang diperhatikan oleh rekan-rekan kerjanya.


" Alhamdulillah saya tidak apa-apa Bu, hanya ban sepeda motor saya saja yang kena paku tetapi karena saya tidak merasakan pas kenanya jadi tetap saya bawa untuk berjalan dan akhirnya baru terasa saat sepeda motor saya terasa oleng jalannya."


" Lain kali hati-hati ya Bu, memang kadang sering banyak ranjau di jalan."


"Iya Bu, makasih."


Alya merasakan haus dia membayangkan nikmatnya es teh dingin, akhirnya dia pun beranjak dari tempat duduknya menuju ke kantin.


"Saya mau ke kantin Bu, apa Bu Eni mau nitip sesuatu."


"Oh.. Nggak Bu makasih."


Alya pun tersenyum melanjutkan langkahnya.


"Mau kemana Bu."


Tanya Bu Laras yang kebetulan baru datang dari kelas.


"Ke kantin, Bu Laras mau ikut."


"Boleh, sebentar saya taruh buku dulu."


Alya menganggukkan kepalanya dan menunggu Bu Laras di luar.


"Ayo Bu."


Bu Laras menghampiri Alya yang menunggunya.


"Oke."


Mereka berdua berjalan menuju ke kantin, jangan sesekali bertegur sapa dengan murid-muridnya yang sedang beristirahat


"Penuh ya Bu."


Alya melihat tempat duduk yang ada di kantin tersebut sudah penuh dengan anak-anak.


"Iya Bu, kalau jam istirahat kan memang penuh."


Bu Laras mengedarkan pandangannya ke seluruh area kantin sambil menengok ke arah kanan kiri siapa tahu masih ada bangku yang kosong bisa ditempatinya bersama Alya.


"Kayaknya ada kosong Bu di sana."


Bu Laras menunjuk ada dua bangku kosong agak di ujung.


"Boleh kita ke sana Bu, tapi pesan dulu sini ya."


Alya memesan es teh yang membuatnya menelan ludah dan Laras pun sama di tambah satu mangkuk soto karena belum sempat sarapan tadi.

__ADS_1


Setelah menunggu sebentar Alya dan Laras menuju ke bangku yang di maksud tadi namun ternyata ada yang duduk di sana.


"Kok sudah ada yang duduk."


Ucap Alya saat menoleh ke arah bangku tadi.


"Kita ke sana aja dulu Bu. Kayaknya masih ada yang kosong."


Kata Bu Laras dan di anggukan oleh Alya mereka berdua pun berjalan menuju ke bangku tersebut.


"Pak Angga."


Sapa Laras menyapa seseorang yang duduk di bangku itu dan ternyata adalah Angga yang sedang menikmati makanan dan minumannya.


"Bu Laras, Bu Alya."


Ucap Angga dan menoleh ke arah sumber suara ternyata ada mereka berdua.


"Boleh gabung Pak."


Tanya Bu Laras.


"Silahkan Bu, tapi cuma satu tempat duduknya dan saya juga belum selesai."


Angga menatap rekan kerjanya itu.


"Saya di sana aja nggak papa, Bu."


Alya melihat ada satu bangku kosong di antara siswa-siswinya."


Angga berdiri dan mendekati satu kursi yang kosong diantara siswa-siswinya itu kemudian mengambilnya membawa ke meja yang ada di hadapannya.


"Silahkan Bu Alya, kita makan bersama di sini mari silakan Bu Laras."


"Makasih Pak."


Ucap Alya dan mendapatkan senyuman dan juga anggukkan kepala dari Angga.


"Sama - sam Bu, silahkan duduk."


Bu Laras menatap Mereka berdua bergantian dan senyum pun terukir di bibirnya.


"Ayo Bu Alya duduk, nggak enak kan sudah diambilkan sama Pak Angga."


Alya menganggukkan kepalanya kemudian duduk di kursi yang telah diambilkan Angga tadi.


"Bu Alya nggak makan."


Angga melihat Alya hanya membawa es teh satu gelas serta cemilan saja.


"Nggak Pak, saya sudah sarapan di rumah ini tadi hanya ingin aja minum yang segar."


Angga pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya sembari melanjutkan makannya.


"Bu Laras saya lupa bawa gorengan sebentar ya Bu."


Bu Laras beranjak dari tempat duduknya untuk menuju ke penjual kembali.

__ADS_1


Saat Bu Laras pergi Alya merasa risih jika cuma berdua dengan Pak Angga, Dia diam saja sambil mengunyah camilan yang ada di tangannya.


"Bu Alya berapa jam perjalanan ke sini."


Angga mencairkan suasana dengan mengajak Alya ngobrol.


"Sekitar 30 menit sudah sampai sini Pak, kalau lalu lintas sedang lancar."


"Lumayan jauh ya Bu."


"Nggak begitu Pak."


Mereka asyik dengan obrolannya hingga tak sadar Bu Laras memperhatikan mereka yang terlihat asyik berbicara berdua.


"Ehemmm.. Saya ganggu ya."


Bu Laras datang dengan membawa gorengan dan meletakkannya di meja.


"Nggak Bu."


Jawab Mereka serempak.


"He he he... Kompak."


Kekeh Laras dan membuat mereka berdua kikuk.


"Buruan dihabiskan Bu sebentar lagi masuk."


"Santai Bu Alya, saya kosong kok masih nanti jam ngajarnya."


"Bu Alya masih ngajar ya, karena tadi kita tukeran jam."


Kata Angga dan Alya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya Laras pun memperhatikan interaksi mereka berdua.


"Oh, jadi tadi tukaran jam ya Bu sama Pak Angga."


"Iya Bu, saya kan telat tadi."


"Nggak papa Bu, lain kali kalau misal ada masalah di jalan langsung telepon saja nggak papa Bu kebetulan kan jam kita berlanjut."


Ucap Angga membuat Laras berhenti mengunyah makanannya yang ada di dalam mulut mendengar Angga berucap seperti itu.


"Makasih Pak, semoga kedepannya baik-baik saja enggak ada masalah lagi di jalan."


Kata Alya.


"Aamiin, hati-hati kalau di jalan Bu."


Kata Angga.


"Baik Pak."


Kata Alya dengan tersenyum membuat Laras tersedak.


"Uhuuukkk..."


😁😁😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2