
Angga mengambil tasnya begitu pula dengan Alya.
"Mas kita mau kemana."
"Makan yuk, Mas lapar."
Angga meraih tangan Alya menuju ke parkiran.
"Mas, ada Siswa."
Alya melepaskan genggaman tangan Angga.
"Emang nggak boleh."
Goda Angga.
"Nggak boleh, guru BK kok ngasih contoh yang nggak baik." Alya meledeknya dan berjalan duluan meninggalkan Angga yang terkekeh mengikutinya.
Angga memboncengkan Alya karena Mereka akan kembali lagi ke sekolahan.
Kesukaan Angga makan nasi padang, Alya sudah hafal pasti Dia langsung membelokan ke rumah makan yang ada didepannya.
"Pasti belok." Tebak Alya.
"Kok tau."
"Udah hafal Alya Mas."
Mereka berdua masuk dan memesan sesuai selera mereka masing - masing.
"Lapar banget ya Mas."
Alya melihat Angga makan lahap sekali.
"Mas belum sarapan tadi."
"Kok nggak bilang kalau belum sarapan, kan bisa makan dari tadi."
"He he he... Susst... Makan dulu bicara nanti."
Alya menyantap makanan di depannya sambil memperhatikan Angga yang kelihatan kelaparan.
"Ibu nggak masak Mas."
Setelah Angga menghabiskan makanannya Alya mulai bicara lagi.
"Tadi masak, Mas nggak selera."
"Tadi bilang Alya, tak bawain sarapan."
"Besok bawain ya."
Angga dengan senyum khasnya.
"Iya..."
Mereka selesai makan, dan Angga mengajak kembali ke sekolahan.
"Sayang, mau beli apa."
"Udah kenyang Mas."
Angga berhenti di depan toko buah.
__ADS_1
"Kenapa berhenti Mas."
"Beli buah Sayang, buat temen - temen di sekolahan."
Angga mengeluarkan dompetnya dan memberikan dua lembar uang kepada Alya.
"Beli apa."
"Apa aja yang enak."
Alya masuk ke dalam dan Angga menunggu saja di atas sepeda motor.
"Berat Mas."
Angga menghampiri Alya yang keberatan membawa dua kresek kantong.
"Udah semua."
"Udah Mas."
Mereka kembali lagi ke sekolahan, dengan bawa oleh-oleh untuk bapak ibu guru yang ada di sana.
"Wah dalam rangka apa ini."
Tanya Bu Susi yang ikut menikmati buah yang dibawakan oleh Alya tadi.
"Syukuran Bu Alya."
Jawab Angga, Alya langsung menatapnya dan mendapatkan senyuman balik dari Angga.
"Wah.. Sering - sering ya Bu Alya."
Alya tersenyum aja padahal yang beli tadi Angga.
"Sore ke kampus." Tanya Angga.
"Iya Mas, mau menyelesaikan pendaftaran wisuda."
"Mau Mas temenin."
"Makasih Mas, tapi nggak usah malah merepotkan Mas Angga. Alya sama Vera."
"Pacar kamu Vera ya, tiap hari sama Vera." Goda Angga dan dia berlagak marah.
"Mas kok bilang gitu, pacar Alya Mas Angga kan."
Alya menatap Angga.
"Jangan kayak gitu, bisa bikin Mas khilaf."
Alya langsung jalan duluan meninggalkan Angga.
"He he he.. " Angga terkekeh melihat tingkah Alya.
Mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing menggunakan kendaraan mereka sendiri.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Angga telah sampai di rumah dia langsung membersihkan diri dan setelah itu ingin beristirahat.
"Ga.."
Panggil Bapaknya.
__ADS_1
"Iya Pak, kenapa."
"Pacar kamu sudah wisuda."
Kemarin selesai dari sidang Alya membawakan sesuatu untuk keluarga Angga jadi dikira pacarnya itu sudah bisa wisuda.
"Belum Pak, baru selesai sidang skripsi."
"Kirain sudah wisuda."
"Emang kenapa Pak."
"Kapan Bapak diajak ke sana untuk melamarnya."
"Nanti Pak, kalau dia sudah wisuda."
"Ajak ke sini."
"Iya nanti Pak, ini masih sibuk mengurusi persyaratan untuk wisuda."
"Ya sudah."
Angga mengambil ponselnya dan segera menghubungi Alya, Dia ingin mengajaknya main ke rumah besok weekend.
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kenapa Al."
Vera melihat Alya hanya bengong saja.
"Mas Angga Ver."
"Kenapa marah Dia."
Alya menggelengkan kepalanya.
"Terus."
"Dia besok mau ajak aku ke rumahnya untuk ketemu kedua orang tuanya, aku harus gimana Ver."
"Iya bagus dong, dia iyakan aja lagian kan kalian berdua juga sudah ada pembicaraan mau serius kan."
"Aku takut Ver, kalau kedua orang tuanya galak gimana nanti. Aku kok jadi serem ya Ver kayam di tv-tv itu."
"Kamu Al, kebanyakan nonton sinetron."
"He he he... Deg - degan aku Ver."
"Ciye.. Mau ketemu camer."
Ledek Vera.
"Takut Ver."
"Udah yuk pulang, alhamdulillah udah selesai habis ini mikir cari kerja." Celoteh Vera.
"Mau kerja dimana."
"Belum tau Al, kamu enak udah kerja pasti habis wisuda mikirnya nikah."
"He he he... Aamiin aja deh.."
😁😁😁😁
__ADS_1