
Alya sedang bersiap sabtu ini dia libur kerja juga libur kuliah, dia sudah mengiyakan untuk jalan bareng Tri.
"Mau kemana Al."
Tanya Ibunya melihat putrinya sudah dandan dan tercium bau wangi parfum.
"He he he.. mau main Buk."
Ibunya Alya tersenyum sepertinya Putrinya sudah mempunyai hambatan hati.
"Sama siapa."
"Sama temen Buk, ''
"Hati - hati, mau kemana."
"Mau keluar aja Buk, cari es, he he he..."
Alya memang belum cerita kalau dia mau keluar dengan temannya cowok tapi mungkin Ibunya sudah punya feeling.
Alya dan Tri membuat janji aja di jalan karena Alya nggak mau jadi pembicaraan tetangganya anak gadis sudah dijemput cowok ke rumah.
Tri untungnya memahami itu dan ia mengiyakan untuk menjemput Alya di suatu tempat sudah keluar dari wilayahnya jadi kemungkinan untuk dikenali orang pun sedikit.
"Buk, Alya pergi ya. Assalamualaikum."
Alya meraih tangan Ibunya dan mencium punggung tangannya.
" Waalaikumsalam hati-hati ya Al."
"Ya Buk."
Alya menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di suatu tempat Alya berhenti dan sudah melihat Tri yang menunggunya di atas sepeda motornya sambil tersenyum.
Alya membuka helmnya dan maskernya hingga terlihat wajahnya membalas senyuman Tri.
"Udah lama Mas."
"Baru aja Al, sepeda motor kamu titipin aja di situ boncengan aja sama aku ya."
Alya menganggukkan kepalanya kemudian menitipkan sepeda motornya di tempat itu.
"Bisa kan naik."
Motor Tri tipe motor sport yang punya jog tinggi membuat Alya agak kesusahan untuk naik untuk dia pakai celana.
"Bisa Mas, tapi maaf ya aku pegangan pundaknya."
"Iya nggak papa."
Alya naik ke atas motor dengan berpegangan pada pundak Tri dan setelah bisa dia membenarkan helmnya.
"Udah Al, helmnya jangan lupa di kunci ya."
"Udah Mas."
"Oke.. Siap ya."
"Iya Mas, Bismillah."
__ADS_1
Tri menyalakan motor sepeda motornya kemudian mulai melajukannya perlahan menuju ke suatu tempat.
Alya tidak berani berpegangan pada Tri jadi dia hanya diam saja dan berdoa dalam hati Tri tidak kencang menjalankan sepeda motornya.
"Al, pegangan aja jaket aku."
"Oh.. Iya Mas, emang nggak papa."
"Nggak papa, kalau mau peluk juga nggak papa."
Kesempatan si Tri tapu Alya tidak mungkinlah melakukan itu.
"Kesempatan ya Mas."
"Ha ha ha.. hanya usaha Al siapa tau mau."
"Nggak, enak kan kamu Mas."
"Ha ha ha ..."
Setelah sekitar setengah jam mereka mengendarai sepeda, Tri menghentikan sepeda motornya di suatu tempat yang terlihat nyaman untuk sekedar nongkrong apalagi nuansanya terlihat sangat anak muda sekali.
Alya turun dari sepeda motor tenda berpegangan pundak Tri lagi, dan kemudian melepas helmnya.
"Sini Al."
Tri mengulurkan tangannya.
"Apa Mas."
Alya bingung apa maksudnya apa mau minta tangan Alya untuk digandeng.
"He he he.. Iya Mas."
Alya memberikan helmnya kepada Tri dan kemudian diletakkannya di atas sepeda motornya.
"Yuk masuk."
Alya mengikuti Tri yang masuk ke dalam.
"Kita duduk di sana ya."
Tri menunjuk kursi kosong yang ada di pojok yang terlihat kosong dan Alya mengikutinya.
"Mau minum apa."
Tanya Tri setelah mereka duduk.
"Jus Alpukat aja Mas."
Tri memberikan pesanan mereka kepada pelayan cafe, dan menunggunya.
"Kenapa Al."
Tri melihay Alya mengedarkan pandangannya ke segala arah yang ada di cafe itu.
"Nggak papa Mas, tempatnya bagus ya Mas, nyaman juga."
"Iya sering buat nongkrong, ngopi. Makanya banyak anak muda yang nongkrong di sini."
"Mas Tri sering ke sini."
__ADS_1
"Baru dua kali, itu juga di ajak Alan kemarin."
Alya menganggukkan kepalanya dan tersenyum aja, Tak lama kemudian datang pesanan mereka minuman serta camilan.
"Di minum Al, kamu pasti haus."
"Iya Makasih Mas."
Mereka menikmati hidangan yang tersaji di hadapan mereka.
"Al.."
Tri menarik perhatian Alya dengan memanggilnya.
"Iya Mas."
Alya memandangnya penasaran dan jantungnya berdegup lebih kencang.
"Soal pertanyaan ku kemarin gimana, maaf sebelumnya kalau aku membuatmu tak nyaman ya Al. Tapi Aku butuh kejelasan Al."
Tri mengatakan dengan tulus sambil menatap Alya dalam.
Alya memahami itu kemarin dia bilang mau minta waktu untuk berpikir dan wajar saja jika saat ini Tri menanyakannya kembali.
"Alya tau Mas, maafin Alya ya Mas kemarin memang Alya minta waktu untuk berpikir tetapi sekarang Alya akan memberikan jawabannya."
Tri mendengar itu sudah pasti bersemangat dan ingin segera mengetahui jawaban Alya.
" Sebelumnya Alya minta maaf ya Mas, kalau nanti jawaban Alya menyakiti Mas Tri."
"Apapun jawaban kamu, aku terima Al dan kita masih bisa berhubungan baik kan."
Alya tersenyum dan mengambil nafas untuk memberikan jawaban akan perasaan Tri yang diungkapkan kemarin.
"Alya mau kita... "
Tri sangat antusias sekali mendengarnya hingga menatap Alya dengan dalam.
"Jalani aja Mas."
Lanjutnya dengan tersenyum.
Tri malah bengong mendengar jawaban Alya, dan setelah beberapa detik Ia pun tersenyum.
"Kita pacaran Al."
Tri mempertegas nya.
Alya memberikan anggukan kepalanya dan tersenyum, sudah pasti Tri serasa ingin berteriak bilang kepada semua orang karena cintanya diterima.
"Makasih Alya."
Tri memandang Alya dengan senyum manisnya membuat jantungnya Alya berdegup kencang.
"Iya Mas, kita jalan aja biar nanti waktu yang menentukan semuanya." ucap Alya.
"Kita akan bahagia kan Al."
"Aamiin Mas."
☺☺☺☺
__ADS_1