DIARY ALYA

DIARY ALYA
37


__ADS_3

Ting...


Terdengar nada notifikasi pesan masuk di ponsel Alya.


"Siapa sih..."


Alya menggerutu sendiri karena dia sudah buru-buru mau berangkat kerja.


"Nanti aja deh."


Alya tidak membuka ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas kemudian pamit dengan kedua orang tuanya untuk berangkat kerja.


Sesampainya di pabrik Alya buru-buru mengambil kartu namanya untuk melakukan absen karena waktu juga sudah mepet.


Setelah absen dia berlari menuju ke ruangannya karena sudah ditunggu oleh temannya untuk melakukan tukar shift.


"Al..Alya..."


Alya langsung berhenti begitu namanya dipanggil oleh seseorang dari belakang.


"Siapa sih."


Alya membalik tubuhnya menghadap ke belakang dan melihat seseorang yang tersenyum kepadanya.


"Buru - buru amat."


Tri yang juga baru datang, suka meledeknya.


"Udah telat ditunggu Mbak Rina ini Mas, ayo buruan."


Alya berniat akan melangkahkan kakinya dengan cepat namun malah tasnya malah ditarik oleh Tri.


"Ngapain sih buru - buru."


"Lepasin Mas, aku bisa dimarahin Mbak Rina ini."


"Bareng, tinggal dikit juga."


Tri masih menarik tas Alya sampai ke gedung di mana mereka bekerja.


"Lah... Ini pagi-pagi udah pacaran."


Yuli yang masuk malam dan sudah nongkrong di depan gedung menunggu bel pulang suka saja meledek mereka berdua.


"Kesambet ya Yul."


Alya yang kesal selalu diledekin pacaran sama Tri, langsung masuk ke dalam karena sudah ditunggu temannya.


"Ha ha ha... kamu apain dia Mas."


ledek Yuli ke Tri yang terkekeh melihat tingkah Alya langsung masuk ketika diledekin Yuli.


"Aku Sayang dong ha ha ha..."


tawa Tri.

__ADS_1


"Heleh.. Kalau berani itu ngomong di depan Alya."


Tantang Yuli, karena dia selalu menangkap Tri itu suka memandang Alya dengan dalam.


"Iya nanti di depan Alya, bukan di depan kamu. Pulang sana bau asem." Lagaknya Tri dengan menutup hidungnya seolah-olah Yuli itu bau karena masuk malam dan belum mandi.


"Asem ya Mas, aku bilangin Alya."


"Enggak usah repot-repot, nanti aku bilang sendiri udah sana pulang."


Tri yang tadinya udah mau masuk melihat lagi ke Yuli yang masih suka meledeknya.


"Aku tunggu traktirannya."


"Siap.."


Tri mengacungkan jempolnya ke arah Yuli.


"Mana berani Mas..mas..."


kekeh Yuli begitu Tri sudah masuk ke dalam.


Alya sudah selesai serah terima dengan rekan kerjanya yang masuk malam kemudian dia pun bersiap untuk melaksanakan tugasnya di shift paginya.


Sebelum menuju ke ruang produksi dia mengambil ponselnya dulu dan membukanya.


Ada 2 pesan yang tadi masuk ke dalam ponselnya, "Adit." ucap Alya sendiri.


" Hai Alya, apa kabar. "


Pesan dari Adit.


Alya menyempatkan diri untuk membalasnya, "Iya Dit, aku masuk pagi kerja dulu ya."


Saat sedang serius membalas pesan Adit pintu ruangan Alya sudah diketok-ketok oleh Tri.


"Kerja, jangan main ponsel terus."


" Astaghfirullahaladzim, kapan datangnya sudah nongol di situ."


Alya sampai mengusap dadanya karena kaget Tri yang tiba-tiba mengetuk pintu dan terdengar suaranya.


"Ha ha ha... menghilang tadi tiba-tiba di sini." Muka Tri agak sebal tapi hanya bercanda saja.


"Kerja ... !!! ini dicek dulu masih oke nggak."


Tri membawakan sampel produksi dari shift malam dan jika Oke dia akan langsung produksi shift pagi.


"Cielah... Sampai di samperin."


ledek teman Alya yang sama-sama quality control.


"Dia itu Mbak, nggak sabar baru juga mau ke sana."


"Udah buruan dicek, itu mandirnya udah teriak-teriak."

__ADS_1


Alya menyebutkan bibirnya kemudian duduk di depan lampu untuk memeriksa hasil produksi.


"Oke, lanjut."


ucap Alya.


"Siap Bos..."


Tri dengan semangat menuju ke ruang produksi dan memberitahu kepada mandornya untuk segera produksi karena sudah oke oleh quality.


"Kayaknya Tri suka sama kamu Al." Ucap Mbak Ani quality yang lebih senior dari pada Alya karena sudah lama bekerja di sana.


"Mbak Ani bisa aja."


"Beneran Al, dia suka memperhatikan kamu lho. Sampai disamperin ke sini mana ada yang lain coba cuma sama kamu kayak gitu."


"Itu karena mandornya aja yang udah nggak sabar mau jalan produksi aja, jadi mekaniknya di suruh ke sini."


"Di bilangin nggak percaya Al."


Mbak Ani meninggalkannya dan menuju ke ruang produksinya.


"Ada - ada aja Mbak Ani, mana mungkin dia suka he he he.."


Alya terkekeh sendiri sudah dua orang yang bilang jika Tri suka pada dirinya.


"Ngapain senyum sendiri."


Tiba-tiba terdengar suara Tri lagi di belakangnya.


" Astaghfirullahaladzim, Kenapa sih Mas hobinya ngagetin orang aja."


Alya benar - benar kaget tak ada suara orang berjalan tiba-tiba ada suara.


"He he he... kamu aja serius banget."


"Ada apa kesini Mas."


"Mana kertas yang perlu aku tanda tangani."


Memang sudah prosedurnya jika produksi sudah berjalan ada dokumen yang harus ditandatangani antara mekanik dan quality kontrolnya.


"Bentar Mas belum aku buat."


Alya berdiri dan mengambil kertasnya untuk dia tulis.


"Sini aku yang tulis, nanti kamu tinggal tanda tangan aja."


Tri mengambil kertas yang ada di tangan Alya kemudian berlalu dari ruangan Alya menuju ke ruang produksi.


"Aneh dia hari ini..."


Alya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Tri hari ini.


☺☺☺☺

__ADS_1


__ADS_2