
Bahagianya Alya, sebagai seorang pengajar saat akhir semester para siswa siswinya libur maka dirinya juga ikut libur ditambah lagi kuliahnya pun memberikan libur selama satu minggu.
Alya seharian di rumah saja dia tak hanya bersantai saja di rumah tetapi mempersiapkan proposal nya agar segera bisa bimbingan dengan dosennya.
Saat ini Dia bersantai menyaksikan tontonan televisi bersama dengan adik dan juga orang tuanya.
"Mbak, tahun baru mau ke mana."
Ikhsan yabg sekarang anak remaja sudah merencanakan ingin tahun baru nan.
"Di rumah aja, kenapa."
"Nggak keluar Mbak."
"Ngapain, nyari capek saja di rumah aja enak."
"Anak muda gitu, masa tahun barunya di rumah ada sih Mbak."
"Emang kenapa, di rumah aja juga nanti jadi tahun baru. Lagian tahun baru itu harusnya khawatir kita, jadi berkurang kan umur bumi kita bukan malah hura - hura."
"Kamu kenapa sih San, mau keluar awas kamu."
Ibunya sudah mengancamnya jika Ikhsan nanti malam tahun baru mau keluar.
"He he he.. Boleh ya Buk."
Ikhsan memelas.
"Nggak boleh, di rumah aja."
Ibunya tegas dan kalau sudah seperti itu tak mungkin dapat izin.
"Di rumah aja napa."
Alya berdiri dan mengacak rambut Ikhsan kemudian masuk ke dalam kamar.
Alya membuka merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dan membuka ponselnya.
__ADS_1
"Tumben sepi ini HP pada kemana."
Gumamnya, biasanya ponselnya akan ramai dengan chatting yang ada di grup.
Alya kemudian memilih untuk membuka media sosialnya. Dia bisa tersenyum-senyum sendiri jika melihat status teman - temannya yang kadang terasa lucu dan juga aneh ngapain juga segala sesuatu harus di-update.
Saat asyik melihat update anda dari teman-temannya kemudian masuklah sebuah notifikasi jika ada pesan yang masuk kedalam messenger-nya.
"Hah.... Nggak salah ini."
Alya sampai melongo melihat Messenger yang masuk itu.
"Buka nggak ya.."
Alya malah salah tingkah sendiri, melihat nama pengirim yang mengirimkan Messenger.
"Gimana ini Vera...."
Alya malah membiarkan ponselnya tergeletak dan menggigit jari-jarinya dia bingung harus ngapain.
Terlihat isi pesan tersebut namun hanya satu baris belum tahu isi di dalamnya lagi.
Alya menekan simbol Messenger tersebut, dan memilih akun bernama "Angga Spider." (Fiktif ya 😁😁😁)
"Malam Bu, lagi ngapain. Belum tidur ini."
Isi pesan itu.
Alya mengetik jawaban kemudian membacanya lagi karena merasa tidak PD dia menghapusnya lagi.
"Jawab apa ini."
Alya menggigit bibir bawahnya dan menenggelamkan mukanya ke dalam bantal.
Alya bangun lagi dan mengetik balasan lagi.
"Malam Pak, Masih belum ngantuk."
__ADS_1
Begitu balasan Alya yang dikirimkan ke akun itu.
Terlihat sudah tanda jika pesan dari Alya sudah dibaca namun belum ada balasan.
"Huh... Gitu doang."
Alya menelentangkan dirinya ke atas tempat tidur sambil sesekali melirik kearah ponselnya mengecek apakah sudah dibalas atau belum.
"Huh.... Nyebelin."
Alya memukul-mukul kakinya di atas kasur.
Kemudian Alya kembali mengecek ponselnya. Begitu melihat balasan yang masuk dia langsung duduk sambil membaca isi pesan itu.
"Liburan kemana aja, Bu."
"Di rumah aja Pak."
Balas Alya, saking semangatnya Alya langsung mengetik balasan.
Namun berbeda dengan Angga membutuhkan waktu 5-10 menit baru ada balasan masuk lagi.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Anak rumahan ini Dia."
Gumam Angga sendiri, sambil memandangi ponselnya membaca balasan dari kalian.
Angga senyum-senyum sendiri sebenarnya Dia memikirkan mau membalas apalagi karena Alya hanya membalas pesannya tanpa bertanya balik kepada dirinya.
"Jadi bingung aku."
Karena kelamaan mikir dan juga semakin malam nggak malah ketiduran sendiri.
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kemana sih ini orang, tidur ah.. Nyebelin..."
__ADS_1
Alya meletakkan ponselnya di atas meja dekat tempat tidurnya kemudian merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
😁😁😁😁😁