
"Selamat Alya..."
Ana pagi harinya heboh melihat temannya itu datang, apalagi dia sudah mengetahui jika hal yang mendapatkan juara 2 lomba Olimpiade Fisika tingkat kabupaten.
Yang membuat teman-temannya merasa kagum yaitu mata pelajaran yang ia ikuti adalah momok bagi setiap siswa dan dia berhasil mendapatkan juara 2.
"Ana, makasih.. Heboh banget kamu..."
Alya yang baru saja datang masih berdiri di depan pintu ruang kelasnya dan dengan waktu yang bersamaan Rafi pun pas lewat yang akan menuju ke kelasnya.
"Al... Mas Rafi itu."
Ana yang memang sering bersama dengan Alya mengetahui jika Alya menaruh hati sama Rafi, bahkan dia sering membuat Alya kikuk di depan Rafi yang juga sering memberi perhatian kecil kepadanya.
"Apaan sih, dia udah berubah An. Aku masuk ya."
Alya menepuk pundak Alya dan tersenyum kemudian masuk ke dalam kelasnya tetapi kedua maniknya bertemu dengan manik Rafi yang saat itu berjalan pelan sambil menatap dirinya.
"Hai Mas Rafi.."
"Ya An, ke kelas udah bel."
"Oke..."
"Alya sama Mas Rafi kenapa, biasanya seneng dia kalau lihat Mas Rafi." batin Ana sambil berlalu menuju ke kelasnya.
Masuk ke dalam kelas tambah heboh lagi apa Lagi di kelas XI IPA 3 Salsa dan Alya berada di sana dan berhasil mendapatkan juara dalam lomba olimpiade kemarin.
Teman-teman satu kelas memberikan selamat kepada mereka berdua dan dengan seenaknya mereka bercanda tak akan susah lagi kalau mengerjakan matematika sama Fisika ada pakarnya di kelas mereka.
__ADS_1
Waktu istirahat tiba Alya pergi ke kantin bersama Ana dan Silvi, Mereka memang tidak satu kelas tetapi sering bersama karena sama-sama mengikuti kegiatan pramuka.
"Lihat itu Mas Rafi sama Mbak Nunik dan Mas Wahid sama Mbak Erna."
kata Silvi yang melihat kearah pintu dan melihat mereka berempat masuk ke dalam.
"Ana, Silvi, Alya sudah disini aja."
Wahid yang menyapa mereka bertiga.
"Iya Mas.."
Mereka bertiga juga bareng jawabnya sambil tersenyum.
"Duduk sini aja Fi,.."
Wahid mengajak Rafi untuk duduk di meja depan mereka bertiga dan Rafi pun setuju.
sapa Rafi.
"Hai Mas..."
Erna dan Nunik sedang memesankan makanan untuk mereka berdua.
"Dik sini."
Wahid memanggil Erna karena dia pacarnya.
Erna dan Nunik berjalan mendekati mereka dan menyapa Alya beserta Ana dan Silvi juga.
__ADS_1
"Asyik dapat traktiran ini makasih ya Fi." ucap Wahid yang langsung menyantap mie yang ada di depannya.
"Kita nggak di traktir Mas."
celetuk Silvi ya memang anaknya ramai.
"Pesan aja mau makan apa."
Jawab Rafi enteng.
"Mas Rafi ulang tahun." gantian Ana yang bertanya.
"Rafi sama Nunik baru jadian, dapat makan gratis kita udah pesan sana."
kata Wahid.
Ana dan Silvi mendengar itu langsung memandang ke arah Alya yang sedang makan, bukannya Alya tak mendengarnya jujur sangat jelas sekali di telinganya Mas Wahid mengatakan itu tetapi Alya mencoba tetap tersenyum.
"Wah... selamat ya Mas. Mbak Nunik selamat semoga langgeng."
Ana berdiri kemudian menyalami Rafi dan juga Nunik, akhirnya Silvi dan Alya pun ikut menyalaminya.
"Makasih..." ucap Rafi dan Nunik.
Terpancar jelas raut kebahagiaan di wajah mereka, Alya rasanya ingin pergi dari sana tapi dia mencoba untuk tetap duduk di situ walaupun di dalam hatinya rasanya sangat sakit.
Tahu kan bagaimana rasanya kita mengagumi seseorang dan mendapatkan balasan perhatian walaupun sekecil apapun itu tetapi akhirnya harus menelan kekecewaan orang itu memilih bersama orang lain.
"Kita ke kelas yuk, sebentar lagi masuk." Ana merasakan sekali Alya hanya diam saja dan pasti di dalam dadanya terasa sesak.
__ADS_1
😢😢😢😢😢😢