DIARY ALYA

DIARY ALYA
196


__ADS_3

Setelah sekitar 3 jam menunggu akhirnya hasil lab pemeriksaan dari Angga pun telah selesai.


Angga dan Alya dipanggil untuk masuk ke dalam ruang dokter.


"Silahkan duduk Bapak dan Ibu."


Dokter terlihat membuka sebuah amplop yang masih tersegel yang menandakan jika dokumen itu sangat rahasia dan hanya bisa dijelaskan oleh dokter apa yang ada di dalamnya.


Setelah kertas itu diambil Dokter pun mengamatinya dengan seksama sebelum menjelaskannya kepada Angga dan juga Alya.


Angga dan Alya juga deg - degan menanti penjelasan dari dokter.


"Maaf sebelumnya sudah membuat Ibu dan Bapak menunggu lama." Terang Dokter.


"Nggak papa Dok." Jawab Angga dengan tersenyum.


"Baik, ini hasil pemeriksaan dari Bapak Angga dan Saya akan menjelaskan apa yang tertera di kertas ini."


Dokter menunjukkan ada dua lembar kertas ke hadapan Angga dan juga Alya.


"Sebelumnya hasil pemeriksaan ini valid dan sudah diverifikasi oleh dokter yang bersangkutan."


Dokter menunjukkan bukti verifikasi dari dokter yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya.


"Baik Dok."

__ADS_1


Dokter mengambil bolpoin dan mulai menerangkan satu persatu tulisan yang ada di kertas itu.


"Pemeriksaan analisis semen mencakup penilaian terhadap jumlah, bentuk, dan gerak spermatozoa (sel ******)." Dokter mulai menerangkan.


"Sebelumnya dapat dilihat jika disini secara jumlah bagus sesuai standar namun ada masalah atau kurang bagus untuk bentuk dan gerak dari spermatozoa itu sendiri."


Alya yang dulunya anak IPA sedikit mengetahui apa yang dimaksud oleh dokter namun dia hanya diam dan mendengarkan penjelasan dari dokter.


Angga sendiri wajahnya juga sudah sedikit berubah mungkin dia juga sudah memahaminya.


"Karena pergerakan dan juga jumlah dari spermatozoa kurang dari standar normal maka, mohon maaf sebelumnya dari hasil pemeriksaan lab ini Bapak ada masalah yang kami menyebutnya Teratozoospermia."


Bagaikan petir di siang bolong Angga dan Alya mendengar diagnosa Dokter, itu artinya mungkin akan memperpanjang masa penantian mereka akan hadirnya buah hati.


"Ya Allah kuatkan Kami, cobaan apalagi setelah hamba didiagnosa seperti itu kini suami hamba pun juga." Dalam hati Alya dan Dia hanya bisa terdiam tak berkata apapun.


"Jika ****** dengan bentuk abnormal dalam tubuh mencapai 30% atau lebih itulah yang disebut denganΒ  Teratozoospermia. Masih bisa dikatakan normal jika ****** abnormal tadi di bawah 30%."


"Tapi sekali lagi ini diagnosa kami, dan semuanya Allah yang lebih berkuasa dengan segala mukjizat nya. Kita sebagai manusia hanya diperintahkan untuk berdoa dan berusaha jadi Bapak dan Ibu jangan terlalu berpikir negatif. Kami akan membantu bapak dan ibu untuk memberikan pengobatan yang terbaik." Lanjut Dokter.


"Bisa diobati kan Dok."


Tanya Angga.


Dokter itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Bisa Pak. Memang kita seharusnya harus berusaha jangan hanya pasrah dengan takdir."


"Baik Dok."


"Kami akan meresepkan obat dan harus dikonsumsi selama satu bulan penuh dan setelah obat itu habis kita akan melakukan pemeriksaan ulang dengan catatan sebelum melakukan pemeriksaan Bapak harus berpuasa dari Ibunya minimal 3 sampai 4 hari."


"Baik Dok."


Angga menerima resep yang sudah dituliskan oleh dokter kemudian mereka berpamitan dan keluar dari ruang pemeriksaan.


Alya masih diam saja dia bingung mau bicara bagaimana dengan suaminya.


"Sayang haus." Tanya Angga di lift dan meraih tangan Alya.


Alya tahu perasaan Angga pasti juga sedang down tapi dia berusaha untuk tegar di hadapan istrinya.


"Iya Mas."


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya mereka berdua sama sekali tidak membahas hasil pemeriksaan.


"Kita ke minimarket dulu."


Angga menggandeng tangan Alya membawanya masuk ke dalam minimarket yang ada di dalam rumah sakit itu.


Setelah membeli minuman mereka duduk sebentar untuk menikmati minuman dingin yang ada di dalam kemasan botol sebelum ke apotek untuk menebus obat.

__ADS_1


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2