DIARY ALYA

DIARY ALYA
176


__ADS_3

Pagi harinya semua kembali baik, tapi Alya tetap pasang mode diam enggan berbicara yang sekiranya tak penting dengan Angga.


Hari ini libur Mereka tidak ke sekolahan dan hanya di rumah saja, Angga sibuk dengan peliharaan kesayangannya sedangkan Alya memilih di dalam menyaksikan televisi karena kedua orang tua Angga juga sudah ke kios buah mereka.


Angga masuk ke dalam rumah setelah selesai dengan kesibukannya, Dia melihat istrinya yang asyik menonton acara televisi kesukaannya.


"Sayang..."


Angga tiba - tiba memeluknya dari belakang dan mencium pipinya.


"Nonton apa sih seru banget kayaknya."


Alya tersenyum saja Entah kenapa Rasanya enggan banget mau bicara dengan suaminya itu


"Sayang..."


Angga mengeratkan pelukannya dan meletakkan kepalanya di pundak Alya.


"Hmmm.. kenapa Mas."


"Kita keluar yuk."


"Kemana."


"Jalan - jalan yuk, kan minggu."


"Mau kemana Mas."


"Cari yang seger - seger yuk."


"Mas mandi dulu sana."


"Mandi bareng."


"Nggak ah, Mas mandi duluan aja."


"Ayo Sayang."


Angga manja dengan memeluk Alya erat dan menciuminya.


"Geli Mas."


"Ayo mandi."


Angga mengangkat tubuh Alya dan membawanya ke kamar mandi.


"Mas.. Alya kalau jatuh gimana nanti."


"Mumpung rumah sepi, Sayang."


"Turunkan Mas."

__ADS_1


"Nanti Sayang, buka dulu pintunya."


Angga meminta Alya untuk membuka pintu kamar mandi ketika sudah sampai di depannya.


Alya membuka pintunya dan Angga membawanya masuk ke dalam, Dia menurunkan Alya dan menyalakan shower.


"Mas dingin."


"Asyik kan Sayang."


Mereka mandi bersama di bawah guyuran air shower di pagi itu dan menikmati kemesraan yang mereka berdua ciptakan.


Kini mereka terlihat kelelahan dan sudah berpindah tempat di kamar.


"Makasih Sayang."


Angga mengecup kening Alya dan kemudian menutup tubuh mereka dengan selimut dan merebahkan dirinya di samping istrinya yang masih mengatur nafasnya dan tersenyum.


"Mas, nggak jadi jalan - jalan."


"Jadi dong, nanti ya Sayang, apa nggak capek, hmmm..."


Angga mendekap Alya dan memeluknya.


"Mau bakso."


Alya nampak manja di dekapan suaminya itu.


"Iya Sayang, kita mandi dulu terus cari bakso."


Alya mandi duluan dia nggak mau kalau nanti Angga minta mandi bareng lagi bisa lebih lama setelah Dia selesai baru gantian Angga yang mandi.


Kini mereka telah siap dan Angga telah mengeluarkan sepeda motornya.


"Mas ini gimana menguncinya."


Alya kesusahan untuk mengunci pintu rumah, kemudian Angga turun dari sepeda motornya dan dia yang mengunci.


"Ayo Sayang."


Alya mengenakan helmnya dan naik ke atas sepeda motor.


"Sudah siap."


"Sudah Mas."


Angga melajukan sepeda motornya meninggalkan rumah dan menuju ke pusat keramaian yang ada di kotanya.


Hanya sekitar 30 menit mereka telah sampai dan Angga menghentikan sepeda motornya di depan kedai bakso.


"Kesini Mas."

__ADS_1


Alya mengingat tempat itu saat mereka masih pacaran pernah makan berdua di sana.


"Iya Sayang, kita nostalgia."


Angga meraih tangan Alya dan mengajaknya masuk ke dalam.


"Sayang mau Bakso apa."


Alya melihat menu yang ada di depannya.


"Mau Bakso rusuk sama Es campur ya Mas."


Angga terlihat kaget istri yang memesan bakso dengan es campur yang terbilang porsinya lumayan banyak.


"Habis nanti Sayang."


"Habis lah Mas."


"Oke..."


Angga segera membuat pesanan untuk dirinya sendiri dan juga untuk istrinya.


"Sayang..."


Angga meraih tangan istrinya yang ada di atas meja dan menggenggamnya, Alya pun menatap kearah suaminya itu.


"Maaf ya."


"Buat apa Mas."


"Maaf... Mas suka marah sama kamu, Mas cemburu Sayang kamu bicara dengan laki-laki lain."


Alya rasanya ingin menjawab tapi takut nanti salah paham lagi suaminya itu.


"Sayang maafin Mas kan."


Angga memandangnya dengan penuh penyesalan dan Alya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Jangan bicara lagi seperti semalam ya, omongan jelek itu jangan dibicarakan sayang."


"Alya jengkel sama Mas Angga, cemburu kok sampai kayak gitu."


"Mas nggak bisa sayang menyembunyikan cemburu ini. Mas Sayang sama kamu, Mas ini suami kamu."


"Iya, Alya nggak akan bicara lagi sama laki-laki lain."


Pesanan mereka datang dan Alya langsung menyendok es campur ke dalam mulutnya untuk mendinginkan suasana hatinya.


"Bukan gitu juga Sayang."


"Iya maafin Alya Mas, makan Mas Alya laper."

__ADS_1


Alya sengaja menyudahi pembicaraannya nanti malah unjung - ujungnya mereka berantem lagi.


☺☺☺☺☺


__ADS_2