
Baik Alya maupun Angga belum ada yang berani bicara dengan kedua orang tua Alya mengenai keinginan kedua orang tua Angga yang meminta Angga untuk tinggal di rumah yang telah disediakan oleh mereka.
Hari ini Mereka berangkat dari rumah Alya, memang sebelum mereka nanti akan pindah, mereka berdua lebih banyak tinggal di rumah kedua orang tua Alya.
Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Alya mereka berdua berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sekolahan Angga seperti biasa memarkirkan sepeda motornya di parkiran khusus untuk karyawan dan guru.
Mereka berdua berjalan bersamaan dan kemudian berpisah ketika sampai di depan lab komputer dan Alya masuk kedalam sedangkan Angga menuju ke ruangannya sendiri.
Waktu istirahat tiba, ada seseorang yang mengucap salam di depan pintu.
" Assalamualaikum."
Ucap Pak Ahmad.
" Waalaikumsalam."
Jawab Alya dan Joko yang ada di dalam.
Pak Ahmad masuk ke dalam bersama seseorang yang belum pernah mereka berdua lihat sebelumnya.
"Siang Bu Alya, Pak Joko." Kata Pak Ahmad.
"Siang Pak."
Mereka juga tersenyum kepada seseorang yang datang bersama Pak Ahmad itu sepertinya guru baru.
"Saya kemari mengantarkan Pak Doni yang nantinya akan menjadi guru TIK juga di sini. "
Alya dan Joko tersenyum dan menyambut Pak Doni dengan baik.
"Pak Doni, kenalkan ini Pak Joko dan juga Bu Alya."
Mereka berdua saling berkenalan dan kemudian Pak Ahmad pun pergi meninggalkan Pak Doni bersama Bu Alya ada juga Joko.
"Silahkan duduk Pak."
Pinta Joko.
__ADS_1
Mereka bertiga berbicara banyak sekali lagi mengenai kurikulum sekolah di sana dan mereka bertiga akan membagi jam untuk mereka bertiga.
"Nanti dibahas saja sama Bu Alya ya Pak." Kata Joko dan di anggukkan kepala oleh Alya.
Waktu untuk pelajaran selanjutnya pun telah tiba Joko meninggalkan Lab dan masuk ke kelas sedangkan yang ada di dalam lab komputer tersebut hanya Alya dan juga Doni sebagai guru baru karena mereka akan membahas tentang pembagian siap mereka selanjutnya.
Mereka nampak ngobrol serius sekali mengenai mata pelajaran yang akan mereka ajarkan namun tanpa Alya sadari dari luar karena pintu kaca terbuat dari kaca jadi terlihat dari luar terdapat pasang mata yang mengamati mereka.
Padahal di dalam Alya dan Doni cuma membahas masalah pekerjaan tetapi Angga yang mengamati mereka berdua dengan tatapan marah karena terbakar cemburu istrinya berduaan dengan laki-laki lain.
"Assalamualaikum."
Angga membuka pintu dan sontak Alya kaget apalagi posisi mereka berhadapan walaupun membahas pekerjaan dia sudah tahu karakter suaminya itu pencemburu.
"Waalaikumsalam."
Alya menjawabnya dengan tersenyum dan menghampiri Angga.
Doni karena dia guru baru belum mengenal Angga Dia pun sikapnya juga terlihat dingin tak memandang ke arah Angga sama sekali.
"Bu Alya, yang ini saya belum paham." Doni malah memanggilnya.
Alya masih fokus dengan Angga.
"Nggak papa, sepertinya Mas ganggu."
Angga terus balik kanan dan pergi, Alya menatap kepergian Angga tubuhnya sudah terasa lemas alamat akan marah besar ini suaminya.
"Mas Angga cemburu ini."
Gumam Alya sendiri dia menggigit bibir bawahnya tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.
Dia rasanya ingin mengejar suaminya dan menjelaskan kalau mereka hanya membicarakan pekerjaan saja tetapi ini di sekolahan nggak baik juga dilihat orang.
Alya juga harus profesional kalau di pekerjaan itu mereka bukan suami istri tapi partner kerja dan akhirnya ia pun memilih menyelesaikan pekerjaannya walaupun nanti resikonya Angga marah.
Bel pulang pun berbunyi Alya bergegas membereskan peralatan mengajarnya karena dia tidak mau membuat suasana semakin runyam karena Angga semenjak tadi tak menghubungi dia sama sekali.
Setelah beres Dia menunggu Angga namun tak kunjung datang seperti biasanya, Alya yang sudah merasa kalau dia penyebab suaminya marah akhirnya dia pun menyusul ke ruangan Angga mencari suaminya.
__ADS_1
Alya tersenyum melihat Angga masih di dalam tapi Dia menelungkup kan wajahnya di meja.
"Assalamualaikum."
Angga mengangkat wajahnya dan menjawab salam Alya.
"Waalaikumsalam."
"Pulang yuk Mas."
Alya duduk di kursi dihadapan Angga.
"Udah berduaan nya."
Alya sontak merasakan aura panas dari Angga.
" kita cuma bicara masalah kerjaan kok Mas."
"Cuma berdua Joko kemana."
"Ke kelas Mas, Mas Angga jangan cemburu gini dong Alya itu cuman mau profesional kerja aja."
"Mas mau pulang ke rumah Ibu."
Angga langsung mengambil jaketnya dan mengenakannya, Alya memandangnya dengan tatapan tak paham dengan jalan pikiran suaminya itu.
"Kalau kamu nggak mau ikut nggak papa, Mas mau pulang sendiri."
Alya rasanya sudah mau menangis padahal Angga sendiri dulu pernah bilang kalau ada masalah itu diselesaikan berdua jangan pulang sendiri ke rumah orang tua.
"Alya ikut, tapi ambil seragam dulu ke rumah ibu ya."
Angga keluar begitu saja meninggalkan Alya yang masih duduk di kursi memandangnya. Alya pun bergegas mengikuti suaminya.
Di parkiran pun Angga langsung mengenakan helm dan Aliya pun bergerak cepat untuk mengikuti Angga.
Sepanjang jalan tak ada pembicaraan antara mereka berdua, hingga sampai di rumah Mereka mengucapkan salam dan mencium tangan ibunya Alya yang kebetulan berada di depan.
Ibunya Alya pun menangkap raut muka menantunya itu yang tak bersahabat.
__ADS_1
"Angga marah sepertinya."