
Kemeriahan wisuda baru saja terasa di suatu kampus, euforia nya masih sangat terasa walaupun sudah berakhir beberapa jam yang lalu.
Angga Raharja salah seorang mahasiswa yang baru saja ikut di wisuda dan mendapatkan nilai yang memuaskan.
Namun dibalik kebahagiaan yang baru saja dirasakan oleh Angga terdapat kisah yang memilukan hati beberapa bulan yang lalu.
Kekasih hatinya memutuskan hubungan dengannya padahal sudah hampir dua tahun bersama. Semua disebabkan karena mereka berdua tinggal di kota yang berbeda dan dipisahkan jarak yang jauh.
Padahal Mereka sudah punya rencana yang matang untuk hubungan percintaan mereka kedepannya. Tetapi keluarga mereka tidak ada yang mengalah demi hubungan anaknya, kedua belah pihak keluarga sama-sama bersikeras mempertahankan untuk tetap tinggal bersama mereka setelah menikah dan akhirnya Angga dan kekasihnya yang memilih putus hubungan dan tak bisa diteruskan sampai hubungan pernikahan.
Ada rasa sesal di hati Angga tetapi mau bagaimana lagi orang tua jauh lebih penting apalagi di anak laki satu-satunya yang akan menjadi tumpuan orang tuanya kelak ketika sudah memasuki masa tua.
Angga mencoba mengikhlaskan semuanya dan move on dengan selalu mengisi kegiatan sehari-harinya dengan aktivitas yang bermanfaat.
Selesai sudah semua sekarang, Angga bersiap mencari pekerjaan karena saat ini itulah yang paling penting dalam kehidupannya untuk membuktikan kepada kedua orang tuanya Dia anak yang bertanggung jawab.
Sudah saatnya dia mandiri dan tidak bergantung lagi dengan kedua orang tuanya. Berkas lamaran telah Ia persiapkan Angga merupakan lulusan mahasiswa keguruan dia bersiap untuk memasukkan lamaran ke beberapa sekolah terdekat di lokasi tempat tinggalnya.
Setelah memasukkan surat lamaran beberapa sekolah kini tinggal menunggu panggilan untuk wawancara.
Memang tidak mudah untuk mendapatkan pekerjaan di masa sekarang dibutuhkan relasi agar bisa lebih mudah masuk ke beberapa lini dunia kerja tetapi Angga percaya saja siapa yang mau berusaha pasti akan mendapatkannya.
Semua terbukti setelah tiga minggu menunggu akhirnya dia mendapatkan panggilan kerja di sebuah Sekolah Kejuruan dengan semangat Angga mempersiapkan semuanya menghadapi wawancara.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hubungan Alya dan Tri semakin hari semakin romantis saja, tak terasa sudah 6 bulan mereka jalan bersama.
__ADS_1
Kedua orang tuanya Alya juga sudah mengenal Tri yang sudah beberapa kali main ke rumah tetapi dengan aturan ibunya Alya, Tri tidak boleh main ke sana terlalu sering.
Tri memahami itu lagian mereka berdua juga sering ketemu di tempat kerja dan juga di kampus.
Tak jarang mereka berdua berangkat bareng ke kampus jika waktu kuliahnya sama.
Tapi tak dipungkiri kadang mereka berdua juga berantem namanya juga suatu hubungan pasti ada pemikiran yang berbeda namun tak pernah berlangsung lama mereka akan baikan lagi.
Alya akan masuk ke semester dua dan otomatis Tri sudah masuk semester enam yang akan mulai melakukan magang.
Tri akhirnya memberatkan kuliahnya terlebih dahulu daripada kerjanya dan kebetulan kontrak kerjanya akan habis.
Alya selalu mendukung apapun keputusan dari kekasihnya itu, Tri juga sudah mendapatkan tempat magang di sebuah perusahaan yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Ada rasa sedih di hati Alya intensitas pertemuan mereka pasti akan berkurang karena kesibukan mereka masing-masing tapi mau bagaimana lagi Inilah yang harus mereka jalani.
Tri menatap Alya dalam yang nampak cemas karena harus berpisah yang biasanya setiap hari selalu bersama.
"Iya Mas, Alya percaya."
"Jangan sedih gitu."
"Mas hati - hati, jangan lupa tiap hari kasih kabar."
"Iya Sayang."
Itu terakhir mereka bertemu di tempat kerja karena itu adalah hari terakhir juga Tri bekerja di sana.
__ADS_1
Tri akan menjalani hari - harinya di tempat magang selama 3 bulan dan pasti tidak akan ke kampus karena kegiatan perkuliahan digantikan dengan aktivitas magang di perusahaan.
Hari demi hari Alya lalui sendiri yang biasanya selalu tersenyum dan tertawa bersama Tri, kini mereka sama-sama sibuk tapi tiap pagi mereka masih bisa teleponan.
Satu bulan berjalan baik-baik saja semuanya tak ada masalah dan di akhir pekan mereka masih bisa berjumpa walaupun hanya sekedar makan berdua.
Mulai bulan kedua, Alya juga semakin padat sering shift panjang dan lembur kemudian belum lagi dengan kuliahnya yang sangat menghabiskan waktunya setiap hari.
Tri juga sama banyak sekali tugas dari perusahaan tempat magangnya kadang juga ikut lembur karena tuntutan perusahaan.
Hingga komunikasi mereka agak terganggu Alya mengirim pesan dan mendapatkan balasan dari Tri lama sekali hingga malam hari kadang di dalam hati Alya juga merasa curiga tetapi semuanya dia tepis mencoba memahami dan memaklumi kesibukan kekasihnya.
Alya juga tidak begitu dekat dengan keluarga Tri dengan adiknya pun yang sama-sama perempuan Tri tidak pernah mengenalkannya secara langsung hanya sekedar perlihatkan fotonya saja.
Jadi ketika terjadi suasana seperti ini Alya usah menghubungi Tri dia tidak tahu lagi harus bertanya kepada siapa.
Hingga suatu malam Tri baru membalas pesan dari Alya yang sudah dia kirim sejak siang tadi.
"Maaf Sayang, Mas baru pulang. Udah tidur."
Alya yang sudah mengantuk matanya karena juga capek seharian kerja dan baru saja pulang dari kampus merasa senang sekali melihat ada pesan masuk ke dalam ponselnya dari Tri.
"Mau tidur Mas, selamat istirahat Mas jangan tidur malam - malam."
"Iya Sayang, Night."
Balasan dari Tri dan Alya sudah memejamkan matanya tak kuat lagi.
__ADS_1
☺☺☺☺☺