DIARY ALYA

DIARY ALYA
112


__ADS_3

"Ada yang habis gandengan turun dari kapal, bikin iri deh."


Ledek Bu Susi pada Alya saat masuk lagi ke Bis setelah mereka asyik menghabiskan waktu siangnya di pantai Tanjung Benoa.


Alya tersenyum aja, Dia sebenarnya malu kenapa tadi bisa menerima uluran tangan Angga.


Perjalanan akan di lanjutkan kembali menuju ke destinasi wisata selanjutnya yaitu menyaksikan pertunjukan tari barong.


Di Pantai Tanjung Benoa tadi lumayan menyita waktu setelah jalan-jalan di Pulau Penyu mereka menyeberang kembali untuk menuju ke pantai.


Alya sudah bisa ditebak saat menaiki perahu ekspresinya juga sama seperti tadi ketakutan namun kali ini ombaknya sudah agak mereda jadi tidak terlalu membuatnya histeris.


Tak butuh waktu lama, rombongan bis mereka sudah sampai di lokasi dan segera turun kemudian menempatkan diri di sebuah sanggar yang begitu besar untuk menyaksikan pertunjukan kolosal tarian barong khas dari Pulau Dewata.


Penampilan yang apik membuat penonton tak bosan untuk menyaksikannya. Sesekali juga diselingi dengan komedi hingga mengundang gelak tawa dari para penonton.


Sudah lebih dari 1 jam mereka menyaksikan pentas seni yang menjadi ciri khas dari pulau dewata itu.


Hari semakin sore saatnya mereka kembali ke penginapan untuk beristirahat namun mereka akan singgah ke pusat oleh-oleh makanan khas Bali.


Mereka antusias mencarikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah bukan hanya para gurunya saja tetapi siswa-siswi juga hampir semuanya memborong makanan khas dari Bali.


Setelah melaksanakan ibadah salat magrib rombongan mereka kembali ke penginapan untuk beristirahat karena esok hari mereka akan check-out dari sana tetapi masih ada beberapa destinasi yang akan mereka kunjungi.


Malam telah datang membuat setiap orang yang seharian beraktivitas dan merasakan kelelahan mengistirahatkan tubuhnya untuk mengumpulkan tenaga kembali.


Alya sudah merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya.


"Bu Alya ikut kita yuk."


Bu Susi mengajaknya untuk keluar.


"Kemana Bu."


"Keliling melihat anak-anak mereka sudah istirahat apa belum bapak-bapak lagi pada marah itu nggak mau jaga."


"He he he.. iya Bu."


Alya bangun dan mengikuti Bu Susi keluar kamar.


Ibu - ibu dibagi menjadi dua kelompok 1 kelompok keliling ke area penginapan siswa laki-laki dan satu kelompok keliling ke area penginapan perempuan.


Banyak siswa - siswinya yang masih pada nongkrong di depan kamar dan belum beristirahat.


"Ayo masuk ke dalam istirahat."


Ucap Bu Susi dan Alya mengikuti bersama guru yang lainnya.


"Iya Bu."


Siswi perempuan pada nurut langsung masuk ke dalam beda dengan siswa laki-lakinya. Diminta langsung malah pada nyanyi di depan kamar yang katanya panas di dalam kamar.


"Nggak boleh lama-lama ya nanti langsung masuk ke dalam istirahat besok kalau dibangunin susah kita tinggal."

__ADS_1


Ancam Bu Asih.


"Iya Bu."


Setelah semuanya berkeliling mereka kembali dan berkumpul di gazebo untuk sekedar nongkrong aja menikmati malam terakhir di penginapan itu.


Pesan masuk ke ponsel Alya.


" Jangan malam-malam nongkrongnya buat istirahat aja."


Pesan dari Angga.


Alya menghembuskan nafasnya yang terasa berat.


"Kenapa Bu."


Laras yang ada di sebelahnya merasakan gelisah pada diri Alya.


"Nggak papa Bu."


Alya tersenyum aja.


"Cerita Bu, jangan dipendam sendiri siapa tahu saya bisa kasih solusi."


Laras ini masih lajang juga, dan umur mereka tidak terpaut jauh lebih tua Laras 2 tahun.


"Aku bingung Bu."


Alya merasa sepertinya dengan bercerita dengan orang lain akan meringankan beban pikirannya.


Tebak Laras dan benar saja Alya menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya hubungan kalian sejauh mana sih Bu."


Laras yang memang sudah penasaran dengan hubungan mereka memberanikan diri untuk bertanya.


" Enggak jauh-jauh kok Bu, Kita cuman berteman saja."


"Teman tapi Mesra."


Kata Laras sambil ketawa dan Alya ikut tertawa juga.


"Kok tau Bu, he he he...."


"Pak Angga nggak berani mengungkapkan perasaannya ya Bu."


"Nggak tau juga Bu, Sebenarnya dia punya rasa atau tidak sama aku."


" Kalau menurut saya ya Bu Pak Angga itu suka sama Bu Alya tapi, mungkin belum berani aja untuk mengungkapkan perasaannya atau mungkin memang lagi mencari momen yang pas aja untuk mengungkapkannya."


Alya tersenyum merasa terhibur dengan ucapan Bu Laras.


"Bu Laras sok tau ah, aku aja nggak berani nebak begitu."

__ADS_1


"Buktinya Bu tadi siang Pak Angga memperlakukan Bu Alya seperti itu turun dari kapal tangannya digandeng."


"Itu mungkin karena aku ketakutan saja Bu dan Dia merasa kasihan."


"Kok Bu Alya bilang begitu, Pak Angga juga kan yang menunggu Bu Alya di atas kapal sampai tenang dan akhirnya mau turun."


Alya hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Itu sudah terlihat jelas Bu, kalau Pak Angga itu suka sama Bu Alya."


"Aku takut kecewa Bu."


Alya menundukkan kepalanya.


"Asal Bu Alya tau, Pak Angga itu sudah cari info tentang Bu Alya sama Pak Joko."


Alya langsung mendongakkan kepalanya ternyata Joko itu pernah cerita kepada Ibu Guru pas di sekolahan karena didesak dan akhirnya bercerita semuanya.


"Cari info apa."


"Cari info tentang Bu Alya, sampai Pak Angga itu main ke rumah Pak Joko untuk mencari info tentang Bu Alya."


Alya baru tahu dari Laras ini jika Angga sudah pernah main ke rumah Joko.


"Kok aku nggak tau Bu."


"Pak Angga minta sama Pak Joko itu untuk diam tidak bercerita sama kamu Bu."


"Terus sampai sekarang kenapa kita tidak ada hubungan apa-apa Bu hanya sebatas teman."


"Pak Angga itu orangnya pemikir Bu, mungkin banyak hal yang masih mengganjal di pikirannya dan saat di Bali ini ini saya lihat Pak Angga tuh semakin Intens mendekat ke Bu Alya."


"Biarkan saja Bu, selama Pak Angga tidak menyatakan perasaannya saya juga takut untuk berharap Bu, takut kecewa."


"Iya sebagai cewek pasti menginginkan kepastian tapi, semua itu kembali ke Bu Alya kalau memang Bu Alya juga suka dengan Pak Angga coba ditunggu dulu namun kalau memang rasanya tak bisa menunggu lagi Bu Alya bisa balik kanan aja."


Alya tersenyum saja.


"Kita lihat nanti aja Bu."


"Semoga dapat yang terbaik ya Bu."


"Aamiin he he he..."


Mereka berbicara memang agak jauh dari ibu guru yang lain yang asyik sendiri mengobrol.


"Dibalas Bu pesannya tadi he he.."


Laras menggoda Alya.


"Iya ini mau istirahat."


Pesan Alya kirimkan ke Angga.

__ADS_1


☺☺☺☺☺


Gimana rasa gemesnya masih berlanjut ya.. 🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2