
Alya keluar dari ruangan perawatan Bapaknya untuk menjawab telepon dari Angga, Dia tidak mau kedua orang tuanya tahu kalau mereka sedang marahan.
Alya melihat ada taman kecil di belakang gedung itu, dia duduk dia duduk di kursi yang kosong di bawah pohon.
" Assalamualaikum Mas."
" Waalaikumsalam, Sayang dimana." terdengar suara Angga yang lembut berati sudah lunak itu hatinya.
"Di rumah sakit Mas."
"Jam berapa Bapak operasi."
"Jam 9."
Alya rasanya malas bicara, tak ada kata maaf juga dari Angga.
"Sayang, sama siapa."
"Sama Ibu."
Terdengar helaan nafas dari Angga, Dia juga merasa Alya seperti malas bicara karena dia sama sekali tidak bertanya keberadaannya.
"Sayang, maafin Mas."
Alya menghela nafasnya mendengar itu.
"Buat apa Mas."
Sengaja Alya bertanya begitu.
"Mas minta maaf udah marah sama kamu, yang sabar ya Sayang menghadapi cobaan ini bapak pasti sembuh."
__ADS_1
"Cobaan yang lebih berat itu menghadapi kamu Mas." Dalam hati Alya.
"Iya Mas. Mas di sekolahan."
Alya mengalihkan pembicaraan agar tidak teringat lagi yang semalam rasanya ingin marah-marah aja sama Angga. Bukannya meringankan pikiran Alya karena khawatir dengan kondisi bapaknya malah menambah pikiran saja minta diperhatikan.
"Iya Mas di sekolahan, maaf ya nggak bisa nemenin di rumah sakit."
"Nggak papa Mas."
Alya melihat kearah ruangan bapaknya dan seorang suster masuk ke dalam ruangan.
"Sudah ya Mas, Suster sudah datang kayaknya Bapak mau dibawa ke ruang operasi."
"Ya udah, kamu jangan sedih bapak pasti sembuh."
"Iya Mas, udah dulu Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam jaga kesehatan ya Sayang."
Alya menutup ponselnya kemudian menuju ke ruang rawat bapaknya.
"Bapak operasi sekarang Bu."
Alya melihat bapaknya sudah akan didorong keluar.
"Iya Al, masuk ruangan operasi sekarang."
Alya ikut mendorong bed dari belakang dan mengikutinya ke ruangan operasi.
Rasanya air matanya akan lolos saja, sesak di dada baru kali ini mengantarkan orang untuk masuk ruang operasi apalagi Bapaknya sendiri yang akan menjalani operasi.
__ADS_1
Sesampainya di depan ruang operasi Alya diminta berhenti di situ dan digantikan oleh perawat lainnya mendorong bed masuk ke dalam ruang operasi.
Alya dan ibunya menunggu di ruang tunggu selama operasi berlangsung, kata Dokter akan memakan waktu sekitar satu jam karena termasuk operasi ringan.
Perasaan takut, khawatir dan pastinya deg - degan menyelimuti Alya dan Ibunya.
Mereka berdoa semoga saya berjalan dengan lancar dan Bapaknya bisa segera sembuh.
Hampir satu jam Mereka menuggu dan akhirnya Bapaknya Alya dibawa keluar oleh dua orang perawat.
Bapaknya Alya masih memejamkan matanya karena pengaruh obat bius dan dipindahkan ke ruang perawatan biasanya untuk pemulihan.
Alya bernafas lega, Bapaknya diberi kelancaran selama menjalani operasi dan semoga segera pulih kembali.
Sesampainya di ruang perawatan, Suster berpesan agar jangan diganggu agat beristirahat supaya lekas membaik.
Alya dan Ibunya bernafas lega, Mereka duduk di sofa sambil memandangi Bapaknya yang masih terlelap.
"Alhamdulillah Ya Allah, operasi Bapak lancar dan semoga segera pulih." Doa Alya dalam hati.
Ponsel Alya bergetar dan ia membukanya.
"Operasi Bapak sudah selesai Sayang." Pesan dari Angga.
Alya segera membalasnya.
"Alhamdulillah sudah Mas, ini Bapak sudah di ruang perawatan." Alya mengambil foto Bapaknya dan mengirimkannya ke Angga.
"Alhamdulillah, ☺☺☺."
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Dikit dulu ya, Author sibuk 😁😁😁😁😁...
Tetap jaga kesehatan ya 😉😉😉