
Alya sudah mulai aktifitasnya di kampus, dan kini statusnya sudah menjadi seorang mahasiswa namun dia juga masih bekerja di pabrik untuk membantu kedua orang tuanya meringankan biaya kuliahnya.
Setiap satu minggu sekali Alya akan berganti shift dan Dia sangat beruntung teman-temannya di pabrik bisa diajak kerjasama kadang untuk bertukar shift karena bentrok dengan jam kuliahnya.
Alya seperti berutang budi kepada mereka yang selalu mendukung cita-cita Alya.
Tri masih juga bekerja di sana dan Mereka saling memberi dukungan kadang juga berbagi cerita bersama dengan Yuli juga jika pas bertemu satu shift.
Saat ini Alya baru saja pulang dari kerja karena masuk pagi dan beristirahat di kamarnya karena nanti sore ada jam kuliah sampai malam.
Terdengar notifikasi pesan masuk ke dalam handphonenya.
"Siapa nggak ada namanya."
gumam Alya sendiri dan kemudian di buka pesan itu dan dibacanya.
" Assalamualaikum Alya, lagi apa. Adit."
Pesan itu jelas memberi nama pengirimnya ternyata Adit sepupu dari Silvi.
"Adit, kok bisa kirim pesan ke aku pasti minta nomer ku sama Silvi, tanya Silvi ah.."
Kemudian Alya mengirimkan pesan kepada Silvi untuk bertanya apakah dia yang memberi nomor ponselnya kepada Adit.
Alya juga membalas pesan dari Adit, " Waalaikumsalam Adit."
singkat aja dari Alya.
Silvi pun juga akhirnya membalas pesan Alya dan menyatakan iya jika dirinya yang memberikan nomornya kepada Adit karena sepupunya itu yang meminta sendiri ingin kenal dengan Alya.
"Lagi apa." lanjut dari Adit.
"Istirahat baru pulang dari kerja."
__ADS_1
balas Alya.
"Ya sudah maaf kalau mengganggu kita sambung nanti lagi ya selamat istirahat."
Adit mengirim pesan lagi dan karena Alya juga sangat capek dan mengantuk dia tak membalasnya dan tertidur.
Hari sudah sore Alya terbangun mendengar adzan Ashar, Dia bergegas mandi dan kemudian melaksanakan kewajibannya kepada sang Kholik.
Setelah selesai Dia membantu ibunya di dapur untuk mempersiapkan menu makan untuk keluarganya.
"Mbak, jalan - jalan Yuk."
Dani adiknya yang paling kecil minta jalan-jalan dengan sepeda motor barunya Alya.
"Iya nanti dulu, Mbak mau kuliah."
"Ayo Mbak, beli es krim yuk."
Alya tersenyum dia sudah paham maksud adiknya.
"Yeay... yeay....yeay..."
Dani kegirangan Alya menurutinya.
"Al.. Hati - hati, jangan lama - lama kamu bisa telat nanti."
pesan Ibunya.
"Iya Buk."
Alya menyalakan sepeda motornya yang sebelumnya dia merapikan jilbabnya sebelum mengendarai sepeda motor.
Saat akan berjalan terlihat Ikhsan yang berjalan kaki menuju ke rumah bersama seorang temannya dari Pondok.
__ADS_1
"Mbak kemana."
"Beli Es Krim... Wek..."
Dani yang mengejek kakaknya dengan menjulurkan lidahnya.
"Mau Mbak."
teriak Ikhsan.
"Iya di rumah aja, nanti mbak pulang."
Ikhsan menuju ke rumahnya dan Alya sedang menuju ke minimarket dekat rumah untuk membelikan es krim untuk adik-adiknya.
Setelah mendapatkan apa yang di mau Alya mengantar adiknya pulang ke rumah karena dia harus segera berangkat ke kampus.
"Mbak, langsung berangkat ya. es krimnya dibagi sama Mas Ikhsan."
"Iya Mbak."
Dani turun dan masuk ke dalam rumah dengan senangnya membawa kantong plastik berisikan es krim.
"Buk, Alya berangkat."
"Iya hati - hati Al."
" iya Buk, Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Alya melajukan sepeda motornya menuju ke kampus, karena jam sudah mepet juga akan dimulai kuliahnya.
Sesampainya di kampus Alya bertemu dengan teman-temannya yang baru akan masuk ruangan dosen juga baru saja datang, Alya langsung mengikuti Mereka.
__ADS_1
☺☺☺☺