DIARY ALYA

DIARY ALYA
87


__ADS_3

Alya sudah mengikhlaskan semuanya yang dulu bersama Tri hanyalah kenangan, dan sekarang yang menjadi fokus Alya untuk segera sidang proposal agar segera bisa menyelesaikan kuliahnya.


Selesai sudah hari ini Alya mengajar cukup melelahkan karena full dari pagi hingga siang hari.


Seharusnya selesai sholat Dhuhur dia bisa pulang tetapi karena ada rapat yang akan digelar setelah pembelajaran selesai membuat semua bapak ibu guru harus mengikutinya.


Alya sedang duduk di serambi dengan bersandar di tembok Dia ingin rehat sejenak menggerakkan lehernya yang terasa sangat kaku.


"Bu Alya, kita duluan Bu."


Siswinya kelas XII yang tadi bersamanya diajak ke masjid untuk jamaah salat Dhuhur.


"Iya, langsung masuk ke kelas ya jangan ke kantin dulu nanti malah ditunggu sama guru selanjutnya."


"Iya Bu."


Alya memandangi mereka yang memang langsung menuju ke kelasnya sesuai dengan pesannya.


Alya merasakan matanya terasa sangat pegal mungkin karena seharian memandangi laptop saat mengajar.


Alya memejamkan matanya dan menghadirkan kepalanya ke tembok sambil menarik nafas untuk merilekskan pikirannya.


"Bu Alya ngapain."


Bu Laras yang baru keluar dari dalam masjid menghampirinya.


"Capek Bu, jamnya full tadi dari pagi."


"Istirahat dulu Bu, nanti juga masih ada rapat."


"Iya Bu, saya di sini dulu aja mau istirahat."


"Saya tinggal ya Bu, Saya masih ada jam ngajar."


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah Bu Laras pergi, Alya mengambil ponselnya karena ingin menghubungi Vera.


"Semoga nanti sore sudah keluar jadwalnya."


Gumamnya sendiri.


"Sendirian saja Bu."


Terdengar suara laki-laki yang mendekat ke Alya.


Refleks saja Alya menoleh ke arah sumber suara itu.


"Iya... Eh, Pak Angga."

__ADS_1


Alya menatap ke arah Angga yang berdiri tak jauh darinya.


"Tapi Saya nggak sendiri Pak, ini kan berdua."


Tangan Alya sambil menunjuk dirinya kemudian berganti ke Angga dan membuat Angga tertawa kecil.


"Bu Alya bisa aja, tapi bener ya kita di sini berdua, he he he..."


Mereka berdua sama-sama tersenyum, hingga masing - masing-masing hati dari mereka merasakan suatu hal yang beda.


"Cantik juga kalau senyum."


batin Angga.


"Aduh... Kenapa jantungku jadi deg-degan gini sih lihat Pak Angga tersenyum."


batin Alya.


"Bu Alya nggak ada jam, kok masih duduk santai aja di sini."


Angga ikut duduk di serambi namun mereka berjarak, Angga ada di dekat tempat sepatunya.


"Sudah selesai Pak, tadi pengennya mau langsung pulang tapi ada rapat dan harus ikut semua kan."


"Iya sih Bu, kayaknya mau bahas akreditasi karena masa akreditasi dari sekolah kita ini sudah habis tahun ini."


"Gitu ya Pak, kalau akreditasi itu apa aja yang perlu disiapkan. Maklum Pak belum pernah jadi nggak paham, he he he..."


Alya sambil tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.


"Banyak Bu, semua komponen sekolah."


Alya nampak mengangguk-anggukkan kepalanya namun jujur saja di dalam pikirannya masih bingung.


"Nggak usah dipikir sendiri Bu, nanti kita juga kerja tim supaya cepat selesai."


"Iya Pak."


Kemudian ada panggilan masuk di ponsel Alya.


"Maaf Pak ada telepon."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Assalamualaikum ya Ver gimana."


Alya menjawab panggilan di ponselnya yang tertera nama temannya Vera.


" Waalaikumsalam, Al kamu pulang jam berapa. Ini kelihatan mendung banget di sini aku mau berangkat sekarang aja."

__ADS_1


Jawaban dari sebrang.


"Aku ada rapat Ver, belum tahu juga sampai jam berapa kamu langsung aja ke rumah. Atau nanti aku kabarin deh siapa tahu bisa bareng."


"Oke, sebentar lagi aku OTW. Nanti aku telepon lagi kalau udah deket sekolahan kamu ya."


"Oke."


Angga masih di sana dan otomatis mendengar pembicaraan Alya ditelepon.


"Ada acara Bu, sepertinya sibuk."


Angga memberanikan diri bertanya kepada Alya.


"Nggak Pak, sore mau ke kampus aja."


Angga terlihat menganggukkan kepalanya.


"Semester berapa Bu."


"Ini sudah tujuh Pak, sedang pengajuan sidang proposal."


"Semoga sukses Bu."


"Aamiin."


Alya makin lama makin nggak enak ngobrol berdua dengan Angga, walaupun ada orang yang wara-wiri untuk masuk masjid untuk menunaikan sholat.


"Saya duluan ke kantor ya Pak."


"Oh iya Bu, silahkan."


Alya selesai mengenakan sepatunya kemudian berjalan menuju ke arah ruang guru.


Tak lama setelah itu pelajaran hari itu pun berakhir dan untuk mempersingkat waktu semua bapak ibu guru masuk ke dalam ruang guru dan rapat segera dimulai.


Rapat yang dipimpin langsung oleh bapak wakil kepala sekolah bagian kurikulum dengan pengawasan Bapak kepala sekolah membahas mengenai persiapan akreditasi yang akan dilaksanakan sekitar 2 minggu lagi.


Bapak ibu guru semuanya dibagi dalam 8 kelompok standar yang harus bekerja untuk mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang.


Setelah rapat selesai mereka semua segera membubarkan diri untuk segera pulang ke rumah masing-masing.


"Vera dimana ya."


Alya menekan nomor temannya itu untuk menghubunginya.


Ternyata setelah di hubungi posisi Vera sudah ada di persimpangan jalan menuju sekolah Alya, mereka pun pulang bersama ke rumah Alya.


😉😉😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2