
Hari ini pengumuman kelulusan, semua siswa nampak tegang datang ke sekolahan itu semua terlihat dari raut wajah mereka yang datang bersama dengan orang tuanya.
Pengumuman akan dilaksanakan di ruang kelas masing-masing dengan dibimbing oleh bapak ibu guru wali kelasnya.
Yang masuk ke dalam ruang kelas hanya orang tua dan semua siswa-siswi harus menunggu di luar ruangan.
Entah apa yang dibicarakan oleh wali kelas Mereka di dalam ruangan kelas masing - masing, anak - anak hanya bisa berdoa mendapatkan hasil yang terbaik.
Di dalam ruangan satu persatu orang tua dipanggil sesuai dengan nama anaknya masing-masing untuk menerima sebuah amplop putih yang didalamnya terdapat selembar kertas yang berisikan tentang keterangan Lulus atau tidaknya dari sang buah hati.
Jantung para orang tua tak kalah berdebar nya dengan anak-anak mereka yang menantikan hasil belajar mereka selama 3 tahun ini.
Orang tua yang sudah mendapatkan amplop berwarna putih itu pun tak sabar lagi dan segera membukanya, senyum sumringah terpancar di wajah mereka yang mendapatkan hasil sesuai dengan harapannya yaitu lulus.
Alya bersama ketiga sahabatnya sudah tegang menantikan hasil yang di bawa oleh orang tua mereka.
Pertama keluar dari ruangan yaitu ibunya Ana, melihat ibunya keluar Dia langsung menghampirinya dan tak sabar ingin mengetahui dirinya lulus atau tidak.
"Yeay... Alhamdulillah."
Alya memeluk Ibunya dan kemudian bergantian memeluk ketiga sahabatnya, Dia sangat senang dinyatakan lulus.
__ADS_1
Tak lama kemudian keluar ibunya Ana dia juga sangat senang karena dinyatakan lulus.
Selang beberapa menit ibunya Sifa keluar dengan wajah yang sumringah, Sifa menghampirinya dan mengambil amplop yang di bawa oleh ibunya kemudian memeluk Ibunya.
"Yeay.... Lulus..lulus...lulus..."
tanpa sadar dia bergoyang sendiri.
"Fa... Sadar kamu."
Ana menariknya karena Dia jadi pusat perhatian teman - temannya.
Entah apa yang dibicarakan oleh wali kelasnya sehingga teman-teman sekelas Silvi yang cowok pun penasaran mengintip di jendela.
"Lama banget sih, kelas ku nggak keluar."
Silvi nampak cemberut, gelisah juga was - was dengan hasil ujiannya.
Ketiga sahabatnya sudah dinyatakan lulus bagaimana dengan dirinya.
"Sabar Sil, nanti juga keluar."
__ADS_1
Ana merangkul pundaknya mengajaknya duduk kembali.
Teman - teman sekelas Silvi juga sudah tidak sabar mereka menjadi tambah gelisah karena kelas yang lain sudah pada berteriak dinyatakan lulus, sedangkan kelas mereka masih anteng di dalam.
Beberapa menit kemudian pintu ruang kelas pun terbuka, wajah mereka sudah tak sabar lagi ingin mengetahui hasilnya.
Wali kelasnya tersenyum di depan pintu sambil berkata.
"Masuk lah peluk orang tua kalian, ucapkan terima kasih dan jangan lupa selalu berbakti kepada mereka karena tanpa doanya Mereka kalian tak akan pernah berhasil."
Kemudian wali kelasnya Silvi pergi ke kantor, dan semua siswa satu kelas Silvi dan termasuk dirinya masuk ke dalam ruangan.
Ana, Alya dan Sifa menunggunya di luar, mereka mencoba mengintip dari jendela apa yang terjadi di dalam ruangan.
Silvi memeluk ibunya dan menangis terharu, tak hanya dirinya tapi semua temannya satu kelas mereka menangis bukan karena sedih tetapi tidak dinyatakan lulus 100%.
"Alhamdulillah."
Ucap Mereka semua, rasa syukur mereka panjatkan karena usaha mereka tidak sia - sia.
🙏🙏🙏🙏
__ADS_1