DIARY ALYA

DIARY ALYA
72


__ADS_3

"Kok nggak ada sepeda motornya."


Batin Angga yang baru saja datang dan memarkirkan sepeda motornya di parkiran khusus guru.


"Apa nggak ada jam ngajar."


Angga masih berbicara di dalam hatinya sendiri sembari membuka kaos tangannya serta melepaskan helmnya dan menaruhnya di spion sepeda motor miliknya.


"Harusnya Dia kan, ada jam mengajar hari ini kenapa jam segini belum datang."


Angga menoleh ke belakang begitu mendengar suara sepeda motor mendekatinya.


"Bukan ternyata."


Nampak kecewa yang datang ternyata bukan orang yang dia maksud.


"Apa ijin kali ya, tapi di grup juga belum ada itu ijin dan tugas darinya."


Angga duduk di atas motornya tanpa sadar Bu Laras yang tadi datang memperhatikan dirinya.


"Ngapain Pak, pagi - pagi melamun di parkiran."


Canda Bu Laras.


"Nggak papa Bu."


Jawabnya dengan tersenyum dan terlihat kikuk.


"Nungguin siapa Pak."


Bu Laras masih menginterogasinya biasanya Pak Angga itu kalau datang langsung masuk ke dalam ruangan dan berada di gerbang untuk menertibkan siswa.


"Nggak ada Bu, udah hampir jam 7 ini."


Angga melihat jam tangannya untuk mengalihkan perhatian Bu Laras dan dia pun berjalan menuju kearah ruang guru.


"Aneh Pak Angga, nungguin siapa sih sebenarnya."


Gerutu Bu Laras sambil tengak-tengok ke arah kanan dan kirinya tak ada siapa-siapa juga yang datang hanya siswa-siswi mereka yang mulai berlari memasuki gerbang karena sebentar lagi akan ditutup.


Angga segera menanggalkan jaketnya dan meletakkannya di kursinya miliknya.


"Pak Angga."


Panggil Pak Ahmad.


"Iya Pak Ahmad."


Angga menoleh ke arah sumber suara.


"Pak Angga ada jam pertama."

__ADS_1


"Sepertinya tidak ada Pak."


"Begini Pak Angga, ini Bu Alya sepeda motornya mengalami bocor dan harus masuk bengkel. Dia tadi memberitahu kepada saya jika dia terlambat mungkin bisa bertukar jam saja dengan Pak Angga daripada siswa kosong. Pak Angga masuk ke jam pertama dan nanti jam Pak Angga akan di isi oleh Bu Alya."


"Oh begitu Pak, baiklah Pak Saya bersedia."


" Terima kasih banyak ya Pak, atas kerjasamanya."


"Iya Pak sama - sama."


Pak Ahmad pun meninggalkan Angga yang langsung mengambil buku ajarnya dan segera masuk ke dalam kelas menggantikan jam Alya karena dia datang terlambat.


"Bocor dimana sepeda motornya, kasihan dia."


Batin Angga sambil merapikan buku yang akan dia bawa masuk kelas.


Angga kemudian meninggalkan ruang guru dan menuju kelas karena bel jam pertama juga sudah berbunyi.


"Semoga dia baik - baik saja. Pantas aja bisanya pagi sudah sampai di sini."


Angga sepanjang koridor menuju ke kelasnya dia masih bicara sendiri di dalam hatinya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Di sebuah bengkel


Alya duduk termenung mengamati sepeda motornya yang harus berganti ban karena tertancap paku hingga sobek.


"Alhamdulillah Ya Allah, masih di beri keselamatan."


Saat Alya baru berjalan sekitar 15 menit keluar dari rumahnya tiba-tiba terasa sepeda motornya oleng.


Alya menepi dan ternyata ban sepeda motornya yang belakang tertancap paku dan karena dia tidak langsung menyadarinya jadi bannya sobel karena di buat jalan terus.


Alya mendorong sepeda motornya tak terlalu jauh karena untungnya ada sebuah bengkel yang sudah buka di jam pagi.


Setelah mendapatkan bengkel Alya menghubungi Joko karena dia ada mengajar jam pertama sudah bisa dipastikan dirinya pasti terlambat makanya Dia menghubungi Joko untuk minta tolong menyampaikan ke Pak Ahmad namun sayangnya hari itu Joko libur dan di sarankan untuk langsung menghubungi bapak wakil kepala sekolah bidang kurikulum.


"Mbak sudah."


Bapaknya yang punya bengkel membuyarkan lamunan Alya.


"Oh Iya Pak, berapa Pak."


Setelah Bapaknya menyebutkan nominalnya Alya pun segera memberikan uang dan bergegas untuk berangkat ke sekolah.


Sesampainya di sekolahan sudah lewat jam pertama, Dia istirahat sebentar sebelum masuk ke kelas karena tadi sudah digantikan oleh Pak Angga.


"Bu Alya nggak kenapa - napa Kan."


Tanya Bu Laras yang mendengar tadi sepeda motornya bocor.

__ADS_1


"Alhamdulillah nggak papa Bu."


Jawab Alya sembari tersenyum.


"Syukur Bu, hati - hati Bu. kita memang tidak tahu apa yang akan terjadi ketika kita di jalan."


"Iya Bu."


Sekitar 20 menit berlalu Alya pun dipersiapkan untuk masuk ke kelas karena jam pelajaran Pak Angga hampir selesai. Dia pun membawa bukunya dan ingin menunggu di depan kelas karena merasa tidak enak sudah merepotkan Pak Angga.


"Dia sudah datang belum ya."


Batin Angga sebelum menutup pelajarannya.


"Terima kasih untuk hari ini, jadwal pelajaran selanjutnya akan di isi Bu Alya. Bapak mohon jangan keluar kelas Bapak akan memastikan apa Bu Alya sudah datang terlebih dahulu."


"Baik Pak."


Setelah Angga mata pelajarannya dengan salam Angga pum membuka pintu kelas..


"Ceklek.."


Alya yang menunggunya di depan menoleh ke arah pintu yang terbuka.


Mata Mereka bertatapan dan senyum terbit di bibir Angga yang membuat Alya pun tersenyum.


"Bu Alya, sudah sampai. Bagaimana Bu Alya nggak papa kan."


Cecar Angga yang nampak mengkhawatirkannya.


"Alhamdulillah Saya nggak papa, maaf ya Pak jadi merepotkan Pak Angga sudah bertukar jam."


"Nggak masalah Bu. Kita harus saling membantu."


"Terima kasih Pak sekali lagi."


Ucap Alya dengan tersenyum dan menundukkan kepalanya.


"Sama - sama Bu."


"Saya permisi ya Pak masuk kelas dulu."


"Silahkan Bu, anak - anak sudah terkondisikan."


Ucap Angga dengan ramah.


"Terima kasih Pak."


Alya masuk ke dalam ruangan dan Angga masih di depan memandangnya hingga masuk ke dalam.


"Alhamdulillah baik - baik saja Dia."

__ADS_1


Batinnya dengan tersenyum lega.


😉😉😉😉


__ADS_2