DIARY ALYA

DIARY ALYA
116


__ADS_3

Dini hari berikutnya rombongan telah kembali ke sekolahan dimana awal mereka berangkat.


Alya pulang bersama Joko menembus dini hari dengan membawa barang yang semakin banyak saja.


Sesampainya di rumah Alya meletakkan barang bawaannya kemudian membersihkan diri dan ingin tidur karena badannya terasa capek sekali.


"Tidur Al, nggak usah mandi besok aja udah malam."


Ibunya mengingatkan.


"Iya Bu."


Alya sudah tidak tahan lagi dia langsung merebahkan dirinya di kasur yang sangat ia rindukan 5 hari ini.


Subuh berkumandang, dan Ibunya setelah mengetuk pintu kamar Alya yang baru terbentuk sekitar satu setengah jam yang lalu.


"Al, bangun salat dulu nanti kalau mau tidur lagi nggak apa-apa."


Alya masih belum menjawab.


"Alya, tok..tok..tok.."


"Hemmm..."


Terdengar suaranya.


" Bangun Al, salat subuh dulu nanti kalau mau tidur lagi nggak apa-apa."


"Iya Buk."


Alya membuka kedua matanya yang terasa masih sangat lengket apalagi badannya terasa kaku semua karena beberapa hari hanya bisa tidur di bis.


"Mbak Alya udah pulang Bu."


Dani mendengar ibunya membangunkan kakaknya itu.


"Sudah kenapa."


"Oleh - olehnya mana."


"Oleh - oleh capek, pijitin."


Alya yang baru keluar dari kamarnya sambil mengucek kedua matanya.


"Mana Kak, oleh - olehnya."


"Nanti kakak mau sholat dulu. Udah siang ini."


"Oke, Dani tungguin di depan ya Kak."


"Hemmm..."


Alya masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya kemudian mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat subuh.

__ADS_1


Selesai sholat Alya membuka tas yang berisi oleh - oleh dan membawanya keluar karena Dani sudah cerewet.


"Ini sama Mas Ikhsan."


Alya memberikan tas yang berisi kaos untuk kedua adiknya.


"Wah.. Jogger ini, asli nggak Kak."


"Di lihat dong labelnya."


Alya agak cemburu masa di kira Dani oleh-olehnya nggak asli.


"Kok kembar Kak, sama Mas Ikhsan." Protes Dani.


"Kalau nggak mau sini buat aku semuanya aja." Kata Ikhsan.


"Enak aja."


Alya tertawa saja melihat kedua adiknya yang meributkan oleh-oleh.


Ayah juga lupa membelikan oleh-oleh untuk ibu dan juga bapaknya dan beberapa makanan ringan yang sengaja ia beli untuk bisa dibagikan kepada saudara-saudaranya.


Hari ini sekolah di liburkan karena baru dini hari tadi mereka sampai dan akan mulai masuk esok hari.


Alya merasakan kepalanya pusing dan badannya seperti melayang, dia memijat - mijat pelipisnya.


"Kenapa Al."


Tanya Ibunya.


"Buat istirahat lagi sana, tidur."


"Iya Buk."


Alya menuju ke kamarnya untuk beristirahat kepalanya terasa berputar-putar malah mau muntah juga. Dia merebahkan badannya di atas kasur kemudian memberi minyak kayu putih di pelipisnya agar terasa lebih ringan dan juga diperut supaya tidak mual.


"Kapok ah, pergi lama kayak gini bikin badan capek aja."


Gumam Alya sendiri kemudian Alya terlelap kembali ke alam mimpinya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Angga di rumah sedang asyik membersihkan kandang burung - burung kesayangannya yang sudah dia tinggal selama 5 hari.


Setelah bersih semua kini dia yang membersihkan diri kembali sebelum melaksanakan salat dhuhur.


Selesai sholat Angga makan siang sendiri karena kedua orang tuanya berada di kios adiknya pun sudah rumah sendiri dengan suaminya.


Setelah habis makanannya Angga teringat sesuatu kemudian dia masuk ke dalam kamar.


"Aku kasihkan kapan ini ya."


Angga mengambil sebuah tas perempuan yang ia beli di jogger kemarin yang berwarna tosca.

__ADS_1


Ternyata Angga membeli tas yang diperuntukkan untuk Alya namun kemarin untuk memberikannya tidak ada momen yang pas.


"Aku ke rumahnya aja, sekalian silaturahmi dan aku ingin membuktikan jika aku serius dengannya."


"Dia pasti merasa jika aku hanya mempermainkan dirinya, mendekatinya cuma untuk memberi harapan palsu."


Angga bicara sendiri.


Tas tersebut ia masukan kembali ke dalam paper bag dan nantinya akan diberikan kepada Alya.


"Dia ngapain ya, baru semalam nggak ketemu kangen rasanya."


Angga mengambil ponselnya dan memandangi foto profil dari kontak Alya.


Angga tersenyum sendiri.


"Semoga aku beruntung mendapatkan kamu Alya."


"Sedang apa Bu."


Angga mengetik pesan itu dan mengirimnya ke Alya.


Hingga beberapa jam tak ada jawaban Angga pun merasakan kantuk menyerang matanya dan Dia terlelap juga ke alam mimpi.


Sore menjelang Angga bangun dari tidurnya dan yang pertama dia cari yaitu ponselnya.


Senyum menghiasi bibirnya begitu melihat ada notifikasi pesan dari Alya.


"Baru bangun tidur Pak, badannya capek banget."


"Buat istirahat, jangan ke kampus dulu." Balas Angga lagi.


"Iya, gimana mau ke kampus jalan aja pusing rasanya kayak masih naik bis."


Balasan dari Alya lagi.


"Periksa ke Dokter daripada sakit."


"Buat istirahat aja nanti juga membaik Pak."


Balasan dari Alya.


"Oke, nanti malam jangan bergadang. Buat istirahat."


begitu mereka saling berbalas chat hingga sore Alya pun tidak membalasnya lagi.


Malam menjelang, besok harus boleh beraktivitas kembali Angga memilih untuk beristirahat lebih awal.


"Iya Pak, ini mau tidur gasik."


Balasan dari Alya baru masuk.


"Selamat istirahat ☺☺☺."

__ADS_1


Begitu perhatiannya Angga terhadap Alya, membuat kesalahpahaman semakin menjadi. Alya makin berharap cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


🤭🤭🤭🤭🤭


__ADS_2