DIARY ALYA

DIARY ALYA
166


__ADS_3

Suasana bahagia pengantin baru masih menghinggapi mereka berdua. Apalagi cuti mereka masih ada 3 hari lagi, Mereka tak pergi kemana pun hanya di rumah saja menikmati hari - hari yang indah penuh kebahagiaan sebagai pasangan suami istri baru.


"Sayang.."


Angga tidur di pangkuan Alya yang sedang bersandar di tempat tidurnya sambil membaca novel.


"Hmm... Iya Mas kenapa."


Alya mengusap - usap rambut suaminya karena Dia suka di begitu kan.


"Kamu kan bisa gitar."


"Hmmm.. terua kenapa Mas."


"Gitar kamu mana."


Angga menarik novel yang dibaca oleh Alya.


"Di kamar Ikhsan, Alya udah jarang main gitar. Kenapa Mas Angga bisa gitar."


"Nggak bisa, ajarin sayang."


"Alya kalau suruh ngajarin nggak bisa Mas."


"Kan kamu pintar main gitar Sayang, masa gak bisa ngajarin."


"Ngajarin malah susah Mas dari pada main sendiri."


"Kamu belajar sama siapa dulu."


"Otodidak Mas, di sekolahan dulu kan ada mata pelajaran seni musik jadi Alya belajar sendiri."


"Mau dengerin dong sayang, kamu main gitar sambil nyanyi."


Angga menatap Alya dengan tatapan memohon.


"Males ah Mas, tidur aja yuk ngantuk."


Alya meletakan novelnya di meja.


"Bentar lah Sayang."


"Iya, Alya ambil gitar dulu di kamar ikhsan."


Alya beranjak dari kamarnya menuju ke kamar adiknya untuk mengambil gitar.


Kamar Ikhsan tidak dikunci dan entah kemana orangnya tak tau. Alya mengambil gitarnya dan membawanya ke kamar.


Angga menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur dan Alya pun duduk disampingnya.

__ADS_1


"Mau lagu apa Mas."


"Lagu kebangsaan kita dong."


Alya mengerutkan dahinya.


"Indonesia Raya."


"Nggak Sayang, lagu kita."


Angga memeluknya dari belakang.


"OOH... Oke.."


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Mereka bernyanyi begitu petikan gitar Alya mulai berbunyi.


Ku berharap engkau lah


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Akhirnya ku menemukanmu


Siang itu terasa syahdu Mereka bernyanyi berdua.

__ADS_1


"I Love You Sayang."


Angga memeluknya Alya dengan mesra dan memberikan kecupan - kecupan manis di pipinya.


"Love You Too... Alya ngantuk, tidur yuk Mas."


Alya meletakan gitarnya.


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Dia merebahkan tubuhnya dan Alya pun mengikutinya. Kemudian Angga pun memeluk tubuh Alya dan mereka terlelap berdua.


Adzan ashar membangunkan mereka berdua, Alya bangun dan mencari ibunya ke dapur sedangkan Angga membersihkan dirinya ke kamar mandi.


Selesai mandi gantian Alya yang membersihkan dirinya dan mereka jamaah sholat ashar.


"Mas, Alya bantu ibu masak ya."


"Iya Sayang."


Angga keluar dari kamar dan ke teras, dia membaur dengan saudara Alya yang dekat rumah.


Selesai membantu masak Ibunya Alya pun keluar dan mencari suaminya.


Hingga adzan maghrib berkumandang Angga ke mushola bersama Bapaknya Alya dan juga Dani sedangkan Ikhsan pergi belum pulang.


Malam makin larut selesai makan malam bersama Mereka berkumpul sambil menyaksikan televisi hingga mereka merasakan kantuk dan masuk ke dalam kamar.


"Sayang..."


"Iya Mas, kenapa."


Alya sedang membersihkan wajahnya.


"Besok ke rumah Ibunya ya."


Angga mengajak ke rumah kedua orang tuanya.


"Besok Mas."


"Iya Sayang, kita tidur sana, mau kan?. Mumpung masih cuti Sayang."


Alya menoleh dan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Tidur yuk Sayang."


"Iya Mas."


Mereka terlelap dan masuk ke dalam mimpi.


😌😌😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2