
Proposal Alya sudah hampir rampung dan dia akan kembali menemui dosen pembimbingnya setelah kemarin sekali bertemu dengannya dan masih ada yang perlu diperbaiki.
Alya selalu berdoa semoga kali ini langsung acc dan bisa segera mendaftar sidang.
Seperti biasa Alya selalu bersama dengan Vera jika akan bimbingan karena sekalian jalan mereka berdua bisa bersama bimbingan walaupun dosen pembimbing mereka berbeda.
Hari ini tadi Alya libur tidak ada jam mengajar jadi dia di rumah bisa fokus memperbaiki Proposal nya bersama dengan Vera yang sudah datang sejak pagi.
Hari sudah sore mereka bersiap untuk berangkat ke kampus.
"Ver kamu depan ya, pakai motor aku aja."
"Pinter kamu Al, ada maunya."
"He he he.. Alya gitu."
Mereka berdua berangkat ke kampus setelah berpamitan dengan kedua orang tua Alya.
Perjalanan sore itu lumayan padat karena aku barengan dengan jam pulang kantor.
Tak lama kemudian setelah berjibaku dengan kemacetan akhirnya Vera membelokkan sepeda motor ke arah kampus dan memarkirkannya di tempatnya.
"Jalan kok bisa macet gitu ya, huh.. butuh di flyover itu."
Keluh Vera yang merasakan pegal tangannya harus menarik gas dan rem.
"Udah ayo naik, sudah ditunggu nih aku sama Bu Maya."
"Oke..."
Alya segera menuju ke kelas dimana Bu Maya akan segera mengajar, memang kemarin sudah menelepon Bu Maya untuk bimbingan jadi di beri waktu sebelum mahasiswanya masuk ke dalam kelas.
Alya mengetuk pintu kelas tersebut dan Vera pun hanya menunggu di depan.
Sekitar 30 menit Alya di dalam ada beberapa mahasiswa pun sudah mulai berdatangan masuk ke dalam kelas tersebut.
"Ya sudah Mbak, ini acc segera daftarkan sidang."
Bu Maya memberikan tanda tangannya sebagai bukti kalau sudah siap mimpinya dan mau minta Alya untuk segera mendaftarkan sidang agar bisa lanjut ke skripsi.
" Terima kasih banyak Bu."
Alya keluar dari kelas tersebut dengan senyum sumringah karena apa yang diinginkannya Alhamdulillah tercapai.
Vera yang menunggunya di luar sudah bisa menebak dengan melihat raut wajah Alya yang sumringah begitu keluar dari dalam kelas.
"Alhamdulillah Ver, semoga nanti kamu Pak Joko juga langsung acc ya."
"Aamiin."
Vera bimbingannya masih nanti menunggu Pak Joko yang masih ada kelas, Alya dan Vera memilih untuk ke kantin dulu untuk mencari minum karena merasakan kering di tenggorokannya.
"Alya."
Saat memesan minum ada suara seseorang yang memanggil Alya dari belakang dan refleks aja Alya dan Vera pun menoleh ke arah belakang.
"Mas Tri ."
Ucap Alya dan mendapat senyuman dari cowok yang pernah mengisi relung hatinya itu.
"Apa kabar."
Tri mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Alya tersenyum dan menyatukan tangannya di depan dada.
" Alhamdulillah sehat Mas, gimana dengan Mas Tri sehat."
Alya sudah sudah berusaha melupakan semua rasa yang pernah ada, Dia tidak mau terlihat seperti masih mengharapkan orang yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
" Alhamdulillah sehat juga. Ada kuliah."
"Nggak Mas tadi ketemu dosen aja untuk bimbingan."
"Oh.. sudah skripsi."
"Aku ke sana ya Al."
Vera yang sejak tadi hanya diam saja melihat mereka berdua bicara akhirnya memilih untuk mencari tempat duduk setelah mendapatkan pesanan mereka.
"Ikut Ver."
"Ngobrol aja dulu."
"Ya udah kalau mau duduk silakan."
Tri pun memahami Alya tak nyaman lagi untuk bicaranya berdua dengan dirinya.
"Oke, permisi ya Mas."
Alya melenggang begitu saja dengan Vera meninggalkan Tri yang masih berdiri melihat dirinya.
"Kamu jahat Al, Dia masih mau ngobrol sama kamu malah kamu tinggal."
Vera suka aja menggoda Alya.
"Udah nggak ada lagi ngobrol-ngobrol."
Alya duduk dan langsung menyeruput es yang ada di gelas.
"Iya deh, sekarang yang ada di hati itu pak guru cakep, ha ha ha.."
"Uhuk..."
Alya tersedak mendengar candaan Vera.
"Tapi berharap kan kamu, kalau Pak guru itu akan mendekat hi hi hi..."
"Udah nggak usah di bahas, mau mendekati ya silakan kalau nggak ya berarti sama dia dengan cowok yang lain PHP."
"ha ha ha.... Aku doakan kamu berjodoh sama dia."
"Haruskah Aamiin atau apa ini."
Kata Alya dengan tersenyum.
"Aamiin aja siapa tahu ada malaikat lewat dan terkabul ha ha ha..."
"Hussstt... Pelan kan suara kamu malu itu dilihatin."
Mereka berdua bercanda hingga terdengar adzan maghrib dan segera menuju ke masjid yang ada di kampus untuk melaksanakan kewajibannya.
Selesai sholat Vera bergegas untuk mencari Pak Joko untuk pengajuan proposal nya semoga juga acc seperti punya Alya.
Alya menunggunya di depan sedangkan Vera masuk ke dalam ruangan Pak Joko untuk menemuinya.
Saat menunggu di depan Alya disapa kembali oleh seseorang.
"Belum pulang Al."
Tri ternyata masih ada di kampus itu.
Alya menoleh ke arah suara itu karena dia sedang asyik memainkan ponselnya.
"Belum.. Eh Mas Tri tak kirain siapa. Belum pulang juga Mas."
Tri mengambil duduk disebelah Alya namun mereka berjarak.
"Baru selesai nih mengurus wisuda."
__ADS_1
Alya terlihat biasa saja cuman tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Nunggu teman kamu."
"Iya lagi di dalam ketemu sama Pak Joko."
Alya terlihat sedikit cuek karena diajak bicara tapi dia masih memainkan ponselnya.
"Al..."
Nada bicara Tri terdengar agak serius Alya pun menoleh ke arahnya.
"Iya.."
"Maaf ya, mungkin kamu masih marah sama aku."
"Marah soal apa Mas."
Alya pura-pura aja nggak ngerti.
"Soal kita dulu, Maaf ya kalau aku memutuskan secara sepihak."
"Alya...."
Suara Vera memecahkan keheningan dan membuyarkan Tri yang ingin bicara serius dengan Alya.
"Gimana Ver."
Alya pun pilih menanggapi Vera daripada menanggapi Tri.
"Alhamdulillah, acc. kita nanti daftar sidang bareng ya supaya bisa dapat tanggal yang sama."
"Oke."
Vera lalu memandang seseorang yang duduk tak jauh dari Alya.
"Oh... ada Mas Tri. Maaf ya Mas tadi saya nggak lihat."
"Iya, nggak papa."
"Kita pulang yuk Al."
Ajak Vera.
"Yuk, udah malam juga mendung lagi takut hujan."
"Al, boleh aku bicara sebentar."
Tri menyela dia ingin menyelesaikan omongannya tadi mumpung ketemu dengan Alya.
"Apa lagi Mas."
Alya mencoba menghormati Tri walaupun sebenarnya di dalam hati dia sudah malas.
"Aku minta maaf jika menyakiti kamu karena sudah memutuskan hubungan kita secara sepihak."
Alya menghembuskan nafasnya mendengar Tri bicara seperti itu.
"Maaf aku nggak bisa mengatakan kenapa aku memutuskan mu. Tapi Aku berharap sekarang kita bisa berteman."
"Semua sudah selesai Mas, jadi menurut ku semuanya sudah berakhir tak ada yang perlu dimaafkan lagi dan tak ada yang perlu lagi dibicarakan. Saya permisi mas sudah malam."
Alya menggandeng tangan Vera dan meninggalkan Tri yang masih duduk memandangi dirinya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Spesial malam ini udah double ya..
jadi jangan lupa tinggalkan jejaknya LIKE, KOMEN dan VOTE ya readers yang baik hati 😉😉😉😉😉
__ADS_1