
Esok hari jadwal berangkat ke Surabaya Bali untuk kunjungan kerja industri dan juga studi tour.
Malam hari Alya sedang packing karena nanti akan memakan waktu 5 hari jadi dia mempersiapkan beberapa baju ganti yang akan dia bawa.
"Al."
Panggil Ibunya.
"Iya Buk."
Alya keluar dari dalam kamar dan menemui ibunya yang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ada apa Buk."
"Ini ada uang sedikit bisa untuk tambah-tambah jajan kamu di sana."
"Alya punya uang kok Bu."
"Sudah ini diterima saja ya dari Bapak katanya untuk uang saku kamu."
"Makasih Buk."
Alya menerima uang itu dia tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya.
"Kamu jangan tidur malam besok kan kamu harus berangkat pagi."
"Iya Buk, tinggal nata barang bawaan aja Buk dikit lagi."
"Ya udah, istirahat."
"Ya Buk."
Setelah ibunya pergi dari tempatnya Alya masuk ke dalam kamar lagi dan mengunci pintu kamarnya.
"Alhamdulillah, bisa buat beli oleh-oleh."
Alya pasukan uang saku yang diberikan ibunya tadi ke dalam dompetnya.
Alya melanjutkan menata tas yang akan ia bawa besok.
Kemudian kemudian masuk notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya.
"Bu Alya besok berangkat sama siapa, diantar atau bawa motor sendiri."
Pesan dari Angga.
Alya membacanya kemudian mengetikan balasan.
"Kayaknya minta antar adik Pak."
"Sama, aku juga minta diantar saja karena rasanya was-was jika sepeda motornya di tinggal di sekolahan."
Sekolahan memang menyediakan tempat untuk memarkirkan sepeda motor ya nanti tinggal di sana dan akan dikunci dan dijaga.
"Iya Pak sama."
Balas Alya lagi.
"Sudah malam Bu, istirahat besok kan harus berangkat pagi."
Balasan dari Angga.
"Iya Pak, ini juga mau istirahat."
"Oke, sampai jumpa besok Bu, Good night ☺☺☺."
__ADS_1
"Iya Pak, selamat malam."
Antara Angga dan Alya pun keduanya sama-sama tersenyum walaupun mereka berdua tak bisa saling melihat.
Alya meletakkan ponselnya di meja dan akan membaringkan dirinya di atas tempat tidur.
Tapi kemudian ponsel berbunyi lagi ada pesan masuk.
"Al, besok berangkat bareng aja bawa motor Mu ya. Motor Ku mau dibawa Dewi."
Pesan dari Joko.
"Oke, jam berapa. Motornya aman nggak di sekolahan."
Alya merasa was - was sepeda motornya di tinggal sekolahan.
"Berangkat jam 5. Aman ada Pak Maman sama anaknya yang jaga."
"Ya."
Alya merebahkan dirinya kembali karena habis subuh dia harus berangkat.
Pagi menjelang, adzan subuh pun berkumandang membangunkan setiap Insan untuk melakukan kewajibannya kepada Sang Kholiq.
Alya bangun dan segera membersihkan dirinya dan melaksanakan salat subuh.
Selesai sholat Dia mencari ibunya karena dia tidak bisa membantu untuk persiapan sarapan.
"Buk."
"Kenapa Al."
"Alya mau siap-siap ya nggak bisa bantu ibu masak."
"Ya sudah Buk, Alya siap-siap ya."
"Kamu jadi diantar Ikhsan."
"Nggak Bu, mau boncengan sama Joko nanti sepeda motornya tinggal di sekolahan ada yang jaga kok Buk. Terus kalau pulangnya nanti malam kan juga nggak ngerepotin rumah Bu. Motornya Joko mau dibawa Dewi kan lima hari nanti Dewi nggak bisa kuliah."
"Ya sudah, sana siap-siap dulu setelah itu sarapan walaupun sedikit biar enggak kosong perutnya."
"Iya Buk."
Alya masuk kedalam kamarnya kembali dan segera mengganti baju.
"Bismillah, dari keselamatan Ya Allah sampai ketemu dengan keluarga ku tercinta kembali."
Doa Alya sambil bercermin merapikan jilbabnya.
Alya keluar dari kamarnya dan membawa satu tas besar yang berisi baju gantinya serta kecil yang ia gendong.
"Mau kemana Mbak, mau pindahan ya."
Ledek Ikhsan.
"Cerewet, Awas ya kalau kamu minta oleh-oleh."
"He he he.. Beliin dong kaos J****."
Ikhsan tahu juga kaos yang bermerek.
"Ogah, mahal."
"Mbak, Dani beliin sandal ya yang sandal gunung."
__ADS_1
Adik bungsunya itu juga tidak mau ketinggalan.
"Mau buat apa."
"Jalan - jalan lah Mbak."
Alya mengambil nasi sedikit saja beserta dengan lauk karena rasanya pagi-pagi makan banyak nggak enak .
Selesai sarapan Alya berpamitan dengan kedua orang tuanya dan juga kedua adiknya kemudian melanjutkan sepeda motornya menuju ke rumah Joko karena sudah ditunggu.
"Sudah sarapan Al."
Tanya Joko.
"Udah di suruh Ibu sarapan tadi."
"Ya udah yuk berangkat.
Joko menyetir sepeda motornya sedangkan Alya membonceng di belakang.
Setelah kurang lebih 30 menit mereka telah sampai di sekolahan dan sudah ramai dengan anak-anak yang diantar oleh orang tua mereka.
Armada Bus yang berjumlah enam sudah berjajar rapi siap mengantar mereka untuk kunjungan kerja industri dan juga studi tour.
Sepeda motor Alya sudah diparkirkan oleh Joko dan dipastikan aman kuncinya pun disuruh bawa Joko aja.
Alya berkumpul di depan bersama dengan guru-guru pendamping, karena mereka akan melakukan briefing di pagi hari itu.
Angga baru aja datang dan kemudian ikut bergabung bersama dengan rekan kerjanya.
Setelah pihak panitia memberikan pengarahan kepada Bapak Ibu guru pendamping, Mereka menuju ke bis masing-masing untuk pengecekan siswa-siswinya.
"Bu Alya jadi diantar sama adiknya."
Pak Angga mendekat ke Alya yang sedang mencari absen bis nya.
"Nggak jadi Pak, tadi berangkat sama Pak Joko."
"Katanya diantar sama adiknya, terus sepeda motornya di mana."
Entah kenapa raut muka Angga agak kecewa.
" Iya tadi malam maunya diantar sama adik tapi Pak Joko terus chat katanya mau bareng karena sepeda motornya Pak Joko akan dibawa adiknya. Itu motornya sudah diamankan sama Pak Joko."
"Ya sudah saya tinggal ya Bu."
"Iya Pak."
Angga pergi meninggalkan Aliya untuk segera melakukan pengecekan bis yang akan dia dampingi.
"Ciyeeee... Udah janjian ya Bu nanti di sana mau ngapain."
Bu Susi yang sejak tadi melihat Alya yang ngobrol dengan Angga baru ini dia mendekat setelah Angga pergi.
"Bu Susi, cuma ngobrol biasa aja Bu."
"Ngobrol Serius juga nggak papa kok Bu. Kan soalnya Bu Alya single Pak Angga juga single jadi sah-sah aja menurut saya kalau kalian dekat."
Kata Bu Susi.
"Ya sudah Bu, ayo kita absen anak - anak."
Alya mengalihkan pembicaraan mereka dan menuju ke bis..
Titi DJ ya..☺☺☺☺☺
__ADS_1