
Sudah beberapa hari semenjak Angga pulang dari kegiatannya, kini Dia sudah kembali ke sekolahan untuk kembali bertugas sebagai seorang pengajar.
Pagi ini Mereka sedang bersiap, Alya dengan telaten mempersiapkan seragam suaminya.
"Mas, seragamnya ya Alya siapin sarapan."
"Iya Sayang."
Alya keluar dari kamar meninggalkan suaminya menuju ke dapur untuk menghidangkan masakan yang sudah ia masak tadi.
Selesai berganti baju Angga keluar menemui istrinya yang berada di ruang makan.
"Sarapan Mas."
Angga tersenyum dan menarik kursinya untuk duduk.
"Duduk Sayang, kita sarapan."
"Iya Mas."
Mereka berdua menikmati sarapannya dan setelah selesai Alya memberikan peralatan makannya dan bersiap berangkat bekerja.
"Mas, udah siang."
Alya sudah menunggunya di depan namun suaminya itu masih di dalam rumah.
"Yuk, pintunya kunci Sayang."
Alya pengunci pintu rumah dan kemudian naik ke atas motor dan mereka melaju ke sekolahan.
Seperti biasa sesampainya di sekolahan mereka segera melaksanakan tugas masing-masing.
Waktu istirahat telah tiba Angga menghampiri istrinya ke lab.
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Ada Alya, Joko dan juga Dani di dalam ruangan.
Sekarang Angga sudah berdamai dengan Dani, mereka juga terlihat sudah mulai mengobrol.
"Ada apa Mas." Tanya Alya.
"Tolong di cek hasil tes Mas kemarin."
"Oh iya Mas."
Alya membuka website untuk mencari hasil pendidikan profesi yang diikuti oleh Angga kemarin yang diumumkan hari ini.
__ADS_1
Setelah memasukkan nomor peserta dari Angga, muncullah hasil yang didapatkan oleh Angga dan Dia dinyatakan belum lulus dan harus mengulang kembali ujian akhirnya.
"Nggak papa Mas, enggak usah sedih nanti bisa mengulang kembali itu ada temen Mas juga yang tidak lulus nanti bisa berangkat bareng lagi." Hibur Alya, nampak wajah penyesalan Angga.
"Maaf ya Mas, nggak lulus."
"Mas, nggak papa bukan akhir segalanya. Mas harus berjuang kembali."
"Makasih Sayang."
"Semangat Mas, nanti belajar lagi."
"Iya, Mas akan lebih giat untuk belajar lagi."
Angga pergi ke ruangannya kembali setelah bel masuk berbunyi dan Alya bersiap untuk mengajar kembali.
Saatnya pulang sekolah pun telah tiba Alya telah menunggu suaminya itu di depan lab. Tak lama yang ditunggu pun telah datang dan menghampiri dirinya.
"Maaf ya lama, Mas tadi dipanggil sama Bapak kepala sekolah."
"Ada apa Mas."
"Ini."
Angga mengeluarkan sebuah surat ternyata surat undangan diklat beberapa hari tapi kali ini tidak jauh masih di dalam kota mereka.
Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Lusa."
Alya kaget begitu melihat tanggal yang tertera di sana.
"Iya Sayang."
Angga menatap wajah Alya ada guratan sedih baru juga beberapa hari di rumah ini suaminya akan pergi lagi selama 5 hari.
"Mas baru juga pulang."
"Kita pulang yuk."
Angga meraih tangan Alya dan mengajaknya pulang.
"Jangan sedih, deket kok. Mas bisa pulang tidak harus menginap di sana."
"Beneran Mas "
Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka telah sampai di parkiran dan Angga pun Membawa istrinya untuk pulang.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Mereka beristirahat, Angga melihat Alya hanya diam saja sejak dia mengetahui jika dirinya akan berada di diklat.
"Sayang."
Angga ikut merebahkan dirinya di samping Alya untuk menikmati tidur siang mereka.
"Iya Mas."
"Jangan sedih, Mas nggak lama kok."
Angga mengusap rambut Alya.
"Sepi Mas di rumah."
"Mas bisa pulang Sayang, tapi malam."
"Kasihan Mas Angga, nanti malah bolak-balik."
"Nggak papa, kalau kamu mau Mas pulang Mas akan pulang tiap hari."
"Mas, Alya boleh nggak di rumah Ibu aja."
Alya memandang wajah Angga dengan tatapan memohon.
"Kamu seneng di sana Sayang."
"Iya ada temennya kalau di rumah."
Memang Alya sering di rumah sendiri karena kedua orang tuanya Angga yang selalu menjaga kios yang setiap harinya, mereka pulang kalau pas sore hari.
"Iya Sayang, kamu boleh di sana. Tapi..."
"Tapi apa Mas...."
Alya menatap suaminya yang akan memberikan syarat.
"Kamu di rumah aja, kalau kerja langsung pulang tidak boleh mampir - mampir."
"Iya Mas, kalau belok ke pom bensin juga nggak boleh."
Alya suka mencandai suaminya.
"Ya boleh, yang nggak boleh itu mampir ke tempat sembarangan."
"Iya Sayang."
Alya memeluk suaminya itu karena telah mengijinkannya untuk tinggal di rumah kedua orangtuanya selama Angga diklat.
😀😀😀😀😀😀
__ADS_1