DIARY ALYA

DIARY ALYA
190


__ADS_3

Pemeriksaan telah selesai kini Alya sedang membersihkan dirinya di kamar mandi dan akan menunggu penjelasan dari Dokter dari hasil pemeriksaannya.


Selesai dari kamar mandi Alya duduk kembali di samping Angga yang sudah terdapat dokter di depannya.


"Baik, saya akan menjelaskan hasil pemeriksaan dari Ibu Alya."


Dokter menunjukkan hasil USG yang berupa sebuah foto berwarna hitam putih di hadapan Alya dan Angga.


"Dari hasil USG ini bisa terlihat jika sel telur dari Ibu Alya memang tergolong kecil-kecil dan banyak namun belum ada yang matang jadi akan sedikit susah untuk dibuahi."


Begitu halus Dokter itu menjelaskan kepada Alya dan Angga namun sehalus apapapun perkataan Dokter itu terasa seperti sambaran petir di siang hari bagi Alya.


"Ya Allah ujian apa lagi ini."


Di dalam hati Alya menangis mendapati kenyataan itu.


"Tapi Ibu Alya jangan pesimis bisa diobati dengan menggunakan obat juga perlu pola hidup sehat yang harus dijalani oleh Ibu Alya. Kondisi seperti ini biasanya disebut dengan PCOS yaitu Sindrom polikistik ovarium ini penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon. Hal ini dapat menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur disertai pembentukan kista multipel pada ovarium." Begitu penjelasan Dokter.


Alya rasanya sudah mau menangis, berontak dan seperti tak terima dengan takdir ini.

__ADS_1


Angga sendiri juga merasa terpukul dengan keadaan istrinya ini artinya akan lama bagi mereka untuk mendapatkan keturunan.


"Tapi sekali lagi kita hanya manusia yang diperintahkan untuk berikhtiar dan berdoa semua kembali kepada Allah yang mengetahui segalanya apa yang terbaik untuk diri kita. Jangan pesimis, Ibu dan Bapak ini masih muda organ produksi juga masih sehat jadi dengan diterapkan pola hidup yang lebih sehat lagi dan terus berikhtiar serta tetap berdoa Insya Allah di saat yang tepat nanti akan diberi buah hati." Nasehat Dokter yang membuat Angga dan Alya semangat kembali untuk berjuang menanti kehadiran momongan.


Angga meraih tangan Alya yang ada di bawah, Dia menggenggamnya dan membuat Alya menatap kearah suaminya itu.


Angga tersenyum dan itu merupakan mood booster yang sangat luar biasa bagi diri Alya yang sudah merasakan dirinya itu seperti wanita yang tidak sempurna.


Setelah menerima penjelasan dari dokter apa saja hal baik yang harus mereka laksanakan untuk bisa segera mendapatkan momongan Alya pun diberi resep yang harus ditebus di apotek dan obat itu harus dikonsumsinya secara rutin selama 1 bulan dan bulan depan harus kembali lagi untuk check up kembali.


Alya masih mengantri obat di depan Apotek, sedangkan Angga tadi bilang mau ke kantin sebentar untuk membeli minum.


Angga membukakan botol minuman yang ia beli tadi dan memberikannya kepada Alya.


"Makasih Mas."


Alya masih terlihat lemas dan pikirannya juga sedikit kacau setelah mengetahui kondisi dirinya.


Banyak sekali pikiran negatif yang berputar-putar di kepala Alya, hingga dia terlihat tidak bersemangat dan murung.

__ADS_1


"Jangan sedih, nanti kita pasti bisa untuk mempunyai momongan Sayang." Angga meraih tangan Alya dan mengusapnya.


"Alya nggak sempurna Mas, hiks..." Air matanya jatuh juga yang sudah sejak tadi ia tahan.


Alya buru-buru mengusap air matanya dan Dia berusaha untuk tegar untuk bisa menerima kenyataan yang ada pada dirinya.


"Jangan ngomong seperti itu, Dokter juga manusia mereka hanya bekerja berdasarkan apa yang mereka temukan pada pasiennya. Semua kembali kepada Allah yang lebih berhak atas diri kita mau di beri sekarang ataupun nanti itu hak dari Allah sayang, jangan pesimis gitu."


Angga selalu menguatkan Alya walaupun sebenarnya di dalam dirinya juga ada rasa sedih menerima kenyataan jika istrinya di vonis Dokter PCOS.


"Maafin Alya Mas, hiks...."


"Sudah nggak papa Sayang."


Angga mengusap pundak Alya untuk menenangkannya.


"Maafkan Alya Mas, maafin Alya.."


😥😥😥😥😥

__ADS_1


__ADS_2