
Alya sudah mengajukan judul untuk proposal nya yang akan disusun sebagai tugas akhirnya dan akan berlanjut ke skripsi namun kini masih menunggu persetujuan dari kepala program studinya.
Semangat Alya tak takkan pernah luntur untuk menyelesaikan kuliahnya yang sudah susah payah ia mulai.
Bersama Vera dia seringkali wira-wiri ke kampus untuk mendapatkan persetujuan dan sekarang Vera sudah tidak kos lagi karena mata kuliah juga tinggal sedikit saja dia sering bolak-balik ke kota asalnya atau kadang menginap di rumah Alya.
Sore nanti Alya akan ke kampus bersama dengan Vera untuk bertemu dengan kepala program studinya. Namun Dia pagi hari harus berangkat ke sekolahan karena sedang diadakan ujian akhir semester.
"Buk, Pak. Alya berangkat."
Alya bergantian meraih tangan kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan mereka.
"Hati - hati Al."
Pesan Ibunya.
"Iya Buk, Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Alya melajukan sepeda motornya menembus lalu lintas di pagi hari itu yang cukup padat karena bertepatan dengan jam kantor jadi banyak karyawan yang hilir-mudik untuk segera sampai ke lokasi kerja mereka.
Sekitar 30 menit kemudian Alya sudah memasuki gerbang sekolahan dan memarkirkan sepeda motornya di parkiran khusus guru dan karyawan.
"Pagi Bu, Pagi Bu. Assalamualaikum Bu."
Sapa siswa-siswinya yang berpapasan dengan dirinya. Alya pun dengan ramah menjawab salam mereka.
" Waalaikumsalam."
Alya berjalan menuju ke ruang guru karena semua guru akan berkumpul di sana untuk menjadi pengawas selama pelaksanaan penilaian semester akhir.
Seperti biasa jika mereka baru datang akan bersalaman dengan bapak ibu guru yang sudah datang duluan. Namun Alya hanya bersalaman dengan ibu guru saja dan menyatukan kedua tangannya di depan dada jika bersapa dengan Bapak guru.
"Bu Alya, sarapan Bu."
Pak Abdi pak guru yang sedang bercanda sedang menikmati sarapan paginya entah mungkin di rumah enggak sempat.
"Makasih Pak, saya sudah sarapan di rumah."
"Wah.. Mau diajak sarapan sama Pak Angga lho."
Candaannya membuat Pak Angga yang baru saja datang jadi bingung melihat kearah Alya.
"Pak Abdi ada - ada saja."
Alya meletakkan tasnya di meja dan duduk di kursinya.
__ADS_1
"Pak Angga, di tungguin lho."
Pak Abdi lanjut mencandai Angga.
" Di tunggu siapa Pak."
Angga yang baru datang melepaskan jaketnya dan menanggalkan di kursi.
"Itu udah ditungguin sama Bu Alya mau sarapan bareng."
Kata Pak Abdi dengan senyum - senyum menggoda ke arah Alya.
Angga tersenyum ringan saja, sudah hafal dia dengan kelakuan Pak Abdi yang suka bercanda.
Kemudian pihak panitia penilaian akhir semester pembuka briefing pagi di hari itu.
Penilaian akhir semester segera di mulai dan bapak ibu guru di bagi dalam beberapa ruang ujian untuk melakukan pengawasan.
"Ruang 3, Bu Alya dan Pak Angga."
Kata panitia dan sontak Alya kaget namun dapat dia sembunyikan dengan menganggukkan kepalanya.
Sedangkan Angga Dia terlihat biasa resep menjalankan tugas sebagai pengawas dengan siapapun pasangannya.
"Sama Dia, he..."
"Silahkan Pak."
Alya memberikan kunci ruangannya kepada Angga.
"Mari Bu."
Angga nomor silakan Alya untuk berjalan duluan kemudian dia mengikutinya di belakang.
"Hu...hemmm... Pak Angga. "
Terdengar suntingan pembicaraan siswa-siswinya yang tersenyum-senyum melihat Angga mendekati ruangan mereka.
"Mayan cuci mata, he he..."
"Susst.."
Mereka masih saja berbisik-bisik padahal pintu ruangan pun sudah dibuka.
"Segera disiapkan Ketua kelasnya."
Perintah Angga, dengan wajah seriusnya membuat semua siswa-siswinya segera berbaris.
__ADS_1
Setelah rapi Mereka masuk satu persatu secara bergantian dengan bersalaman dan mencium punggung tangan Bapak Ibu gurunya.
Setelah di buka dengan Doa dan pembacaan tata tertib Angga dan Alya segera membagikan soal dan lembar jawabnya kepada semua siswa - siswinya.
Alya dan Angga duduk di depan mengawasi semua siswa-siswinya yang mengerjakan penilaian akhir semester hari itu.
"Silahkan Pak Angga tanda tangan."
Alya yang telah selesai menulis berita acara pun menyerahkannya kepada Angga.
"Makasih Bu."
Katanya dengan tersenyum dan mendapatkan balasan senyum dari Alya.
Menunggu selama 2 jam itu sangat membosankan, Alya sudah berinisiatif dengan membawa buku bacaan.
"Ini buku Bu Alya."
Tanya Angga yang melihat buku bacaan di atas meja.
"Oh.. Iya Pak, Saya membayangkan saja 2 jam duduk bosan juga mau ngapain. Kalau ngobrol tidak etis juga di depan siswa."
Kata Alya sambil menyelesaikan penulisannya.
"Mau skripsi ya Bu."
Angga melihat buku yang dibawa itu tentang cara pembuatan suatu program untuk bahan skripsi.
"Hemm... Masih pengajuan judul Pak."
"Semoga di mudahkan Bu."
"Aamiin, prosesnya masih lama Pak sampai skripsi selesai."
" Di nikmati saja Bu nanti juga akan selesai dan nanti kalau sudah selesai bakalan teringat bagaimana perjuangan kita."
"Iya Pak."
Mereka berdua terdiam sambil mengawasi setiap siswa-siswinya, Alya mulai membuka buku bacaan yang dia bawa.
"Ini kertas boleh kan Pak, Saya pakai."
Ada sisa kertas coretan untuk siswa-siswinya.
"Boleh pakai saja Bu."
Alya mencoret-coret kertas itu dari hasil bacaan buku yang ia bawa nantinya akan menjadi bahan untuk proposal nya dan semoga nanti sore sudah di setujui oleh kepala program jurusannya.
__ADS_1
☺☺☺☺