
Rumah kedua orang tua Alya sudah terlihat ramai semenjak kemarin saudara yang jauh sudah datang para tetangga juga pada berdatangan mereka membantu mempersiapkan acara pernikahan Alya dan Angga.
Vera juga sudah datang tadi sore karena diminta oleh Alya untuk menemaninya sebelum hari pernikahannya dan semalam dia sudah menginap di rumah Alya.
Dan tadi pagi sebelum subuh Alya sudah dibangunkan ibunya untuk segera mandi dan melaksanakan salat subuh, karena perias akan datang pagi secata acara akad akan berlangsung pukul 7.
Padahal semalam dia dengan Vera malah bercanda hingga larut malam.
"Al..."
"Hmmm.. Kenapa Ver."
"Aku takut deh."
Alya yang berbaring disampingnya menoleh ke samping melihat Vera.
"Takut kenapa Ver."
"Takut merusak kamar kamu, ha ha ha." Tawa Vera dan Aliya pun melempar bantal ke arahnya.
Kamar Alya sudah di tata menjadi kamar pengantin, dan Vera malam ini menemani Alya tidur.
"Nanti kalau Mas Angga marah gimana Al, kamar pengantinnya udah buat tidur aku ha ha ha.."
"Ketawa terus kamu, tidur Ver nanti sebelum subuh pasti Ibu sudah bangunin."
"Yang dibangunin kan kamu aku bisa tidur lagi, ha ha ha..."
"Enak aja kamu juga harus bangun."
"Al, Mas Angga tau nggak nih kalau aku malam ini tidur di kamar pengantinnya."
"Berisik kamu ah.."
" Tau enggak Al."
"Iya Mas Angga tahu kalau malam ini kamu tidur di sini."
"Wah.. Bisa bahaya masa kamar pengantinnya udah aku coba duluan untuk tidur ha ha ha..."
"Kan beda Ver."
"Bedanya Al."
Vera menelisik wajah Alya yang langsung berubah menjadi merah.
"Ah... kamu sedang bayangin yang enggak - enggak ya."
Vera sengaja menggoda Alya.
__ADS_1
"Udah berisik kamu, tidur sudah malam." Alya malu dong diledekin Vera terus.
"Besok sore habis acara aku langsung pulang ya bareng Ibu."
Vera memang datang naik bis untuk ke rumah Alya dan dijemput oleh adiknya Alya karena besok kedua orang tua Vera juga akan datang ke pernikahan Alya jadi dia bisa pulang bareng.
"Mau langsung pulang kamu nggak nginep lagi di sini."
"Alya... aku tidur di mana, masa iya mau ganggu pengantin baru ha ha ha... Enggak ah, aku mau pulang mau tidur dengan tenang ha ha ha..."
"Kalau besok ya nggak tenang lah pasti ada suara-suara..."
"Vera.. Tidur."
Alya sudah cukup malu diledekin sama Vera terus.
Saat ini Alya sedang dirias, Vera menemaninya dan melihat sahabatnya itu terlihat cantik.
"Kenapa Ver."
"Mas Angga pasti pangling Al."
"Masa sih."
Alya tersenyum.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan tinggal sedikit lagi riasan Alya siap dan tinggal berganti kebaya untuk acara akad nikah.
Semenjak semalam mereka sudah tidak saling mengirimkan chat, bahkan sejak dua hari yang lalu mereka sudah tidak video call biar nanti kangennya terasa.
Alya mengenakan adat Jawa dipadukan dengan hijab yang membuatnya semakin terlihat cantik karena memang selama ini Alya kalau ber-make up tidak pernah tebal hanya sederhana saja.
Riasan sudah selesai dan sekarang Alya dibantu oleh periasnya untuk mengenakan kebaya berwarna putih pastel yang menjuntai panjang ke belakang di padukan dengan jarik batik yang sangat serasi.
Selesai mengenakan kebayanya Alya mengenakan high heels namun karena merasa tidak nyaman dia memilih mengenakan punya sendiri yang dibelikan oleh Angga.
Jam menunjukkan pukul 6.30 dan tiba lah rombongan Angga bersama dengan beberapa temannya yang menemaninya untuk acara Ijab Kabul.
Alya yang berada di dalam kamar belum keluar hanya tau saja karena saudara mengatakan jika mempelai pria sudah tiba.
"Mbak Alya cantik banget." Puji saudara-saudaranya.
"Pengantin pria juga terlihat ganteng." Kata yang lain.
Alya tersenyum malu dia jadi kangen ingin bertemu dengan calon suaminya itu.
Penghulu yang akan menikahkan Mereka pun juga sudah datang dan Alya pun diminta untuk keluar bersanding dengan Angga yang akan mengucapkan ijab qobul.
"Al, ayo keluar Pak penghulu sudah datang." Kata Ibunya.
__ADS_1
"Iya Bu."
Alya mengenakan high heels jadi membuatnya susah untuk berjalan apalagi jarik yang ia kenakan juga sempit. Dengan dibantu oleh Vera dan juga saudaranya Alya dituntun untuk keluar.
Begitu Alya muncul dari dalam manik Angga langsung menatapnya dan keduanya pun saling bertatapan dan saling melempar senyum.
"Cantik banget." Dalam hati Angga.
Angga sendiri juga terlihat gagah dengan mengenakan jas berwarna hitam dipadukan dengan celana senada dan mengenakan kemeja putih didalamnya.
Alya terlihat tersenyum malu memandang Angga apalagi tatapan Angga tak berkedip sama sekali melihatnya.
Alya didudukkan di sebelah Angga dan didepannya sudah terdapat Bapaknya Alya yang akan menjadi walinya dan menikahkannya.
"Mempelai wanita sudah ada di sini, apakah sudah bisa dimulai." Tanya Pak Penghulu.
"Bisa Pak."
Bapaknya Alya menganggukkan kepalanya.
"Baik."
Pak penghulu membuka akad nikah di pagi itu dengan mengucapkan salam dan kemudian memberikan beberapa pengarahan kepada Angga dan juga orang tua Alya.
"Silahkan berjabat tangan Bapak dan calon menantunya."
Angga dan Bapaknya Alya saling berjabat tangan.
" Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Angga Raharja saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Putri kandung saya Alya Suciyati binti Samsul Ma'arif dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Alya Suciyati binti Samsul Ma'arif dengan mas kawin tersebut tunai."
"Sah... Sah.. Sah..."
Teriak teman-temannya Angga dan membuat suasana langsung menjadi ramai.
Alya nampak bahagia hingga Dia meneteskan air matanya namum segera ia usap dengan jarinya.
Pak penghulu pun langsung memanjatkan doa untuk kedua mempelai.
Selesai mengucapkan Ijab, Alya menerima uluran tangan Angga dan mencium punggung tangannya. Angga pun mengecup kening Alya dengan lembut untuk pertama kalinya. Masih nampak air mata di ujung mata Alya, Angga mengusapnya dengan jarinya.
"Jangan nangis." Katanya sambil tersenyum dan Alya pun membalas senyumnya.
Angga menyerahkan Mas kawin ke Alya dan Mereka berdua menandatangani dokumen pernikahan.
Acara akan dilanjutkan dengan resepsi hingga sore hari.
😌😌😌😌😌
__ADS_1
Besok resepsi yuk.. Datang bareng - bareng ya😁😁😁😁