DIARY ALYA

DIARY ALYA
164


__ADS_3

Alya mengerjapkan matanya, Dia melihat suaminya yang masih terlelap sambil memeluk dirinya.


Lalu Alya menengok ke dalam selimut yang menutupi dirinya, dia mendapati tubuhnya tak mengenakan apapun.


Mata Alya nanar dia memejamkan matanya mengingat perbuatan Angga semalam hingga membuatnya menangis.


Dia saat ini juga masih merasakan sakit di bagian bawahnya hasil perbuatan Angga semalam.


Angga menggerakkan badannya, Dia merasakan ada yang menghela nafas lalu Dia membuka kedua matanya menatap Alya yang berada di sampingnya.


"Sayang.."


Angga memeluknya dan mencium keningnya.


"Iya Mas."


Alya menatap balik suaminya. Angga tersenyum dan mengusap ujung mata Alya yang terlihat air mata menumpuk di sana.


"Masih sakit Sayang."


Alya menganggukkan kepalanya dan memiringkan tubuhnya memeluk Angga.


"Maaf ya Sayang."


Angga menciumi wajahnya dan mendekap tubuh Alya.


"Mas nggak bilang kalau sakit."


"He he.. Mas juga nggak tau Sayang, sempit rasanya mau masuk."


"Mas,.. Mesum."


Alya memukul pelan dada Angga dan membuatnya terkekeh.


"Subuh belum Sayang, mas masih ngantuk."


Maklum saja Mereka jam tiga tadi baru memejamkan mata karena Angga mengulangi perbuatannya yang gagal tadi malam.


~Flashback On~


Saat Alya mengiyakan keinginannya, Angga langsung beraksi namun ia kemudian mengurungkan niatnya saat berusaha untuk menikmati puncak kenikmatan, dikarenakan Alya yang menangis menahan rasa sakit membuatnya tak tega dan menghentikan aktifitasnya.


"Sayang.."


Angga merebahkan tubuhnya di samping Alya yang menangis dan memeluknya.


"Hiks..hiks..."


"Sakit Sayang."


Angga mendekapnya dan Alya hanya menganggukkan kepalanya saja.


Hingga tangis Alya reda dia menatap wajah Angga yang terlihat tersenyum namun ada yang ditahannya.


"Maaf Mas.."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Maafin Alya Mas."

__ADS_1


"Nggak papa Sayang, kita nanti coba lagi."


Kata Angga sambil mengusap kepala Alya namun itu membuat jantung Alya berdebar lebih kencang lagi.


"Coba lagi, sakit banget Mas."


Namun itu hanya diucapkan di dalam hati saja Alya takut menyinggung perasaan Angga nanti dikira tidak mau melayaninya.


Hingga Alya pun terlelap di pelukan Angga namun berbeda dengan Angga Dia belum bisa memejamkan matanya dia masih menahan gejolak yang belum tersalurkan dengan sempurna.


Dini hari saat jam dinding menunjukkan pukul 2 malam dan itu artinya sudah berganti hari, Angga tak bisa menahan lagi hasratnya.


Dia mengusap kepala Alya dan berbisik di telinganya.


"Sayang, bangun.."


Alya menggerakkan badannya dan mengerjakan kedua matanya memandang Angga yang tertidur disampingnya.


"Kita coba lagi ya Sayang."


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan itu membuat Angga langsung bersemangat.


Kali ini Angga akan membuat Alya rileks terlebih dahulu, hingga siap dan sudah terbuai Dia akan meluncurkan aksinya.


Walaupun Alya harus merasakan sakit lagi tapi rasanya lega setelah melihat wajah Angga yang tersenyum karena mendapatkan kepuasan darinya.


"Makasih Sayang."


Angga masih terengah - engah berusaha mengatur nafasnya begitu pula dengan Alya Dia merasakan badannya terasa lemas.


Angga menciumi wajah istrinya yang berada di bawahnya yang penuh dengan peluh.


Alya hanya mampu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Kita istirahat Sayang."


"Iya Mas."


Angga turun dari atas tubuh Alya sambil melepaskan miliknya dan sontak membuat Alya serasa ingin menjerit karena sakit itu lebih terasa.


"Aa... Mas.....mmmm"


Angga menutup bibir Alya dengan ciuman hingga miliknya pun berhasil keluar.


"Mas Angga jahat."


Alya seakan ingin berteriak karena perbuatan Angga dan Dia memukul lengan suaminya yang malah terkekeh.


"Jangan keras - keras sayang nanti denger semua."


Angga menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya kemudian merebahkan dirinya di samping Alya.


"I Love You."


Angga membungkam Alya kembali dengan ciuman yang memabukkan.


"Love You too Mas."


Alya bersembunyi di dada bidang Angga yang memeluknya walaupun merasakan sakit yang luar biasa tapi sebenarnya dia juga menikmatinya.

__ADS_1


~Flashback Off~


"Mas mandi dulu nanti gantian, bentar lagi adzan."


Alya melepaskan pelukan Angga.


"Kita mandi bareng Sayang."


"Nggak ada, malu Mas kalau ketauan."


"Makanya, ini belum pada bangun Sayang yuk kita mandi bareng."


"Nggak mau, sana Mas mandi dulu."


"Dingin Sayang."


Angga malah memeluknya lagi dan memasukkan tangannya ke dalam selimut.


"Mas geli, ini nggak jadi mandi nanti."


"Biarin ini milik Mas."


Taulah apa yang dilakukan Angga 🤣🤣🤣🤣...


"Sudah Mas, Alya mandi dulu aja."


Alya menyingkirkan tangan Angga dan mencoba bangun namun di bawah sana rasanya sakit sekali mau duduk.


"Aoww... Mas sakit banget."


Angga ikut duduk, dia jadi merasa bersalah.


"Mas gendong yuk."


"Nggak mau, malu Mas."


"Mas jadi bingung sama kamu Katanya sakit digendong nggak mau gimana sih."


"Ih... Mas Angga ini nyebelin. Ya malu Mas emangnya di rumah cuman berdua."


Alya menyebikkan bibirnya malah membuat Angga gemes dan langsung nyosor aja.


"Mas.. mandi dulu aja, Alya mau bersandar dulu di sini."


"Ya udah, Mas mandi ya."


Alya menganggukkan kepalanya dan Angga pun mengambil bajunya yang berserakan dan memakainya.


"Ini baju Sayang."


"Makasih Mas."


Angga keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi sedangkan Alya masih bersandar di tempat tidur sambil meregangkan badan yang terasa kaku...


😁😁😁😁😁😁


Maaf ya he he he....


Kalau kurang menghibur 🤣🤣🤣🤣🤣..

__ADS_1


Author nggak bisa buat yang kayak begituan 😃😃😃😃


__ADS_2