
"Al... Nih brosur nya."
Tri yang baru datang karena shift mereka berbeda memberikan brosur yang Ia janjikan untuk Alya mengenai kampusnya yang bisa kuliah sambil kerja.
"Makasih ya Mas, Aku mau ngobrol dulu sama orang tuaku Mas, kalau mereka setuju ya insya Allah nanti kuliah di sini aja yang bisa diatur jam masuknya."
"Oke, itu bisa kamu baca - baca dulu terus sudah terakreditasi juga setiap jurusannya."
"Iya Mas, Makasih ya."
Tri tersenyum kepada Alya kemudian Mereka berpisah karena Alya akan pulang.
Sesampainya di rumah saat istirahat Ayah membaca brosur yang diberikan oleh Tri tadi, setiap jurusan yang ada di pahami satu persatu dan itu merupakan kampus berbasis ilmu komputer.
Alya sangat tertarik karena kedepannya pasti banyak yang membutuhkan jurusan komputer dalam segala bidang, ini berarti peluang kerja ke depannya pasti banyak karena semua lini akan membutuhkan namanya teknologi.
Rencana Alya akan bicara dengan kedua orang tuanya setelah sholat maghrib nanti dan semoga orang tuanya mendukung.
Adzan maghrib berkumandang Alya bergegas untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat.
Selesai sholat, tak lupa dia selalu menyempatkan untuk berdzikir dan membaca ayat suci Alquran agar segera hajatnya dipermudah Dan dikabulkan oleh Allah.
Selesai sholat keluarga berkumpul di depan ruang televisi sambil menyaksikan acara yang sedang tayang terkecuali Ikhsan yang sudah berada di pondok
Alya memberikan selembar brosur yang ia dapat dari temannya tadi kepada ibu dan bapaknya.
__ADS_1
"Pak, Bu. Ini Alya dapat brosur dari teman kerja Alya tadi, dia kuliah di sini dan katanya bisa sambil kerja kuliahnya."
"Coba Bapak baca dulu."
Bapaknya membacanya dengan seksama untuk memahami brosur itu begitu pula dengan ibunya.
"Bagus kampus komputer dekat lagi dari rumah. Kamu minat kuliah di sini Al." tanya Bapaknya.
"Minat Pak, kedepannya pasti lowongan kerja banyak Pak karena sekarang segala bidang membutuhkan orang yang bisa mengoperasikan komputer."
Bapak dan Ibunya menganggukkan kepalanya menyetujui pendapat Alya.
"Ya udah kalau kamu sudah mantap, Bapak dan Ibu akan mendukung mu."
"Makasih Pak, Bu."
Malam makin larut, perasaan Alya bahagia rencananya dia nanti akan ngobrol dulu dengan Tri untuk bertanya tentang jurusan yang ada di kampusnya.
Alya belum bercerita tentang dirinya yang berencana akan mendaftar kuliah tahun depan kepada para sahabatnya, mungkin nanti saja jika berkumpul bersama karena saat ini para sahabatnya sedang disibukkan dengan tugas kuliah mereka masing-masing. Alya tak mau menambah beban pikiran untuk para sahabatnya.
Subuh terdengar Alya bersiap untuk sholat subuh kemudian membantu ibunya di dapur karena hari ini dia masuk siang jadi santai saja, sampai siang hari.
"Al.."
panggil ibunya.
__ADS_1
"Iya Bu, kenapa."
"Antar Dani ya ke sekolah. Ibu mau ke Mbak Sri nggak enak udah siang."
Mbak Sri tetangganya Alya yang akan ada hajatan dan meminta tetangga untuk membantu.
"Iya Bu, ayo Dani udah siang."
"Iya Mbak."
Alya memakai sepeda motor bapaknya dan mengantar Dani ke sekolahan.
"Mbak sampai sini aja."
Dani meminta turun di gang masuk sekolahnya saja.
"Sampai depan gerbang Dan."
"Sini aja Mbak."
Dani turun dari motor begitu berhenti.
"Nggak usah lari."
teriak Alya tapi Dani langsung masuk ke dalam gerbang sekolahan.
__ADS_1
☺☺☺☺