
Hari yang dinantikan akhirnya tiba juga, Alya semenjak pagi sudah berangkat ke salon untuk merias diri. Dia tak mau momen bersejarah itu berlalu tanpa ada kenangan.
Dengan diantar adiknya Alya sudah berangkat ke salon setelah sarapan tadi dan akan menunggu kedua orang tuanya yang akan menyusulnya menggunakan mobil dan kemudian berangkat ke kampus bersama.
Rasa bahagia terpancar di wajahnya, begitu pula Angga dia ikut merasakan kebahagiaan oleh Alya namun sayang dia tidak bisa menemaninya dari pagi karena masih ada pekerjaan.
Alya masih di salon kecantikan untuk merias diri, namun Angga sudah ribut ingin tau kabarnya.
Tadinya dia menelpon Alya namun di tolak oleh Alya karena posisinya dia lagi di make-up nggak mungkin juga Dia mengangkat telepon.
Akhirnya Angga hanya mengirimkan pesan aja.
"Sayang hati - hati ya, Mas nanti ke kampus siang. Maaf masih ada pekerjaan."
Alya tersenyum lagi membaca pesan dari Angga entah sudah berapa kali dia mengatakan itu. Dia sama sekali tidak mempermasalahkannya sama sekali walaupun Angga tidak bisa datang dari pagi untuk menemaninya wisuda. Lagi pula yang bisa masuk ke dalam Aula hanya 2 orang pasti akan diberikan kepada kedua orangtuanya Alya.
"Iya Sayang, nggak papa. Yang penting datang kalau nggak AWAS."
Pesan balasan dari Alya dengan nada sedikit mengancam namun itu hanya candaan Alya saja.
__ADS_1
"😥😥😥 Ampun Sayang."
Balasan Angga membuat Alya terkekeh sendiri.
Selesai make up Alya masih menunggu Ibu dan Bapaknya yang masih perjalanan menuju salon untuk menjemputnya.
Sekitar 15 menit mobil itu datang, Alya segera masuk ke dalam dan menuju ke kampus karena Vera dan keluarganya sudah sampai di sana.
Kondisi lalu lintas di sekitar area kampus sudah lumayan macet karena hampir setiap mahasiswa menggunakan mobil untuk datang ke sana itu lah yang menjadi sebab terjadinya antrian mobil untuk masuk ke dalam kampus yang mengakibatkan kemacetan hingga ke jalan raya.
Butuh waktu ekstra untuk bisa sampai di area parkiran yang telah disediakan di dalam area kampus. Setelah berhasil parkir di dalam Alya pun turun dari mobil dan dia sudah melihat Vera yang berada di depan ruang kelas bersama kedua orang tuanya.
Tak hanya foto berdua tetapi juga dengan orang tua Mereka yang akan mereka jadikan kenangan yang sangat berkesan.
Tak lama kemudian panggilan untuk wisudawan dan wisudawati untuk segera memasuki ruangan karena acara akan segera di mulai.
Acara di awali dengan iringan para wisudawan dan wisudawati yang memasuki ruangan dengan berjajar dan berbaris rapi sedangkan orang tua mereka sudah dipersilahkan untuk duduk di tempat masing-masing yang telah disediakan.
Acara demi acara berjalan dengan lancar sesuai dengan kreativitas yang sudah mereka lakoni kemarin. Bahkan tak lewatkan juga aksi dari para wisudawan dan wisudawati menampilkan hiburan untuk mereka semua.
__ADS_1
Hingga acara puncak pun telah tiba satu persatu para wisudawan dan wisudawati dipanggil untuk maju ke depan menerima ijazah dan juga pemindahan tali yang ada di toga mereka.
Selesai acara Alya mendengar ada panggilan di ponselnya dan ternyata Angga yang memanggil.
Alya menjawab panggilan Angga sambil melihat ke sekitar mencari keberadaan kekasihnya itu. Nampak seseorang yang melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah Alya terlihat di tangan satunya membawa sebuah bunga yang tidak terlalu besar.
Angga mendekat ke arah Alya yang berdiri tersenyum menantinya.
"Selamat Sayang sudah jadi sarjana."
Angga memberikan bunga yang ia bawa ke Alya dan diterimanya dengan senang hati dan tersenyum manis.
"Manis Sayang."
Mereka berdua tak lupa mengabadikan momen itu dengan berfoto bersama dengan bantuan Vera.
Tak lupa Alya juga mengabadikannya bersama kedua orang tuanya.
Selesai acara Mereka meninggalkan kampus untuk makan siang bersama.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹