DIARY ALYA

DIARY ALYA
104


__ADS_3

Alya kembali beraktivitas seperti biasa, pagi hari Dia sudah sibuk dengan dirinya sendiri yang akan berangkat ke tempat kerjanya.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya Alya melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang.


Sekitar 30 menit kemudian Alya telah memasuki gerbang sekolahan dan menuju ke parkiran.


"Pagi Bu."


Sapa murid - muridnya yang juga baru datang.


"Pagi."


"Bu Alya, besok aku ikut bis Bu Alya ya."


Murid perempuan memang banyak dekat yang Alya.


"Ya Bu, Bu Alya ikut Bis kita ya."


Gantian yang satu lagi.


"Bu Alya nggak tau, nanti kan dibagi oleh panitia jadi ya nggak tau Bu Alya nanti ikut Bis mana."


"Hemmmm... Pokoknya ikut kelas kita."


Alya tersenyum senang Mereka merajuk jika Alya tidak ikut Bis mereka.


Angga yang baru saja datang melihat Alya dikerumuni siswi perempuan.


"Bu Alya kenapa itu."


Gumamnya sendiri.


Angga meletakan helmnya dan segera mendekati mereka.


"Ada apa Bu Alya."


Siswi - siswi itu langsung tersenyum ke arah Angga.


"Pak Angga, besok ikut bis kita ya."


"Iya sama Bu Alya."


timpal murid satunya lagi.


Angga dan Alya tersenyum aja, kenapa mereka yang menentukan.


"Kita nggak tau ya, nanti semuanya itu di atur sama panitia."


Jelas Angga kepada mereka.


"Ahhh... Pokoknya kita mau Pak Angga sama Bu Alya ikut Bis kita titik."

__ADS_1


"Iya.."


"Iya.."


"Iya.."


Para Siswi heboh membuat keputusan semaunya mereka sendiri.


"Sudah... Sudah... Sekarang masuk ke kelas kalian. Masalah itu biar di atur sama Bapak Ibu guru selaku panitia kalian ikuti aja." Angga terdengar tegas membuat siswinya pada diam.


"Sudah ayo masuk."


Alya mengajak siswinya ke kelas meninggalkan Angga yang memandangnya.


"Pak Angga galak ya Bu."


Bisik salah satu siswinya membuat Alya tertawa.


"Galak aja kalian ngefans."


"He he he.. Bu Alya ngefans nggak sama Pak Angga."


Goda siswinya, Alya tersenyum aja.


"Bu Alya udah punya pacar belum."


"Emang kenapa."


Alya menanggapinya santai aja dengan tersenyum.


Salah satu siswanya menggelayut di tangan Alya.


"Udah masuk sana, jangan rumpi terus."


"Yaa... Bu, ingat ya sama Pak Angga aja."


Alya tersenyum dan meninggalkan mereka yang masih heboh.


Angga juga berjalan menuju ke ruangannya, para siswinya yang tadi masih heboh di depan kelas.


"Pagi Pak Angga..."


"Pagi, masuk tunggu di dalam."


Angga selalu terlihat tegas didepan siswa - siswinya.


"Iya Pak."


Kata Mereka.


"Pak Angga di cari Bu Alya."

__ADS_1


Teriak salah satu Sisinya membuat Angga yang berjalan menoleh kebelakang.


"Masuk.."


Ucap Angga lagi.


"Oke, hi hi hi.."


Sambil tertawa para muridnya itu pun akhirnya masuk ke dalam kelas.


"Ada aja mereka itu."


Angga berjalan menuju ruangannya.


Acara kunjungan kerja industri dan juga studi tour yang akan direncanakan ke Surabaya Bali akan dilaksanakan tiga hari lagi.


Namun para siswa sudah heboh, mereka maunya itu guru yang mendampingi ditentukan oleh mereka.


Alya sudah bicara dengan kedua orang tuanya dan diizinkan untuk ikut, sedangkan Angga juga akan ikut untuk mendampingi para siswa-siswinya.


"Bu Alya, nanti satu Bis sama Saya."


Alya yang baru saja datang didekati Bu Susi.


"Apa iya Bu."


Alya belum tau infonya tetapi di kalangan para guru sudah tahu nanti mereka di bis mana.


"Iya Bu Alya, Saya dan Pak Abdi satu Bis."


terang Bu Susi.


"Alhamdulillah nggak satu Bis sama Pak Angga."


Dalam hati Alya sambil tersenyum.


"Baik Bu, saya sama siapa aja boleh."


Kata Alya.


"Oke, tapi kita nggak satu bis Bu sama Pak Angg.. tapi Pak Abdi."


Ledek Bu Susi.


Alya sudah paham arah pembicaraannya jadi dia tidak menjawab apapun hanya tersenyum saja.


"Sama siapa saja sama Bu."


Berbeda dengan Angga di aslinya mau satu Bis sama Alya, tapi nyatanya dia beda bis.


"Nggak papa lah nanti juga sering bareng di Bali."

__ADS_1


Dalam hati Angga.


😉😉😉😉😉


__ADS_2