
Sesampainya di rumah Alya bercerita kepada ibunya jika tadi dia diajak Angga untuk mencari cincin.
Tapi ibunya juga tidak menanyakan kapan keluarga Angga akan datang untuk melamar putrinya.
Malam itu Ibu dan Bapaknya Alya sudah beristirahat di dalam kamarnya.
"Pak, Alya tadi cerita kalau dia diajak Angga membeli cincin."
Kata Ibunya Alya.
"Keluarganya Angga apa sudah mau kesini Bu."
"Ibu nggak berani tanya Pak, tadi Alya juga cerita kalau dia juga nggak berani tanya sama Angga nanti takutnya malah terkesan Alya yang mengejar-ngejarnya."
"Biarin aja Bu, nanti juga mereka ngabari kalau mau ke sini."
" Tapi firasat Ibu juga dalam waktu dekat ini karena besok juga Alya mau pergi sama Angga untuk mencari seserahan."
"Kita berarti harus siap-siap Bu, anak perempuan kita sebentar lagi mau dilamar orang."
"Kita mau punya mantu Pak."
"Iya enggak papa anak kita kan perempuan sudah ada laki-laki yang melamar tidak baik kita menghalanginya."
"Ibu kok takut nanti Alya dibawa ke sana sama suaminya."
"Ibu gak boleh begitu, dulu Ibu juga Bapak bawa kemari kan. Anak perempuan itu kalau suaminya meminta untuk ikut dengannya ya kita harus ikhlas karena itu tanggung jawab suaminya."
"Alya kan anak perempuan satu-satunya kita Pak, Ibu takut nantinya siapa yang merawat kita kalau anak perempuan kita ikut suaminya."
" Insya Allah Bu nanti akan ada gantinya menantu kita juga nanti akan pintar kita."
"Ibu mau minta Alya tinggal di sini aja Pak setelah menikah."
"Jangan begitu Bu, nanti kasihan Alya malah membantah sama suaminya. Kita sebagai orang tua itu harus memberi contoh yang baik, Angga orangnya baik nggak mungkin sepertinya dia akan menyakiti Alya."
"Ibu sayang sama Alya Pak."
"Kalau Ibu sayang sama Alya, ya doakan Alya hidup bahagia dan selalu diberi kemudahan dalam membina rumah tangga bersama Angga."
"Keluarganya Angga seperti apa ya Pak, apakah ya keluarganya bisa menerima Alya."
"Insya Allah, keluarganya Angga baik nyatanya anaknya juga baikan."
"Semoga Pak, Alya itu kasihan Pak dia harus berjuang untuk mencapai cita-citanya sendiri. Ibu mau dia bahagia Pak."
"Doakan Bu, doakan Alya."
Obrolan malam itu berakhir dengan tangisan dari ibunya Alya.
Pagi menjelang hari ini Alya libur dia akan pergi bersama Alfa untuk mencari seserahan.
"Pergi jam berapa Al."
__ADS_1
"Agak siang Bu, biar tokonya buka dulu masa pagi gini mau berangkat."
"Al, besok kalau sudah menikah kalau Angga memintamu untuk tinggal di sana gimana."
Alya terlihat diam untuk berfikir,
" Kalau memang Mas Angga mintanya begitu sepertinya Alya ikut Bu."
"Kamu minta aja sama Angga tinggal di sini nanti buat rumah di depan itu kan masih bisa muat tanahnya." Ibunya membujuk Alya karena sebenarnya takut kehilangan anak perempuan satu - satunya.
"Alya nggak bisa ngomong gitu Bu, kalau kita menikah Alya akan nurut sama Mas Angga. Maaf ya Bu, bukannya Alya nggak mau di sini tapi Alya mau berbakti sama suami."
Ucapan Alya terdengar lembut tapi dia merasakan kegalauan di hatinya, satu sisi ingin dekat ibunya tapi satu sisi dia nggak mau masalah ini akan mengganjal di pernikahannya. Bagaimana kalau Angga nggak mau karena dia tinggal satu - satunya anak Bapak ibunya, Adiknya sudah menikah dan rumah sendiri apalagi Angga anak laki - laki yang harus tanggungjawab kepada kedua orang tuanya terutama ibunya.
Ibunya Alya diam saja, dulu ibunya juga harus ikut dengan Bapaknya. Dia takut Alya akan mengalami seperti dirinya jika ikut dengan mertua, harus banyak bersabar dan mengalah akan beda rasanya jika ikut dengan orang tuanya sendiri.
"Alya mandi ya Bu."
Rasanya ingin nangis Alya, merasakan bimbang di hatinya.
Dia masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya dan kemudian bersiap takut nanti Angga datang.
"Kak."
Pintu kamar Alya diketuk oleh Dani.
"Iya Dan." Alya membuka pintu kamar.
"Iya bentar."
Angga ternyata sudah datang karena sejak mandi tadi dan bersiap Alya belum keluar dari kamar.
Alya segera keluar dan melihat Angga sudah berada di ruang tamu bersama Bapak dan Ibunya kemudian dia ikut duduk di sofa.
"Kita berangkat sekarang Mas." Kata Alya.
"Boleh, kami pamit dulu Pak, Bu."
Angga meraih tangan kedua orang tua Alya dan mencium punggung tangannya begitu pula dengan Alya melakukan hal yang sama.
"Kalian hati - hati." Pesan Bapaknya.
"Iya Pak."
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Angga menjalankan sepeda motornya setelah Alya sudah siap dan mengenakan helmnya.
"Kita kemana Sayang." Tanya Angga sambil meraih tangan Alya dan melingkarkan nya di perutnya.
"Alya nurut aja Mas."
__ADS_1
Alya masih kepikiran dengan apa yang disampaikan oleh ibunya tadi jadi dia agak kurang bersemangat.
"Sayang sakit, hmmmm..."
Angga merasakan calon istrinya itu tidak seperti biasanya.
"Nggak Mas, aku nggak papa."
Bohong Alya.
"Kamu kelihatan lemes Sayang."
"Capek aja Mas."
"Ya udah, kita santai aja ya sedapatnya."
"Iya Mas."
Alya sepanjang jalan menyandarkan kepalanya di punggung Angga dengan tangannya yang melingkar di perut Angga karena ditarik olehnya.
Sepeda motor Angga terus melaju menuju ke sebuah mall yang ada di pusat kota, sesampainya di sana mereka turun setelah memastikan sepeda motornya aman Angga menggandeng tangan Alya dan mengajaknya masuk.
"Sayang mau cari apa dulu."
Angga menatap Alya yang kelihatan seperti kurang bersemangat.
"Alya mau minum Mas."
"Ayo Sayang, kita cari minum dulu."
Angga mengajak Alya masuk ke sebuah cafe yang ada di mall itu dan kemudian memesan minuman dan camilan untuk mereka.
"Kamu kenapa Sayang, kurang bersemangat gitu."
"Nggak papa Mas."
Alya tersenyum untuk memastikan kepada Angga kalau dia tidak apa-apa.
"Kamu lagi ada masalah atau Mas buat salah ya sama kamu."
Angga menatap serius ke arah Alya dan Alya pun menatap balik.
"Maafin Alya Mas, Alya nggak bisa ngomongnya." Alya berbicara sendiri di dalam hatinya.
"Dia kenapa apa dia nggak suka aku ajak menikah." Angga juga berbicara sendiri di dalam hatinya.
"Nggak ada masalah kok Mas, kita istirahat dulu di sini nggak apa-apa kan Mas." Alya mengusap tangan Angga yang ada di atas meja supaya Angga tidak berpikir yang macam-macam.
Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya ia berbalik menggenggam tangan Alya.
"Iya Sayang."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1