
Sesampainya di rumah Alya bahagia banget karena di terima kerja, Dia tak sabar ingin segera bercerita dengan ibunya.
"Dik, Ibu kemana."
Alya tak melihat ibunya hanya Dani yang di rumah.
"Pergi Mbak sama Mas Ikhsan."
"Kemana."
Alya tidak tau ibunya pergi kemana karena tadi pagi juga tidak bilang kepada dirinya.
"Beli seragam Mbak, seragamnya Mas Ikhsan sobek."
Ikhsan sudah masuk SMK juga, dia kelas X dan sekarang juga sudah tidak mondok karena Ikhsan mintanya sekolah di kota.
"Ohh... Kamu udah makan Dik."
"Udah, Mbak Alya bawa apa."
Dani melihat Alya membawa kantong kresek pasti isinya oleh - oleh.
"Ini Chicken buat lauk."
"Aku makan sekarang aja ya Mbak."
"Mas Ikhsan sama Ibu di kasih."
"Iya...mmmm"
Dani sudah melahap saja belum di taruh di piring juga.
__ADS_1
Alya meninggalkan Dani yang asyik nonton tv menikmati oleh - oleh darinya.
"Alhamdulillah ya Allah."
Alya menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, merasakan lelah dan panas selama perjalanan.
Sesudah bertemu dengan Wakil Kepala sekolah Alya mendapatkan jadwal mengajar selama 3 hari karena 3 hari dia ada jadwal magang di sebuah kantor di kota.
Kemudian Dia memilih untuk pulang hari itu tidak mempersiapkan semuanya untuk esok hari dimana dia mulai mengajar.
Alya sama sekali belum memahami bagaimana cara menjadi seorang guru namun dia mau belajar dengan Joko.
Sedikit banyak Joko sudah memberinya arahan untuk mata pelajaran yang akan Alya pegang.
Joko juga sudah memberi mata pelajaran yang sesuai dengan kemampuan Alya, agar tidak memberatkannya dan mudah untuk mempelajarinya.
Beberapa buku milik Joko di bawa Alya yang akan dia pelajari namun sebenarnya bukan masalah materinya tetapi mental Alya yang belum siap untuk menjadi seorang pengajar apalagi ini yang di hadapi anak usia SMK yang sudah dewasa dan pastinya mempunyai tingkat pemikiran yang cukup kritis.
Menjadi seorang pengajar mempunyai tanggung jawab yang besar, selain memberikan ilmu keterampilan yang di butuhkan di dunia kerja namun juga mengajarkan moral yang akan menciptakan generasi penerus bangsa yang berakhlak.
Keluarga Alya sama sekali tidak ada yang menjadi guru paling mereka hanya lulusan SMA dan kerja di pabrik, jadi dia sebenarnya mengalami kesulitan mau bertanya siapa hanya Joko yang bisa dan mengerti akan dunia pendidikan.
Alya kemudian membersihkan dirinya dan segera melaksanakan salat dhuhur karena adzan sudah berkumandang.
"Mbak Alya, udah pulang Dani."
Ibunya yang baru saja datang bersama Ikhsan melihat sepeda motor Alya sudah di rumah.
"Sudah Buk, itu Mbak Alya di kamarnya Deni dibawakan chicken ini."
Dani masih lahap memakannya.
__ADS_1
"Kasih Dan."
Ikhsan nggak mau kalah ikut makan juga.
"Jangan berebut."
Ibunya masuk ke dalam meninggalkan merek berdua dan melihat Alya keluar dari kamarnya.
"Udah pulang Al."
"Udah Buk, darimana Buk."
"Dari pasar beliin seragam Ikhsan. Gimana di terima kerjanya."
"Alhamdulillah Buk, di terima besok Alya sudah mulai masuk."
"Alhamdulillah Ibu ikut senang Al, semoga berkah."
"Aamiin Buk, tapi Alya masih takut ya Bu kalau di depan murid nanti gimana ya."
Ibunya tersenyum.
"Bismillah aja Al, diniatkan untuk ibadah masalah nanti siswa gimana yang penting kamu nya itu ikhlas membagi ilmu kamu. Justru itu yang akan membawa keberkahan hingga akhirat nanti."
Begitu nasehat ibunya.
"Jadi seorang guru itu mulia, salah satu pekerjaan yang di sunah kan oleh nabi, Insya Allah berkah."
"Aamiin Buk."
😉😉😉😉
__ADS_1