DIARY ALYA

DIARY ALYA
82


__ADS_3

Angga PoV


"Dia online, aku chat Ah.."


Aku menekan huruf - huruf di keyboard ponsel ku dan ku kirim ke Bu Alya.


Dalam hati ada rasa takut nggak di tanggapi sama Dia tapi nggak papa lah aku coba.


Tak berselang lama Messenger yang aku kirimkan ke Bu Alya akhirnya dapat balasan juga.


Senyum merekah di bibir Ku, rasanya senang juga di respon pesan ku. Tapi setelah itu aku jadi bingung mau ngobrol apa lagi.


Aku tulis, aku hapus lagi, aku tulis, aku hapus lagi.


Ahh.... Sampai pusing kepala Ku.


Kenapa begini sih, hingga aku ketiduran sendiri.


Bangun pagi aku buka lagi medsos dan tanpa pesan pula dari Dia, apa yang harus aku lakukan.


Kenapa aku jadi bingung gini, malah melebihi bingung kali jadi gerogi gini padahal cuma lewat medsos gimana kalau ngobrol langsung sama Dia.


Kamu kenapa sih Angga...


Apa aku suka sama Dia???


Pertanyaan itu memenuhi kepala Ku.


Tapi aku belum mengenalnya, kalau di lihat dia baik, mandiri dan tipe orang yang sangat bertanggung jawab.


Aku cari tahu dulu deh, tentang Dia.


🌹🌹🌹🌹🌹


Alya selesai video call bersama sahabatnya semasa SMA dan besok mau mengisi tahun baru dengan mereka ya sekedar melepas rindu dan menikmati liburan.


Dia kembali membuka medsosnya tanpa kembali ******* yang keluar dari mulutnya.


"Sudah lah.."


Alya juga jadi malas dia memilih melanjutkan menonton televisi saja dan membiarkan ponselnya tergeletak.


Menjelang tengah hari adzan dhuhur berkumandang Alya segera mengambil wudhu untuk sholat dhuhur.


"Mbak..."

__ADS_1


Suara Dani yang baru pulang dari rumah temannya.


"Iya, kalau masuk rumah itu salam jangan teriak-teriak."


"He he he... Assalamualaikum. Ibu ke mana Mbak."


" Waalaikumsalam, Ibu sama Bapak itu besan."


"Mbak lapar, buatin Mie."


"Makan itu sayurnya masih."


"Malas, buatin Mbak."


"Ihhh... kamu. Rebus sendiri."


Alya meninggalkan adiknya menuju ke dapur walaupun berkata seperti itu dia sebenarnya tidak tega dengan adiknya.


"Dan.. Dani."


"Iya Mbak, ini rebus sendiri udah Mbak panaskan airnya, Mbak mau salat."


"Oke."


Alya meninggalkan Dani yang merebus mie di dapur Dia menuju ke kamar untuk melaksanakan salat Dhuhur.


"Oke, nggak gratis ya."


"Iya, besok kalau Mbak bawa oleh-oleh berati juga nggak gratis."


Bentak Alya.


"Iya deh, pelit amat."


Gerutu Dani.


Selesai sholat Alya keluar dari kamarnya dan melihat Dani sudah makan mie di depan televisi.


"Mana Dan."


"Ini, Nyonya."


"Ha ha ha ha... Makasih."


"Minta di buatkan malah suruh buatin."

__ADS_1


Dani dengan memanyunkan bibirnya.


"Amal Dan, yang ikhlas."


Mereka berdua menikmati makan siang berdua walaupun hanya mie instan terasa sangat menyegarkan.


Selesai menyantap Mie, terasa mengantuk Alya masuk ke dalam kamar dan merebahkan dirinya.


Rasanya udah mau merem aja kemudian terdengar notifikasi pesan masuk.


"Siapa sih."


Alya bangun dan mengambil ponselnya.


"Nomor ini.."


Alya melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya namun belum membukanya. Nomor yang mengirimkan pesan itu tanpa nama tetapi di dalam ingatan Alya Dia sangat mengenal nomor yang mengirimkan pesan itu.


"Nggak kapok juga Dia."


Gerutu Alya.


"Oke Alya, biasanya ladenin Dia maunya apa."


Alya membuka pesan itu.


"Hai Mbak Alya, apa kabar sekarang motornya ganti ya."


Begitu isi pesannya.


Alya mengerutkan dahinya dia merasa tidak pernah ganti sepeda motor.


"Mau mancing Dia, apa mau kepo ini."


Alya bicara sendiri pikirannya jadi negatif dengan orang yang mengirimkan pesan itu.


"Balas aja deh, coba apa dia bales lagi nanti."


Alya mengetikan pesan balasan.


"Siapa yang ganti Mang. Motor juga cuma satu itu."


Setelah mengirimkan pesan balasan itu Alya meletakkan ponselnya begitu saja karena matanya sudah terasa sangat mengantuk sekali.


"Ganggu aja orang mau tidur."

__ADS_1


😴😴😴😴😴😴


__ADS_2