DIARY ALYA

DIARY ALYA
29


__ADS_3

Hari ini minggu Alya sudah membuat janji dengan ketiga sahabatnya untuk berkumpul namun, sayang Sifa tidak bisa kan ada tugas kuliahnya jadi tidak bisa pulang.


Alya bersiap, setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya dan meminta izin untuk membawa sepeda motor dia melajukannya menuju ke rumah Silvi.


Sepanjang jalan Alya merasa senang, sudah lama nggak kumpul bareng tetapi komunikasi mereka tetap jalan melalui aplikasi chating.


Sesampainya di rumah Alya, masih sepi yang ada ibunya yang sedang menjaga warung.


"Assalamualaikum Bu."


Alya meraih tangan Ibunya Silvi, kemudian mencium punggung tangannya.


" Waalaikumsalam, Alya lama nggak muncul kemana aja."


Ibunya Silvi memang ramah menganggap setiap teman Silvi seperti anaknya sendiri.


"He he he... kerja Bu. Jadi liburnya kalau minggu aja."


"Wah.. Alya udah kerja udah bisa menghasilkan uang sendiri ini nggak merepotkan kedua orang tuanya."


"He he he.. Alhamdulillah Bu. Silvi ada."


"Ada itu di dalam masuk aja."


"Iya Bu, makasih. Alya masuk ya Bu."


Ibunya Silvi tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Alya masuk ke dalam rumah dan mencari Silvi ya masih menjemur pakaiannya di belakang.

__ADS_1


" Astaghfirullahaladzim, katanya pagi, ini malah masih nyuci."


ngomel Alya.


"He he he.... tadi masak dulu Al, terus baru nyuci baru selesai nih jemurin."


Alya tersenyum saja sudah kebiasaan Silvi seperti itu.


"Bantuin kali Al, biar cepat selesai nanti kalau Ana datang bisa ngomel juga dia kayak kamu."


Silvi membayangkan ngeri saja kalau sudah Ana yang ngomel nggak selesai-selesai.


"Ogah... Biarin aja Ana ngomel ntar aku yang rekam ha ha ha..."


"Jahatnya..."


"Ada apa, nyebut - nyebut aku."


"Lah.. ini dia yang ditunggu sudah datang. Monggo Bu silakan ngomel lihat dia yang masih seperti itu belum mandi juga."


Lagak Alya mempersilahkan Ana untuk mengomel di depan Silvi yang membuat janji malah belum siap sendiri.


"Huffttt..... kebiasaan kamu Sil, nyuruh kita berangkat pagi-pagi kamunya sendiri belum mandi malah masih kucel kayak gitu, jemurin aja belum selesai kamu nggak tahu apa aku bela-belain bangun pagi nyuci, bantu ibu, naik motor sampai ngebut taunya sampai sini kamu masih cengengesan." Ana beraksi dan Alya tertawa senang saja sambil memegang ponselnya.


"He he he... Bantuin napa biar cepat selesai daripada ngomel terus nanti laper lagi loh." rayu Silvi.


"Cepetan beresin buruan mandi. Enggak usah pakai lama mandinya yang penting basah... Buruan."

__ADS_1


Walaupun ngomel Ana mengambil sisa baju yang belum dijemuri oleh Silvi dan meminta Silvi untuk mandi.


"Makasih Sayang Ku, ha ha ha..."


tawa Silvi menang.


"Kamu An, kalau ngomel panjang banget tapi tetap aja di bantuin,


Dia jadi keenakan, bahagia itu."


Alya mencibir Ana.


"Biarin lah Al, kayak kamu nggak tahu Silvia aja, bantuin sini biar cepet selesai."


"Nggak mau,, weeekkk..."


Alya malah duduk saja melihat Ana yang tersenyum kecut.


"Awas kamu Al, nanti kamu yang traktir ya kan habis gajian ini kalau kita kan nggak punya gaji masih minta orang tua." Ana mulai jurus merayunya.


"Heemmmmm.... enak ya..."


Alya tersenyum kecut aja.


"Wah... bakal dapat traktiran Ini....asyik gajian.." Silvi yang masih hanya mengenakan handuk ikut nimbrung.


"Ganti baju sana buruan."

__ADS_1


Alya terima nasib saja kumpul sama anak-anak kuliah.


😁😁😁😁


__ADS_2