DIARY ALYA

DIARY ALYA
185


__ADS_3

Hari dimana Angga akan berangkat untuk pendidikan telah tiba, 10 hari ke depan akan dia lewati di luar kota tanpa istrinya.


Semalam semua keperluan Angga sudah dipacking sama Alya dan ditata rapi di dalam sebuah koper.


"Di cek lagi Al, jangan ada yang ketinggalan." Ingat Ibunya Angga.


"Iya Bu, Insya Allah semua sudah masuk."


Angga juga menata administrasi yang akan ia bawa, ada modul, peralatan alat tulis dan beberapa dokumen yang harus ia bawa dan dia tata rapi di ransel.


"Sayang, kalau berangkat kerja hati - hati ya."


Pesan Angga yang selalu ia ucapkan dari semalam.


"Iya Mas, kalau sudah sampai jangan lupa kasih kabar."


Alya masih memeluk Angga di dalam kamar, rasanya berat sekali akan ditinggalkan selama 10 hari.


"Iya Sayang, kalau pulang kerja jangan kemana-mana."


"Iya Mas, memangnya Alya mau kemana."


"Ke rumah Ibu nanti ya kalau Mas udah pulang, nanti nginep di sana."


"Iya Mas."


Ayah sudah mengungkapkan kepada Angga ingin tinggal di rumah Ibunya saja namun dilarang sama suaminya itu dan Alya menurut saja yang katanya tidak enak dilihat orang masa ke rumah Ibunya sendiri tanpa suaminya nanti malah dipikir orang ada apa-apa.

__ADS_1


Angga mengecup kening Alya lama kemudian turun ke mata, hidung hingga mereka saling menikmati kecupan yang mereka ciptakan.


"Sarapan dulu Mas."


Mereka keluar dari kamar dan kemudian sarapan bersama. Angga akan berangkat rombongan bersama temannya dengan menggunakan mobil.


Setelah sarapan Angga berangkat bersama Alya yang akan ke sekolahan juga.


Nanti Alya akan mengantar Angga terlebih dahulu ke tempat janjian dengan teman-temannya yang akan berangkat bersama.


"Sudah Sayang."


Alya bonceng di belakang.


"Sudah Mas."


Angga segera berangkat bersama dengan Alya setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya.


Alya akan menunggu sampai suaminya itu berangkat baru setelah itu akan ke sekolahan karena jam mengajarnya juga siang.


Sekitar 30 menit kemudian semuanya sudah berkumpul dan mereka memasukan barang bawaannya ke mobil.


Angga setelah meletakkan kopernya ke dalam bagasi mobil dia menghampiri Alya dulu.


"Sayang, hati - hati nanti kalau pulang."


"Iya Mas, Mas jaga diri ya di sana jangan lupa sholat, makan yang teratur."

__ADS_1


"Iya Sayang."


Angga mengusap kepala Alya yang tertutup hijab kemudian mengecup keningnya.


Alya meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangannya.


"Mas berangkat ya."


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya walaupun ada rasa sedih tapi dia bangga dengan suaminya.


Angga masuk ke dalam mobil bersama teman-temannya dan pintu mobil pun tertutup siap melaju menuju ke tempat tujuan.


Alya beranjak dari tempat itu setelah mobil yang ditumpangi oleh suaminya itu melaju dan dia menuju ke sekolahan ke menunaikan tugasnya sebagai seorang pengajar.


Alya sampai di sekolahan sudah pasti dia jadi bahan ledekan bapak ibu guru yang ada di sana.


"Wah.. Bu Alya sendirian ini di rumah." Kata Bu Eni.


Alya tersenyum saja dan menganggukkan kepalanya.


"Pengantin baru ditinggal 10 hari ini." Gantian Bu Asih yang suka bercanda.


"Cepat kok Bu 10 hari aja."


"Iya Bu, doakan Pak Angga saja semoga pulang dengan selamat dan lulus."


"Aamiin Makasih Bu."

__ADS_1


Alya menuju ke lab komputer untuk mengajar karena sebentar lagi bel ganti pelajaran akan berbunyi.


☺☺☺☺☺


__ADS_2