DIARY ALYA

DIARY ALYA
11


__ADS_3

Hasil babak pertama akan diumumkan malam ini, semua peserta telah bersiap setelah makan malam selesai mereka semua segera berkumpul sesuai dengan mapel apa yang mereka ikuti.


Tadi sebelum menuju ke tempat pengumuman Okta, Salsa dan Alya sudah mendapatkan pengarahan dari Bu Nur selaku pendamping.


"Apapun hasilnya, kalian sudah berusaha sebaik mungkin Ibu bangga dengan kalian apalagi sekolah pasti sangat bangga dan berterima kasih pada Kalian bertiga yang sudah membawa nama baik sekolah kita bahkan membawa nama baik kabupaten kita."


Okta, Salsa dan Alya hanya bisa mengucapkan maaf semisal hasilnya nanti tidak sesuai yang mereka harapkan.


Panitia telah memasuki ruangan, semua peserta telah bersiap dengan kemungkinan apapun yang terjadi karena mereka telah berusaha semaksimal mungkin yang terbaik dan siap menghadapi apapun hasilnya meski tidak akan sesuai dengan keinginan mereka.


Satu persatu hasil lomba diumumkan, tiba saat mapel Kimia nomor peserta Okta disebutkan sebagai nomor 5 teratas itu artinya dia mendapatkan juara harapan 2 dan gagal untuk masuk ke babak berikutnya karena yang diambil hanya 3 besar.


Rasa haru terpancar di wajah Okta, Bu Nur yang melihatnya dari jauh mengacungkan dua jempol, "It's Oke."


Mapel berikutnya Matematika, Salsa hanya diam dan menundukkan kepalanya karena nomornya tidak disebut dalam juara 6 besar.

__ADS_1


Alya masih diam dan menunduk, Dia membaca apapun yang ia bisa berdoa semoga diberikan yang terbaik.


Nomor peserta yang dikenakan oleh Alya, disebut oleh panitia saat mengumumkan urutan 6 besar dan Alya ada di nomor 4 itu artinya dia mendapatkan juara harapan 1 namun tidak bisa masuk ke babak berikutnya.


Alya menunduk dia sebenarnya kecewa dengan yang dia dapat padahal tinggal sedikit lagi dia bisa masuk 3 besar namun mau bagaimana lagi memang segitu hasil yang harus diterima.


"Alhamdulillah ya Allah."


ucap Alya dengan mengusap wajahnya.


Setelah pengumuman itu mereka semua keluar dari ruangan, Alya, Okta dan Salsa terharu melihat Bu Nur merentangkan kedua tangannya siap memeluk mereka bertiga.


Mereka bertiga menangis namun Bu Nur tersenyum sambil mengusap mereka bertiga bergantian.


"Alya, Okta, Salsa. Kalian murid-murid ibu yang paling pintar dan cerdas. Kalian hebat dengan pencapaian seperti ini Ibu bangga sekali dengan kalian. Kalian sudah berusaha semaksimal mungkin dan Inilah hasil yang terbaik untuk kita saat ini nanti bisa menjadi semangat untuk adik kelas kalian mencapai yang lebih baik lagi."

__ADS_1


"Maaf ya Bu."


Air mata Alya luluh begitu saja.


"Alya, kamu sudah berusaha.. Sudah jangan nangis kalian, mending kita istirahat yuk atau Kalian mau makan lagi sebelum besok kita pulang."


Mereka ketika menggelengkan kepala dan Bu Nur mengajak mereka ke kamar untuk beristirahat.


Mereka tidak membawa alat komunikasi hanya Bu Nur yang membawa ponsel dan mengabarkan ke pihak sekolah tentang hasil yang telah dicapai.


Bapak Wakil Kepala sekolah langsung berbicara dengan mereka bertiga mengucapkan rasa terima kasihnya dan mengungkapkan betapa bangganya sekolah mempunyai mereka, siswi berprestasi yang membanggakan.


Pencapaian mereka saat ini akan menjadi semangat kelak untuk adik kelasnya mendapatkan yang lebih baik lagi.


Setelah mendapat semangat dari Bapak wakil kepala sekolah mereka bisa tersenyum dan bercanda lagi.

__ADS_1


Hasil bukan tolak ukur kesuksesan mereka tetapi pengalaman yang berharga lah yang akan nantinya Mereka bawa untuk menuju masa depan yang gemilang.


☺☺☺☺☺☺


__ADS_2