DIARY ALYA

DIARY ALYA
106


__ADS_3

"Melamun aja Pak."


Joko yang satu Bis dengan Angga mendekati dan duduk di sebelahnya.


"He.. Nggak Pak Joko menikmati perjalanan."


Angga memandang ke arah jendela melihat laju Bus yang cepat meninggalkan pohon - pohon dijalanan.


"Masih jauh Pak, baru masuk surabaya."


"Kira - kira nanti menyeberang ke Gilimanuk jam berapa Pak."


" Sekitar dini hari nanti pak Itu pun kalau tidak macet."


"Semoga lancar Pak."


"Iya lancar terus jadi perjalanannya juga nggak molor."


"Kalau Pak Joko sudah sore nggak ikut perjalanan seperti ini."


"Kalau pas ada job untuk ikut Biro seperti ini Pak. Jalan - Jalan gratis dibayar lagi he he he..."


Joko memang punya sambilan kadang ikut Biro perjalanan mendampingi wisata ke beberapa tempat yang ada di pulau jawa.


"Enak ya Pak."


"Enak sih Pak, nggak enaknya itu kalau nemu customer yang rewel."


"Resiko Pak."


"Gimana Pak, ada rencana apa nanti pas kita di Bali."


"Rencana apa Pak, ya mendampingi anak - anak Pak."


"Nggak ada rencana lain, disini tempatnya romantis - romantis lho Pak, nggak mau memanfaatkan momen."


Angga paham maksud dari pembicaraan Joko namun dia berlaga nggak tahu saja.


"he.. Bisa ya pak sekalian ha ha ha..."


"Pokoknya cocok kalau disini Pak."


Berbeda dengan Bis Alya, Dia duduk bersama Bu Susi di depan sedangkan Pak Abdi di belakang mengawasi anak - anak dengan Pak Ahmad.


Alya mengenakan kaca mata hitamnya karena duduk di depan itu menyilaukan. Dia berada di samping kaca jendela menikmati perjalanannya.


Sebenarnya Alya agak ngeri kalau disuruh duduk di depan karena melihat jajanan yang ada di depannya namun karena harus mengawasi siswa perempuan yang duduk di barisan depan mau nggak mau ya harus duduk di sana bersama Bu Susi.


"Bu Alya."


Bu Susi yang ada disampingnya mengajaknya bicara, padahal tadi Dia asyik ngobrol dengan Biro yang mendampingi Mereka.


"Ya Bu."


"Ada yang mau kenalan itu, ya nggak Mas."


Alya tersenyum saja dengan Mas nya dan mendapat senyuman balik.


"Bu Susi ada - ada aja."


" Beneran Bu itu Mas Aji tadi tanya namanya Bu siapa itu, ya nggak Mas."


Aji lagi - lagi tersenyum.


"Ini malah pada senyum-senyum aja gimana sih Masa Aji."


"Namanya siapa Bu."


Aji pun bertanya.


"Panggil Alya aja Mas."


"Oh.. Bu Alya."

__ADS_1


Aji ini Biro yang di tugaskan mendampingi bisa Alya dia memiliki perawakan yang lumayan cukup menarik kaum hawa bahkan siswa-siswinya pun bisik-bisik sambil memandang Mas biro itu.


"Sudah Mas, udah kenal tapi hati-hati kalau mau mendekati Bu Alya ada pengawasnya di sini."


Alya pun memandang ke arah Bu Susi.


"Oh... Sudah punya pacar ya Bu dan pacarnya guru sini juga."


"Iya, hati - hati Mas."


"Wah.. belum juga mendekat sudah kena palang sepur he he he..."


Bu Susi dan Aji saling tertawa namun Alya hanya tersenyum.


"Pacar apaan, ngomong suka aja belum pernah perhatian doang."


Batin Alya.


Perjalanan masih lumayan dan ini waktunya makan malam bus pun segera berbelok ke sebuah restoran yang menyediakan berbagai macam fasilitas jadi bisa sekalian untuk beribadah dan juga beristirahat.


Semua turun dari Bis dan terlihat begitu banyaknya siswa siswi yang mulai menyerbu ke restoran karena mereka sudah terasa lapar.


Alya dan Bu Susi bergabung bersama bapak ibu guru yang lain karena mereka mendapatkan tempat khusus untuk menikmati makan malam.


Mereka dengan sabar mengantri dan berbaris rapi untuk bergantian mengambil menu yang telah tersedia.


"Saya ke kamar mandi dulu ya Bu."


Alya selesai makan ingin ke kamar mandi untuk menunaikan hajatnya.


Alya membersihkan badan dan ingin melaksanakan salat Isya sekaligus jamak dengan salat maghrib yang telah lewat waktunya.


Selesai dari kamar mandi Alya membawa mukenanya ke mushola yang tersedia.


Alya berpapasan dengan Angga yang selesai wudhu dan juga masuk ke mushola.


"Bu Alya udah makan."


"Sudah Pak."


Selesai sholat Alya akan mengembalikan mukenanya ke dalam Bis.


"Bu Alya."


panggil Siswinya.


"Iya Lia kenapa."


"Foto Bu, yuk bareng kita."


"Nggak ah, Bu Alya nggak PD kalau foto."


"Ayolah Bu."


Alya pun akhir menurut saja, Dia berada di tengah dan berjajar di kanan kirinya siswa-siswinya dan Mereka berpose di depan bis.


"Pak Angga."


Salah satu siswanya yang melihat Angga melintas pun manggilnya dan mendekati.


"Kenapa."


"Yuk ikut foto Pak."


Angga melihat ke arah keramaian itu dan terdapat Alya di sana.


"Ayo Pak."


Angga pun menurutinya dan ikut dengan siswa itu.


"Yeay.. Asyik nih tambah Pak Angga."


Siswa - siswinya senang bisa berpose dengan guru-gurunya.

__ADS_1


Angga tersenyum kepada Alya dan Mereka berfoto bersama dengan posisi Angga berada di samping Alya yang di kelilingi siswa-siswinya.


Selesai berpose Alya pun pergi meninggalkan siswa - siswinya yang masih asyik berpose.


"Bu Alya."


Panggil Angga.


Alya pun menoleh ke belakang dan berhenti.


"Iya Pak, ada apa."


"Tungguin jalannya cepat banget, kita ada briefing sebentar ya Bu."


Alya tersenyum saja dan Mereka berjalan beriringan menuju ke ruang yang akan digunakan untuk briefing.


"Wah, kali ini yang paling gembira itu Pak Angga."


Ledek Pak Abdi yang duduk di depan bersama Bapak guru yang lain.


Alya langsung pergi meninggalkan Angga yang berhenti di depan pintu.


"Bahagia semua dong Pak."


"Tapi yang paling bahagia itu Pak Angga lah di sini ada gandengannya."


"Mana nggak ada Pak."


Kata Angga dengan senyum - senyum sendiri.


"Jangan sampai lepas Pak."


Ledek yang lain.


Bapak Ibu guru kemudian melakukan briefing yang dipimpin oleh Bapak Kepala Sekolah yang memberikan pengarahan untuk lebih ketat mengawasi para siswa-siswinya Selama perjalanan lebih-lebih nanti jika sudah sampai di Bali karena banyak dijual barang-barang yang tidak sepantasnya untuk siswa.


Selesai briefing perjalanan pun dilanjutkan kembali masih butuh beberapa jam lagi untuk bisa sampai di pelabuhan dan melakukan penyeberangan ke Pulau Bali.


Di dalam Bis, Alya diam saja merasakan perutnya sudah kenyang hingga matanya pun terasa berat.


Ting...


Masuk notifikasi sebuah pesan ke dalam ponselnya.


"Nanti di kapal bareng Saya ya Bu."


Pesan dari Angga.


Alya tersenyum aja ini pengalaman pertama kalinya melakukan penyebrangan dengan kapal walaupun dekat tapi ada rasa takut juga di dalam diri Alya.


Alya membalas pesan Angga dengan emoticon aja.


"☺☺☺"


"Tidur Bu, masih jauh."


Kata Bu susi yang sudah merasakan matanya pun sangat mengantuk.


"Iya Bu, nanti tidur sendiri."


"Mau dengerin musik Bu."


teriak siswanya.


"Malam tidur aja."


Bentak Bu Susi yang memang terkenal galak di kalangan siswa-siswinya.


"Boleh lah Bu, pelan aja."


Rayu siswinya.


"Ya sudah, Mas Aji tolong putarkan musik."

__ADS_1


"Baik Bu."


🙂🙂🙂🙂🙂🙂


__ADS_2