DIARY ALYA

DIARY ALYA
99


__ADS_3

~Angga PoV~


"Bu Alya."


Ku pandangi fotonya bisa membuatku tersenyum sendiri. Senyumnya membuat ku merasa tenang dan bahagia dengan jika dekat dengan dirinya.


Apa aku nyatakan perasaan ku sekarang saja ya, kalau aku sudah jatuh cinta kepadanya.


Perasaan ku mengatakan dia juga menaruh hati dengan ku, mungkin sekarang sedang menunggu kepastian dari ku.


Sudah cukup aku tahu tentang dirinya dia sosok wanita yang patut diperjuangkan.


Aku cari momen yang pas dulu untuk nembak Dia.


Nada ponsel Ku berbunyi membuat lamunan ku yang memandangi foto Alya jadi buyar begitu melihat nama pemanggil yang masuk ke dalam ponsel ku.


"Tiara, ngapain telepon."


Ku usap tombol hijau yang ada di layar ponsel ku untuk menjawab panggilannya.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Terdengar jawaban dari seberang telepon Ku.


"Apa kabar Angga."


Lanjutnya.


"Baik."


"Ga, aku mau ngomong serius."


Katanya membuat Ku penasaran.


"Ada apa Tiara."


"Aku masih Sayang sama Kamu Ga, apa nggak bisa kita merajut kisah kita seperti dulu."


Katanya membuat Ku terdiam.


"Ga... Aku sudah mempertaruhkan rasa malu ku untuk mengatakan ini kepada mu aku bener masih sayang sama kamu, Aku mau kita balik lagi seperti dulu."


"Tiara."


Aku harus mengatakan yang sejujurnya.


"Iya Ga, kita bisa kan kembali seperti dulu Ga."


"Kita sudah berakhir Tiara, jadi aku mohon jangan pernah mengatakan itu lagi karena kita sudah tidak bisa kembali seperti dulu. Kita punya kehidupan masing-masing jalani hidup kamu yang sekarang dan aku akan menjalani hidup ku yang sekarang."


"Apa kamu benar-benar sudah tidak menyukai ku lagi Ga. Semudah itu perasaan kamu hilang Ga, kebersamaan kita yang dulu tak ada maknanya buat kamu, apa tidak ada kenangan di hati kamu tentang kita dulu."


"Tiara sudahlah aku sudah punya seseorang yang ada di hati ku dan aku akan menjalani hidup ku yang sekarang dengannya."


"Kamu jahat Ga, aku masih sayang sama kamu tapi kamu semudah itu melupakan ku."


Aku menghela nafas saja.


" Kamu tidak bohong kan Ga, di sosial media kamu kamu tanpa ada status hubungan dengan siapapun."

__ADS_1


Lanjutnya.


"Apa semua itu harus dipublikasikan Tiara aku juga punya privasi yang harus aku jaga."


"Aku nggak semudah itu percaya Ga."


"Terserah kamu Tiara yang penting sekarang aku sudah bahagia dengan seseorang yang mengisi hari-hari ku."


"Kamu jahat Ga."


Panggilannya langsung diputuskan olehnya, dia pasti merasa kecewa karena aku tolak.


Tapi bagi ku semua itu hanya masa lalu dan aku harus menatap masa depan.


Aku akan setelah mengatakan perasaanku kepada Alya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi menjelang Alya sudah siap dengan pakaian kerjanya dan akan segera berangkat ke sekolahan dimana dia mengajar.


"Buk, Pak. Ayah berangkat ya Assalamualaikum."


Alya meraih tangan kedua orang tuanya dan mencium punggung tangannya.


"Waalaikumsalam, hati - hati Al."


"Iya Buk, Pak."


Alya melajukan sepeda motornya menuju ke arah tempat kerjanya.


Setelah menembus lalu lintas yang lumayan padat di pagi hari, sepeda motor Alya telah memasuki gerbang yang berdiri gagah itu dan menunjukkan nama sekolah tersebut.


Alya memarkirkan sepeda motornya di tempat khusus untuk guru dan karyawan tak sengaja Angga pun baru saja datang kemudian memarkirkan sepeda motornya di samping sepeda motor Alya.


Mereka sama - sama melempar senyum.


"Baru datang Bu."


Angga melepaskan helmnya dan masih duduk di atas motornya.


"Iya Pak."


Kata Alya sambil tersenyum.


"Udah sembuh."


Angga menuju ke arah matanya sebagai kode.


" Alhamdulillah sudah membaik sekarang Pak."


"Syukur Alhamdulillah, tadi malam langsung tidur."


"Iya.."


Kata Alya dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Yuk kita ke ruang guru Bu, siswa - siswi sudah mulai berdatangan."


"Oke."


Mereka berdua berjalan menuju ke kantor tapi tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua semenjak di parkiran tadi dan mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Hemmm.. ada gosip baru nih hi hi hi..."


Bu Laras senyum - senyum sendiri di parkiran memperhatikan mereka berdua berjalan meninggalkannya.


Angga berjalan bersama Alya banyak pasang mata yang sebenarnya memerhatikan mereka berdua tapi mereka berdua cuek saja.


"Kayaknya sebentar lagi ada yang mau nyebar undangan ini."


Ledek Bu Eni saat Alya mendekati tempat duduknya.


"Siapa Bu."


Alya masih tak berasa.


"Ehem... Bu Alya Lah."


"Saya Bu, saya masih kuliah Bu, belum mau menikah. Lagian mau menikah sama siapa Bu."


Kata Alya sambil merapikan bukunya ingin segera masuk ke lab komputer untuk mengajar.


"Sama pacar Bu Alya lah, Kapan kita diajak makan-makan ini."


"Makan - makan apa Bu, Saya belum wisuda lho."


Bu Laras datang dan bisa ditebak dia langsung nimbrung dengan Bu Eni ikut menggoda Alya.


"Mau dong diajak makan-makan sama Bu Alya."


"Saya nggak ada acara untuk makan-makan Bu."


"Ada kabar gembira kok nggak bagi-bagi sih Bu."


Goda Bu Laras.


Alya semakin nggak paham walaupun sebenarnya Dia merasa diledekin seperti itu karena dia datang bareng bersama Pak Angga namun Alya sendiri tidak mau berspekulasi seperti itu karena memang mereka berdua belum ada hubungan apa-apa.


"Kabar apa itu Bu."


"Hemmm... masih minta untuk diperjelas ini Bu Alya, kayaknya ada yang lagi berbunga-bunga ini sama Pak A."


Deg..


Alya merasa jantungnya berdebar, Dia menoleh ke arah Angga ternyata dia sudah keluar dari ruangan guru.


Alya merasa tersudut karena di goda Bu Eni dan Bu Laras terus dan semakin menjadi saja sudah menyebutkan inisial A.


"Siapa Bu Pak A."


Alya mencoba mengelak saja, tidak mungkin untuk mengatakan bagaimana sebenarnya mereka berdua.


"He he he.. A sama A ya Bu."


Bu Eni menggerak-gerakkan kedua alisnya.


"Sudah Bu, Saya masuk ke Lab dulu."


Alya berlalu meninggalkan ruang guru dengan membawa bukunya untuk mengajar di lab sekalian menghindari mereka berdua.


"Bagaimana ini pasti sebentar lagi menyebar ke semua guru deh."


Batin Alya sambil berjalan begitu saja menuju Lab tanpa menghiraukan ada yang memandangnya.

__ADS_1


😉😉😉😉😉


__ADS_2