DIARY ALYA

DIARY ALYA
136


__ADS_3

Tiga hari sudah Angga keluar kota dan hari ini dia akan balik. Tak sabar rasanya akan berjumpa dengan keluarga apalagi dengan pacar tercintanya Alya.


Dia check out dari hotel sekitar pukul 10 dan kemungkinan sebelum ashar nanti sudah sampai rumah.


Sedangkan Alya sudah bersiap untuk pulang dari sekolahan karena sore ini dia berencana akan pergi ke kampus. Dia sudah membuat janji dengan Vera untuk bertemu dengan kakak kelasnya supaya bisa membantu mereka berdua menyelesaikan program akhir.


Alya tentunya sudah bicara dengan Angga karena kalau tidak takutnya nanti dia salah paham.


Setelah beres semua Alya mengambil tas ranselnya karena sudah di tunggu Vera di luar gerbang.


Alya bergegas menuju ke parkiran untuk mengambil sepeda motor.


"Ayo Ver."


Alya menghampiri Vera yang menunggunya tak jauh dari pintu keluar sekolahan.


"Al, ini barusan Mas Eko kirim pesan dia bisa ketemunya sekarang gimana. Sore dia ada kerjaan." Kata Vera yang mendadak mendapatkan kabar dari Eko.


"Ya udah kita langsung ke kampus aja tapi pulang ke rumah dulu ya nanti motornya ditinggal di rumah aku."


"Oke."


Mereka berdua melajukan sepeda motor masing-masing menuju ke rumah Alya terlebih dahulu.


Sesampainya di rumah Alya masuk sebentar untuk ke kamar mandi saja dan langsung berangkat bersama Vera.


Sekitar 30 menit Mereka sudah sampai di kampus dan Eko sudah menunggu mereka.


Alya dan Vera mendengarkan penjelasan Eko dan Mereka sangat memanfaatkan kesempatan itu untuk bisa menyelesaikan skripsinya.


Tak terasa adzan Ashar berkumandang, ponsel Alya di dalam sakunya bergetar.


"Mas Angga."


Ucap Alya melihat nama Angga di layar ponselnya.


"Ver, Mas Eko bentar ya Alya tinggal."


Mereka menganggukkan kepalanya dan Alya segera menjawab panggilan dari Angga.


"Assalamualaikum Mas."


"Waalaikumsalam, dimana Sayang."


Alya baru teringat dia lupa tidak pemberitahuan pada Angga jika Dia sudah di kampus.


"Alya udah di kampus Mas, maaf Alya lupa memberi tahu tadi soalnya buru-buru temannya ngajak ketemuan sekarang."


"Ya udah nggak papa sama Vera kan.?"


"Iya, Mas sudah sampai rumah belum."


"Udah Sayang setengah jam yang lalu ini habis mandi. Kamu pulang jam berapa."


"Sore ini mungkin ini Mas, ini masih ngerjain projek."


"Tunggu Mas ya, Mas jemput ini mau sholat dulu."


"Mas mau ke sini, apa nggak capek."


"Nggak Sayang, udah kangen sama kamu. Jangan pulang ya tunggu Mas."


"Oke, hati - hati ya Mas."


"Iya Sayang."


Alya setelah mengakhiri panggilannya Dia kembali menemui Vera dan Eko.


"Kenapa Al." Tanya Vera.


"Mas Angga mau jemput."


"Aduh.. Jadi obat nyamuk aku." Vera dengan senyum kecutnya.


"He he he.. Nggak lah, sampai mana Mas."


Mereka kembali serius mengerjakan projek itu, hingga waktu tak terasa sudah sore.


"Makasih ya Mas, nanti kekurangannya kita coba kita kerjakan sendiri. Tapi maaf Mas misal kita nggak paham boleh bertanya lagi kan.?" Kata Vera.


"Iya Ver nggak papa nanti kalau masih ada yang bingung chat saja."


"Oke, Makasih banyak Mas."

__ADS_1


"Iya sama - sama saya duluan ya." Eko berpamitan dengan Alya dan Vera.


Vera dan Alya membereskan laptop mereka dan pergi ke masjid yang ada di kampus untuk melaksanakan kewajibannya.


"Mas Angga mana kok belum sampai." Kata Alya sambil melihat ponselnya saat berjalan ke masjid.


"Nanti juga datang Al, kamu chat aja bilang kalau kita di masjid."


"Iya Ver."


Alya dan Vera segera mengambil wudhu dan melaksanakan salat ashar. Setelah selesai Alya bersama Vera keluar dari dalam masjid dan melihat seseorang laki - laki yang nampak punggungnya duduk membelakangi mereka.


"Itu siapa." Kata Vera yang membuat Alya senyum - senyum sendiri.


"He he.. he.. "


Alya mendekatinya namun ternyata Angga lebih tahu dulu jika ada seseorang yang berjalan mendekatinya dia membalikkan tubuhnya dan tersenyum kearah Alya.


"Mas, udah dari tadi."


Alya duduk di samping Angga dan meraih tangannya.


"Baru aja, udah sholat."


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Vera duduk di samping Alya melihat mereka berdua yang saling melempar senyum sudah 3 hari tidak bertemu.


"Mbak Vera, gimana kabarnya " Tanya Angga.


"Baik Mas, baru datang."


"Iya, baru pulang dari luar kota."


Kata Angga sambil mengusap kepala Alya yang tertutup hijab.


"Mas nggak capek ya, baru pulang udah jemput Alya."


"Nggak sayang, gimana sudah selesai programnya."


"Masih kurang dikit Mas, nanti bisa kita kerjain sendiri kok."


Mereka hening sejenak, Vera mengenakan sepatunya.


"Al, aku langsung pulang aja ya nggak nginep di rumah kamu."


"Kenapa, sudah sore lho Ver, nanti kamu kemalaman sampai rumah."


"Nggak Al, ini masih jam 4 nanti mau maghrib Insya Allah sudah sampai rumah."


"Beneran nih mau pulang."


"Iya Al, aku duluan ya."


Alya dan Vera saling berpelukan. Untung tadi bawa sepeda motor Vera ke kampusnya jadi dia tidak usah balik lagi ke rumah Alya.


"Hati - hati ya Ver, kabari kalau sudah sampai rumah." Pesan Alya.


"Oke, Mas Angga saya duluan."


Pamit Vera.


"Iya Mbak Vera hati - hati."


Alya dan Angga melihat Vera yang berjalan menuju ke parkiran sedangkan mereka masih duduk di serambi masjid.


"Sayang."


Angga meraih tangan Alya.


"Iya Mas."


Alya menoleh ke arah Angga dan tersenyum kepadanya.


"Kangen."


Alya malah tertawa.


"Terus.." Alya malah menggodanya.


"Nggak di peluk nih, tiga hari nggak ketemu."


"Apaan nggak ada Mas."

__ADS_1


Alya menghindar dari Angga.


"Makan yuk Sayang, kamu lapar nggak."


Alya menganggukkan kepalanya tadi cuman beli jajanan belum sempat makan siang juga.


"Ayo, mau makan apa."


Angga menggandeng tangan Alya berjalan menuju ke sepeda motornya.


"Yang seger."


"Bakso."


Alya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Angga melajukan sepeda motornya meninggalkan kampus menuju ke kedai bakso yang lumayan terkenal di sana.


"Pesan bakso apa Sayang."


Tanya Angga sesampainya di kedai itu.


"Sama kan aja sama Mas Angga."


"Oke."


Mereka berdua mencari tempat duduk, dan menunggu pesanan mereka di antar.


"Sayang."


Angga meraih tangan Alya sambil menatapnya.


"Iya Mas."


"Kita jalan udah berapa bulan."


"Hampir dua bulan ya Mas."


"Iya, Mas makin sayang sama kamu maafin Mas ya kadang marah nggak jelas."


"Iya, maafin Alya juga ya susah dibilangin Mas."


"Kita sama - sama saling mengerti dan kita harus saling jujur."


"Iya.. Hem.. Mas, Alya mau cerita."


"Iya cerita aja."


Angga dengan serius menatap Alya yang bercerita tentang undangan dari Tri besok yang akan menikah.


"Alya dapat undangan.."


"Iya dari siapa."


"Dari.. Ma...."


"Permisi pesanannya Mbak."


karyawan kedai itu mengantarkan pesanan mereka yang membuat Alya menghentikan ucapannya.


"Nanti Mas kita makan dulu ya."


"Oke.."


Angga sebenarnya juga sudah penasaran tapi mengiyakan aja perutnya juga terasa lapar melihat melihat hidangan bakso yang terlihat menggugah selera.


Selesai makan Angga yang masih penasaran ingin mendengar cerita.


"Dapat undangan darimana Sayang." Angga mengelap mulutnya dengan tisu.


Alya segera menelan baksonya dan menyeruput jeruk hangat yang ada di hadapannya.


"Alya dapat undangan pernikahan dari mantan Alya dulu Mas."


Angga yang sedang minum langsung meletakkan gelasnya.


"Mantan, ?. kamu mau ke sana."


Angga bertanya namun nadanya seperti orang mengintrogasi.


"Alya mau tanya ke Mas Angga, baiknya Alya ke sana apa enggak."


Angga menatapnya ada guratan wajahnya yang nampak tak senang.

__ADS_1


😱😱😱😱😱


Gimana tanggapan Angga nih...


__ADS_2