DIARY ALYA

DIARY ALYA
165


__ADS_3

Mereka telah selesai melaksanakan sholat subuh, sebenarnya mereka masih mengantuk namun tak enak juga mentang-mentang pengantin baru di dalam kamar terus.


Angga memandang istrinya yang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk dan kemudian menyisirnya.


Angga mengambil sisir yang ada di tangan Alya.


"Mas bantuin Sayang."


"Makasih Mas."


Angga menyisir rambut istrinya yang panjang yang tergerai di punggungnya.


"Kok bisa panjang gini Sayang."


"Ini lama Mas bisa panjang segini, Mas tau nggak berapa lama Alya tidak memotong rambut."


"Berapa Sayang."


"Dua tahun."


"Masa Sayang."


Angga tidak percaya karena memang rambut Alya susah untuk panjang dan sering rontok.


"Iya Mas, ini aja sering rontok Mas. Aoww.. Sakit Mas."


Angga terlalu keras menariknya.


"Maaf Sayang, Udah Sayang dipakai jilbabnya."


"Iya Mas."


Mereka keluar dari dalam kamar dan menemui orang tua Mereka. Angga ke depan ngobrol sama Bapak sedangkan Alya membantu Ibunya menyiapkan sarapan.


Selesai menyiapkan sarapan, Alya memanggil suami juga Bapaknya untuk sarapan, Ikhsan dan Dani juga ikut makan bersama.


Sehabis sarapan Mereka bersantai di dalam rumah sambil menyaksikan televisi, namun Alya masih membantu ibunya membersihkan peralatan makan mereka.


"Al, Angga buatin minum." Pinta Bapaknya.


"Mas mau minum apa."


"Nggak usah Dik, nanti Mas ambil sendiri aja."


"Iya Mas, Bapak mau minum."


"Sudah Al."


Alya ikut menonton televisi dan lama-lama merasakan kantuk di matanya karena semalam juga tidur cuman sebentar. Dia menguap terus dan Angga pun melihatnya namun nggak enak juga mengajaknya untuk tidur di dalam karena ada Bapaknya Alya di sana walaupun sebenarnya dia juga mengantuk.


"Mas, Alya ngantuk mau tidur."


Angga tersenyum dan menganggukkan kepalanya rasanya ingin ikut masuk kamar tapi masih ada Bapak mertuanya.


"Bapak ke dalam dulu ya, kurang juga tidur dari kemarin nanti sholat Jumat sama Bapak ya Angga."

__ADS_1


"Iya Pak."


Dalam hati Angga Dia pun bersorak karena sudah tak tahan juga mengantuk.


Alya masuk ke dalam kamar dan sudah tak tahan lagi dia melepas jilbabnya dan langsung tergeletak di atas kasur.


Angga yang tinggal sendirian menonton televisi akhirnya menyusul Alya juga masuk ke dalam kamar karena ia juga mengantuk.


Dia tersenyum melihat Alya yang sudah memeluk guling nya dan posisinya membelakangi pintu.


"Udah tidur dia."


Angga mengunci pintu kamar dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Alya. Dia mengusap rambut Alya dan memeluknya dari belakang.


"Hmmm.. Alya ngantuk Mas."


Suara Alya sudah terdengar berat dan badannya juga sudah lemas.


"Tidur Sayang, angkat dulu kepalanya."


"Hmmm, kenapa Mas."


Alya mengangkat kepalanya tanpa melihat ke arah Angga, kemudian tangan Angga dimasukkan di bawah kepala istrinya itu.


Alya tersenyum dan senang sekali mendapat perlakuan romantis dari Angga.


"Tidur Sayang, Mas juga ngantuk."


Angga mendekap erat tubuh Alya ke dalam pelukannya dan mencium pipinya.


Alya memejamkan matanya merasakan dekapan Angga yang terasa tenang, tapi bukan Angga kalau tidak jahil tangannya malah menyusup kedalam baju Alya karena dia mengenakan kaos.


"He he he... Mau pegang aja Sayang biar nyenyak tidurnya."


"Tidur Mas, ini hari Jumat nanti jumatan."


"Iya Sayang, udah tidur istri Ku."


Angga menciumi leher Alya dari belakang.


"Mas.."


Alya merasakan geli di sekujur tubuhnya.


"Hmmmm...."


Angga lama-lama juga merasakan kantuk dan menghentikan aktivitasnya sedangkan Alya karena saking ngantuk nya dia sudah masuk ke alam mimpinya tak peduli apa yang dilakukan oleh Angga.


Terdengar Qiroah dari toa masjid, Alya menggeliatkan badannya entah kapan dan bagaimana kini posisi dia ada di dada Angga dan di dekap erat suaminya itu.


Alya memandang wajah suaminya yang terlihat teduh saat tidur, tak tega rasanya ingin membangunkannya tapi dia harus melaksanakan sholat Jumat.


"Mas.."


Alya mengusap pipi Angga dengan lembut.

__ADS_1


"Hmmm..."


"Bangun Mas, mandi berangkat ke masjid "


Bukan bangun malah mempererat pelukannya.


"Mas..Sesak.."


Alya seperti mau kehilangan nafas, Angga mendekapnya terlalu erat tapi suaminya itu malah terkekeh.


"He he he... kok bisa malah pelukan gini sih Sayang."


Angga berlagak lupa padahal dia tadi yang memutar tubuh Alya ada memeluknya.


"Itu Mas Angga yang mau kan. Bangun, mandi Mas."


Alya keluar dari pelukan Angga dan malah menarik selimut lagi dan membelakangi suaminya itu.


"Mau tidur lagi ah."


Angga mengerjainya dengan memeluknya dari belakang.


"Mas.. Nanti telat mandi sana."


"Kamu nyuruh Mas mandi tapi kamu malah mau tidur lagi."


"Alya kan sholatnya nanti masih ngantuk mau tidur lagi."


"Curang, Mas juga masih ngantuk."


Angga tidak segera beranjak bangun malah masih mendekap Alya.


"Mandi Mas, sholat Jumat nanti tidur lagi habis dari masjid."


"Nggak mau kalau cuma tidur."


"Terus, mau tidur sambil makan Mas."


"Iya, makan kamu."


Angga membalik tubuh Alya dan menyambar bibir ranumnya.


"Hmmm..."


Alya memukul lengan Angga.


"He he he.. Itu dulu nanti di sambung lagi."


"Tau ah Mas... Mandi sana Mas."


"Iya istri ku yang bawel."


Angga mencubit kedua pipi Alya dan kabur dari kamar.


"Nggak tau sakit Mas Angga ini."

__ADS_1


Alya mengusap-usap pipinya yang terasa sakit.


🤣🤣🤣🤣🤣


__ADS_2