DIARY ALYA

DIARY ALYA
20


__ADS_3

Tak terasa setelah liburan 3 minggu Kini Alya sudah masuk kembali dengan aktivitas sekolahnya dan sekarang dia sudah duduk di kelas XII.


Saat masuk tahun ajaran baru pertama kali seperti saat ini yang mereka lihat adalah kelas mana Mereka akan masuk.


Siswi - Siswi sangat antusias mencari nama mereka berada di kelas mana.


"Al... Alya..."


panggil Ana dengan tersenyum dan tertawa riang saking gembiranya.


Alya yang baru saja datang menghampirinya dan sebenarnya agak malu ya melihat Ana yang berteriak-teriak memanggil namanya.


"Siapa Kamu.."


goda Alya.


"Ana.. Al, Ana... Kamu nggak amnesia kan." Ana memegang dahi Alya yang berlaga tak ingat siapa orang yang ada di depannya.


"Ana, Ana mana..."


Alya sebenarnya menahan tawanya melihat ekspresi Ana.


"Ana.. Al, masa kamu lupa. Kamu sarapan apa tadi sampai lupa sama aku. Kalau itu siapa."


Ana menunjuk Silvi yang menghampiri mereka dengan muka lesu.


"Silvi..." Alya memeluknya.


"Sama Silvi kamu ingat, kenapa sama aku kamu lupa Al."


"Kamu ingat siapa Dia Sil."


Alya menunjuk Ana yang manyun.


"Nggak, siapa ya."

__ADS_1


"Kalian ya nyebelin, rasakan ini..."


Ana yang merasa jengkel dikerjai Silvi dan Alya Dia mencubit pipinya.


"Sakit An."


Silvi memukul lengan Ana.


"Lagian ada orang baru datang malah teriak - teriak di depan kelas sambil senyum - senyum, aku jadi takut sama kamu An, kesambet dimana."


Alya sambil terkekeh.


"Aku itu seneng Al, kita satu kelas."


Ana memegang tangan Alya dan mengajaknya berputar - putar.


Silvi yang melihat mereka berdua malah jadi sedih.


"Kamu kenapa Sil."


"Dia sedih Al, nggak satu kelas sama kita. Dia pisah sendiri."


Ana dengan nada sedikit mengejek Silvi menerima cubitan darinya.


"Awww.... sakit Sil."


"Kalian tega ninggalin aku, hua...hua...."


"Sil malu dilihatin orang itu."


"Udah yuk Al, tinggalin aja dia nanti juga berhenti sendiri."


Ana menarik Alya untuk masuk ke dalam kelasnya yang baru mereka akan duduk bersama.


"Awas kamu An."

__ADS_1


"Ha ha ha... bye...."


Ana sudah mencarikan tempat duduk untuk Alya mereka akan duduk satu bangku, posisi akan menentukan prestasi itu prinsip dari Ana jadi dia mengambil tempat duduk nomor dua di posisi tengah jadi sangat strategis untuk menghadap ke white board.


"Hai Al, kita bareng lagi."


Salsa yang mengambil duduk di depannya.


"Kita beruntung banget ya yang jago matematika di sini jago fisika di sini ha ha ha... tiap pagi sudah ku bayangkan indah sekali."


celetuk Ana yang diiyakan teman-temannya yang lain.


"Maksudnya apa An, kok setiap pagi bisa jadi Indah kenapa..????"


Alya belum memahami maksud dari Ana.


"Ya... kalau pagi-pagi belum bisa mengerjakan PR bakalan Indah dong. Tinggal panggil aja Salsa pinjem dong PR matematikanya, Alya pinjemin dong PR fisikanya betapa bahagianya kita." kekeh Ana.


"Ha ha ha..." kelasnya menjadi riuh karena candaan mereka.


Kemudian terdengar bel tanda untuk melaksanakan upacara di hari pertama masuk sekolah dan semua siswa diharapkan untuk berkumpul di lapangan berbaris sesuai dengan kelas masing-masing.


Nampak wajah-wajah yang bahagia bisa berkumpul bersama lagi dengan teman-temannya.


Kini mereka sudah naik ke jenjang yang lebih tinggi dan juga terdapat adik kelas baru yang mulai memasuki dunia Sekolah Menengah Atas.


Sebagai kakak kelas yang paling tertua kelas XII harus bisa memberi contoh yang baik untuk adik-adik kelasnya.


Serta tanggung jawab Mereka pun juga bertambah, mereka harus mempersiapkan untuk ujian nasional sejak dini.


Dalam pidatonya bapak kepala sekolah menyatakan akan menambahkan jam pelajaran bagi kelas XII untuk pemantapan materi persiapan ujian nasional...


🙏🙏🙏🙏🙏


Jangan lupa kasih dukungannya ya Readers.. like comment dan Vote...

__ADS_1


Di tunggu 😁😁😁😁


__ADS_2