
~Alya PoV~
"Al HP kamu bunyi itu."
Ibunya memanggil Alya yang sedang mencuci baju.
"Iya Buk, sebentar."
"Siapa sih."
Aku bertanya-tanya sendiri di dalam hati siapa yang telepon sepagi ini.
"Oh.. ini nada pesan."
Aku mengambil ponsel ku dan ku intip siapa pengirim pesan dengan menggeser layar ponsel ku dari atas ke bawah.
" Assalamualaikum Bu Alya."
Nomor siapa ini, kok sudah tahu kalau ini nomor ponsel ku.
Karena penasaran aku buka pesan itu dan terlihatlah foto profilnya yang menunjukkan siapa pengirim pesan itu.
"Pak Angga."
Tangan ini rasanya langsung bergetar entah kenapa jantung ku jadi berdegup begitu kencangnya begitu melihat pesan itu.
Ku balas pesan itu dengan menjawab salamnya.
Karena aku masih nyuci jadi terus aku letakkan saja kembali ponsel itu sambil aku charger.
Cucian Ku tinggal merendam pewangi saja, aku tinggal rasanya tak sabar lagi ingin membuka ponsel ku kembali.
Senyum ku merekah melihat pesan yang kembali masuk dari Pak Angga.
Dia menanyakan kesibukan ku dan minta maaf jika sudah mengganggu di pagi hari.
Aku balas lagi hanya sedang mengerjakan aktivitas di pagi hari.
Dia membalas lagi menanyakan rencana ku hari ini, jujur di dalam hati ada rasa bertanya-tanya kenapa dia menanyakan itu.
Aku jawab aja mau mengantar Ibu ke rumah saudara tapi memang benar kok aku tidak bohong sudah janjian sama ibu untuk mengantarnya karena Bapak harus masuk kerja.
Balasannya masuk lagi dan ini yang membuat ku merasa seperti melayang, jantung ku berdetak kencang dan tangan ku benar-benar terasa gemetar.
Dia mengajak Ku jalan di hari minggu ini namun sayang aku harus mengantar ibu dan sepertinya balasannya masuk lagi dan Dia sedikit kecewa.
Aku kemudian segera menyelesaikan cucian ku karena Ibu juga sudah mencari ku untuk segera berangkat hari sudah siang.
Sesampainya di tempat saudara Ku kembali aku membuka ponsel ku jujur saja senyum ku kembali terbit.
__ADS_1
Dia mengajak Ku jalan esok hari karena senin tanggal merah.
"Memang mau kemana Pak."
Balas Ku.
Lama tak ada jawaban mungkin dia pikir aku nggak berminat kali ya tapi kan memang tadi aku lagi dijalan ngantar Ibu.
Ya sudah aku tinggal berbincang dengan saudara-saudara ku sembari membantu melakukan beberapa pekerjaan karena sedang ada hajatan.
Kembali ponsel Ku berdiri dan kali ini panggilan masuk bukan hanya pesan saja.
"Pak Angga."
batin Ku.
"Bentar ya Mbak ada telepon."
Alya meminta izin untuk pergi sebentar mengangkat telepon dari Angga nggak enak didengarkan saudara-saudaranya.
" Assalamualaikum."
ucap Ku.
"Waalaikumsalam."
"Ada apa Pak."
Alya sebenarnya bingung harus bicara apa.
"Bu Alya sudah sampai mengantar ibu."
"Sudah Pak, maaf ya Pak tadi baru balas pesannya soalnya tadi di jalan."
"Nggak papa Bu, gimana Bu besok bisa temani Saya."
Pak Angga mengutarakan maksud dia tadi menelepon.
"Memangnya mau kemana Pak."
" Saya mau cari sepatu Bu, bisa kan Bu Alya nemenin saya."
Terdengar sekali nada bicara Pak Angga seperti memohon kepada ku.
"Oke... Ketemu dimana Pak."
Entah kenapa diri ku langsung mengiyakannya, seperti mendapatkan sesuatu yang memang sangat aku inginkan.
"Bu Alya, mau dijemput dimana."
__ADS_1
Semakin berdegup jantung ku tapi bingung juga mau buat janjian di mana nggak mungkin juga kan Pak Angga jemput ke rumah.
"Nanti Saya kirim pesan ya Pak."
"Oke, saya tunggu ya. Pulang jam berapa ini sama Ibu."
"Belum tau Pak, nunggu masak - masak selesai nanti."
"Oke, ya udah segera kabari Bu. Besok Saya jemput."
"Oke, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Telepon aku tutup dan aku menghampiri saudara - saudara Ku kembali.
🌹🌹🌹🌹🌹
~Angga PoV~
"Yes...yes...yes..."
Berhasil kamu Ga.
Hati ku senang banget Dia mau di ajak jalan, kayaknya memang benar sepertinya dia juga punya rasa sama aku.
Aku merasa bangga sendiri he he he...
Tapi pelan - pelan aja aku mau mendekati dia dulu kalau secara luar yang terlihat Dia baik namun aku mau tahu juga gimana dengan hatinya.
"Dia minta dijemput dimana ya."
Aku kok jadi deg-degan begini gimana kalau dia minta jemput di rumahnya.
Jujur masih belum siap jika harus menjemputnya di rumah belum kenal juga dengan orang tuanya.
Semoga aja kita janjian di jalan aja, tapi sepertinya dia juga belum bakal mengijinkan aku untuk ke rumahnya.
Rumahnya mana ya, aku aja sama sekali belum paham itu daerah mana.
Kata joko sih jalan dekat SMA Negeri 1 itu belok kanan, tapi belum pernah itu aku sampai sana.
Apa nanti ya kapan-kapan aku ke rumah Joko aja ya.. hitung - hitung main tapi sekalian cari tahu tentang Dia.
Semoga dilancarkan semua, yang penting besok jalan biar bisa lebih dekat dengan dia dan mengenal pribadinya..
😁😁😁😁😁
Jangan Lupa tinggalin jejaknya ☺☺☺☺☺
__ADS_1